Friday, November 25, 2022

Review Shade Terbaru barenbliss Peach Makes Perfect Lip Tint & Fine to Refine Compact Powder


barenbliss Peach Makes Perfect Lip Tint & Fine to Refine Compact Powder  


Akhir tahun banyak brand mengeluarkan produk baru, tak terkecuali barenbliss brand Korea yang ini punya shade baru untuk produk unggulan mereka yaitu Peach Makes Perfect Lip Tint yang merupakan Lip Tint paling populer di Indonesia versi Beautynesia dan Fine to Refine Compact Powder, bedak padat super ringan dan tahan lama. Sedikit berkenalan dengan brand satu ini, barenbliss atau BNB merupakan brand asal Korea Selatan yang diluncurkan di Indonesia pada 25 Agustus 2021. Foundernya adalah Jina Kim yang merupakan penata rias berpengalaman serta presiden dari Kemosi International Makeup School Korea. Nama barenbliss sendiri adalah singkatan dari bare essentials, no harm & bliss moment. Produk barenbliss menggunakan bahan alami dengan teknologi tinggi dan tidak mengandung bahan kimia berbahaya. Saat ini mereka punya makeup, skin care dan body care line. 


barenbliss Peach Makes Perfect Lip Tint


barenbliss Peach Makes Perfect Lip Tint

Jujur, kalau ditanya tentang barenbliss pasti yang pertama terlintas di pikiranku adalah lip tint mereka, bagaimana tidak? Review bagus tentangnya berseliweran terus! Apalagi videonya di TikTok yang viral telah mendapat total puluhan juta penonton!


barenbliss Peach Makes Perfect Lip Tint adalah lip tint dengan aroma peach, ini terinspirasi ketika berlibur ke Pulau Jeju trus di sana minun Peach Sparkling Water di bawah sinar matahari, kemudian aroma buah peach tadi masih tercium di bibir, can u imagine? Meskipun aku belum pernah ke Jeju, tapi bisa bayangin momen seperti itu pasti rasanya sangat menyenangkan. 


Memiliki 6 kandungan utama yaitu, Shea Butter, Jojoba Oil, Olive Oil, Meadowfoam Seed Oil, Sunflower Seed Oil dan Almond Oil yang kaya akan antioksidan melembapkan & menutrisi bibir hingga 24 jam, menjadikannya tampak lebih sehat dan glossy. Dengan Stain-Lock Technology yang mana pigmentasi warnanya mampu bertahan hingga 12 jam di bibir. 


barenbliss Peach Makes Perfect Lip Tint sebelumnya punya 4 warna yaitu, 01.Paradise Found, 02.Pretty Please, 03.Take Change dan 04.Never Settle dengan tambahan 2 warna baru 05.Good Vibes & 06.Brave Enough jadi sekarang totalnya ada 6 warna. Warna terbarunya 05.Good Vibes ini merupakan nude reddish brown dan 06.Brave Enough soft peachy pink. Dibandingkan 4 warna terdahulunya, 2 warna baru ini menurutku lebih kalem dan sangat cocok dipakai sehari-hari. 


Packaging 


Ketika melihatnya sekilas kemasan barenbliss Peach Makes Perfect Lip Tint ini tampak simple dan cantik, tapi setelah memegangnya ini terasa mahal, tipikal kemasan lip product Korea dengan range harga 100-200 ribuan, siapa sangka produk ini di bawah 100 ribu? Rasanya tuh berat ketika dipegang, nggak terkesan plastik, lebih ke acrylic tebal, bener-bener high quality ini kemasannya. Berbentuk tabung, oval, transparan dengan tulisan barenbliss hologram di bagian badannya. 


barenbliss Peach Makes Perfect Lip Tint 05.Good Vibes & 06.Brave Enough

Kemasan terluarnya tidak kalah bagus lagi, super fancy! Berbentuk segitiga dengan bahan mika, transparan dipadukan warna peach dan merah. Informasi tentang produk yang tertera di kemasan tercetak dalam 2 bahasa Inggris dan Korea, kemudian bahasa Indonesia yang ditempel dengan stiker. 


barenbliss Peach Makes Perfect Lip Tint 05.Good Vibes & 06.Brave Enough

Applicator 


Aplikatornya berbentuk curved doe foot, dibanding doe foot biasa ini lebih banyak mengangkat produk jadi nggak perlu celup berkali-kali. Selain itu bagian ujungnya yang lancip lebih persisi dan menjangkau bagian ujung bibir dengan baik. Bagian yang berbentuk curved terasa sangat nyaman apalagi untuk mengaplikasikan ke bibir bagian bawah, glides smoothly. 


barenbliss Peach Makes Perfect Lip Tint applicator

Texture & Scent 


barenbliss Peach Makes Perfect Lip Tint memiliki tekstur milky soft gel, terasa sangat lembut, ringan, dengan glossy cantik yang lebih mirip glass dan sama sekali tidak lengket, tidak terkesan minyakan. 


Aromanya peach manis dan segar, unik karena menurutku masih jarang lip product dengan aroma seperti ini, kebanyakan aroma vanilla atau milky, kalaupun ada aroma buah kadang terlampau manis sehingga malah tidak nyaman. Aku sangat menyukai aroma lip tint ini, karena aromanya tidak terlalu kuat, aromanya lebih tercium saat diaplikasikan. 


Swatch, Coverage & Finish 


Pertama aku coba swatch di pergelangan tangan, warna 05.Good Vibes cenderung tampak cokelat kemerahan. Sementara warna 06.Brave Enough terlihat warm pink, kurang tampak peachy. Setelah aku swatch ke bibirku yang gelap of course warnanya jadi berbeda dengan yang di tangan. 05.Good Vibes warnanya cantik banget di bibirku, kayak mlbb,yang terlihat hints kecokelatan dan orange padahal awalnya aku pikir nggak bakal keluar warnanya di bibirku. Warna 05.Good Enough di bibirku jadi soft pink cakep kayak bibir sehat gitu kesannya. 


barenbliss Peach Makes Perfect Lip Tint 05.Good Vibes & 06.Brave Enough Arm Swatch 

Coveragenya di bibirku yang gelap cukup bagus meskipun nggak bisa menutup semua bagian warnanya dengan sempurna, terlebih untuk bibir bagian atas ku yang memang lebih gelap. But overall still okay karena warnanya masih mau keluar di bibirku. 


barenbliss Peach Makes Perfect Lip Tint 05.Good Vibes & 06.Brave Enough Lip Swatch 

Finishnya glossy yang lebih mirip glass-like, cakep berkilau gitu, terasa lembut, ringan dan bikin bibir terlihat lebih halus.



Performance 


Efek glossynya bahkan masih ada setelah aku coba untuk makan dan minum, padahal produk seperti ini biasanya lapisan glossynya bakal hilang hanya meninggalkan stain warna di bibir, nah barenbliss Peach Makes Perfect Lip Tint ini selain ninggal warna juga masih ada glossnya. 


Transferproof nggak? Ketika masih baru banget diaplikasikan dan bibir masih terasa basah tentu kalau ditempelin ke sesuatu or pakai masker bakal transfer, tapi setelah terserap bagian permukaan udah nggak basah transfernya minim kok. 


Gimana efek lembapnya? Benarkah bisa tahan 24 jam? Aku pakai produk ini tanpa lip balm sebelumnya dan benar memang bikin bibir lebih lembap, tidak kering dalam beberapa jam, tapi nggak sampai 24 jam, kira-kira 4-6 jam saja, ini masih bagus karena produk sejenis ada yang bukannya melembapkan malah bikin bibirku jadi kering. 


barenbliss Peach Perfect Lip Tint 06.Brave Enough 


Apakah warnanya tahan hingga 12 jam? 2 jam pertama setelah makan warnanya sedikit pudar dengan glossy yang masih ada, selanjutnya 6 jam warnanya tampak lebih tipis lagi, nyaris hilang tapi masih ada tipis banget. Belum ada 12 jam warnanya bener-bener hilang karena aku pakai mandi, hehe. 


#PeachMakesPerfect #24HPeachBang #24HMoisture

barenbliss Fine to Refine Compact Powder 


barenbliss Fine to Refine Compact Powder 

Bedak padat yang memiliki SPF 25 PA ++ dengan Oil Control yang mampu bertahan hingga 24 jam! Sweatproof & Transferproof, cocok buat dipakai di bawah masker setiap hari. Selain itu, ini adalah hybrid produk yang merupakan perpaduan makeup dan skincare, ada kandungan Miracle Bloom™ Essence di dalamnya yang membuat kulit ternutrisi dan sehat.


Ngomong-ngomong Miracle Bloom™ Essence itu apa? Ini adalah perpaduan 5 jenis bunga yang memiliki manfaat bagus untuk kulit, apa saja itu? 


  • Hibiscus : mengunci kelembapan yang tahan lama. 

  • Magnolia : mencegah hiperpigmentasi. 

  • Chamomile : mengurangi kemerahan dan mengecilkan pori-pori. 

  • Camellia : antioksidan tinggi untuk mencerahkan kulit. 

  • Calendula : menenangkan kulit yang iritasi. 


barenbliss Fine to Refine Compact Powder saat ini total punya 5 warna, sebelumnya ada 3 warna yaitu 01.Fair Light Petal, 02.Natural Blossom Burst dan 03.Warm Beige Nectar ditambah 2 warna baru 04.Medium Blossom Burst ini untuk mereka yang punya kulit medium dengan neutral undertone dan 05.Honey Deep Nectar untuk kulit medium hingga medium-deep dengan warm undertone. 


Packaging 


Untuk sebuah compact powder ini kemasannya lumayan tipis, padahal ada sponge juga di dalamnya untuk pengaplikasian. Bentuk casenya bulat dengan permukaan doff yang enak dipegang. Aku suka kemasan kayak gini ketimbang glossy karena fingerprint kita nggak nempel dan terkesan kotor. 


barenbliss Fine to Refine Compact Powder 

Warna casenya beige dengan perpaduan warna pink, hijau dan kuning. Masuk ke bagian dalam ketika di buka kita langsung melihat bedaknya yang cantik dengan embossed bentuk bunga, kemudian pada bagian bawahnya terdapat sponge. Sponge bawaannya ini agak tipis dan lentur, kurang padat buatku yang menyukai sponge tebal dan lebih padat, jadi aku jarang menggunakan sponge bawaannya, I prefer pakai air puff or sponge cushion. 


barenbliss Fine to Refine Compact Powder 

Kemasan luarnya box berbahan kertas dengan warna senada kayak casenya + ada gambar bunga. Pada sisi bagian atas tutupnya terdapat kode dan shade produk dan pada bagian belakang ada informasi produk termasuk nomor BPOM. 


Texture & Scent 


Teksturnya halus dan lembut, ketika aku gosokkan ujung jariku ke permukaannya terasa agak silky juga. Partikelnya sangat kecil 0,005mm sehingga mengisi tekstur kulit yang tidak rata, menyamarkan pori-pori dan hasil akhir soft-focus, kayak pake face blurring gitu. 


barenbliss Fine to Refine Compact Powder 04.Medium Blossom Burst & 05.Honey Deep Nectar 

Aromanya enak banget! Menurutku agak mirip aroma bunga kenanga tapi nggak terlalu menyengat, lebih soft dan tidak lingering sehingga sangat nyaman. 


Swatch, Coverage & Finish 


Swatch di tanganku terlihat banget yang 05.Honey Deep Nectar ada hints kuning sementara yang 04.Medium Blossom burst cenderung lebih beige dan sedikit lebih cerah. 


barenbliss Fine to Refine Compact Powder 04.Medium Blossom Burst & 05.Honey Deep Nectar Arm Swatch 

Swatch ke wajahku ternyata yang 04.Medium Blossom Burst warnanya bener-bener pas untuk kulitku, btw kulitku sebenarnya medium dengan yellow undertone. Warnanya tuh bener-bener sama, jadi pas pakai kayak cuma nambah coverage jadi lebih bagus. Sementara 05.Honey Deep Nectar ini sedikit lebih gelap dan terkesan kuning di kulitku. Kalian bisa lihat pada foto di bawah ini, dengan 04.Medium Blossom Burst warna kulit wajah jadi tampak sama dengan leher, terlihat bagus dan merata. Sementara dengan 05.Honey Deep Nectar, jadi nggak sama warna antara wajah dan leher. 


barenbliss Fine to Refine Compact Powder 04.Medium Blossom Burst & 05.Honey Deep Nectar 

Finishnya, silky matte di kulitku bukan dead matte yang sampai bikin kering gitu, trus tekstur kulit jadi lebih bagus kayak efek blurr ketika difoto. 


Performance 


Benarkah Oil controlnya bisa bertahan hingga 24 jam? Berikut aku tunjukkan dengan foto, tapi ya nggak 24 jam karena aku mandi 2x dalam sehari dan tentunya aku bersihkan wajahku ketika mandi. Btw, jenis kulitku combination to oily ya, jadi lumayan gampang berminyak pada area tertentu. 


barenbliss Fine to Refine Compact Powder 04.Medium Blossom Burst 

Bisa kalian lihat pada foto sebelum pakai bedak, kulit tampak berminyak, setelah pakai langsung matte tapi nggak kering. Kemudian sore hari menjelang mandi tampak ada beberapa bagian yang mulai berminyak tapi ini better daripada sebelum pakai bedak.


Aku pakai bedak jam 8 pagi kondisi cuaca mendung, trus foto lagi jam 3 sore cuacanya cerah, jadi tone kulitku di foto tampak berbeda. Totalnya aku tes selama 7 jam! 


Beneran sweatproof dan transferproof kah? Selama 7 jam tentunya aku berkeringat karena harus masak dan bergulat dengam bayi usia 7 bulan, hehe. Hasilnya bedak masih nempel di kulit, hanya sedikit pudar. Selama itu aku juga coba pakai masker, ada transfer tapi sedikit banget kok, nggak sampe bedaknya pindah semua ke masker. Produk ini juga nggak crack dan coveragnya buildable from medium to high. 


barenbliss Fine to Refine Compact Powder ini juga nggak bikin jerawatan acne-prone skin ku. Selama kurang lebih 1 minggu aku memakainya secara teratur no bad reactions.


#24HFineToRefine #BloomatteCompactpowder

Conclusions 


Ini adalah produk #barenbliss pertama yang aku coba, dan jujur aku mendapatkan pengalaman yang bagus, kesan pertama yang menyenangkan dan tentunya ini membuatku ingin mencoba produk barenbliss lainnya. 


barenbliss Peach Makes Perfect Lip Tint please ini keren banget! Kemasan bagus, tekstur cakep, baunya enak, warna cantik, performa oke! Bener-bener nyaris sempurna! Apalagi kedua warna barunya masuk untuk bibirku yang gelap, beneran bakal pakai ini tiap hari. 


barenbliss Fine to Refine Compact Powder, for the 1st time aku suka pakai bedak padat, jujur punya kulit berjerawat itu tricky, dari dulu trauma habis bedakan besoknya jerawat muncul tapi produk ini selain finishnya bagus bikin kulit lebih halus, warnanya juga nampak natural juga ga bikin jerawatan! 


#barenblissID #BeautyinJoy

Where to Buy? 


Produk barenbliss bisa kalian beli di Shopee, Tokopedia, Lazada dengan nama toko barenbliss Official Store & TikTok Shop barenbliss_id. 


Link pembelian produk:

barenbliss Peach Makes Perfect Lip Tint : Shopee | Tokopedia | Lazada | TikTok Shop

barenbliss Fine to Refine Compact Powder : Shopee | Tokopedia | Lazada | TikTok Shop



Monday, October 10, 2022

Sunscreen Murah Tanpa White Cast! Implora Perfect Shield Sunscreen SPF40 PA++++



Satu lagi sunscreen murah menambah daftar local brand sunscreen dengan harga terjangkau. Kali ini dari Implora, siapa yang nggak kenal dengan local brand satu ini? Brand ini dikenal dengan harga produknya yang terjangkau. Ketika 1 per 1 local brand berlomba-lomba mengeluarkan sunscreen dengan harga terjangkau, Implora tidak mau ketinggalan. Implora Perfect Shield Sunscreen namanya, sunscreen ini dibanderol dengan harga 25 ribuan saja dengan ukuran 50ml, woww! Murah banget kan? Tapi bagaimana dengan kualitas serta performanya? Let's find out! 


Implora Perfect Shield Sunscreen 



Merupakan produk yang membantu melindungi kulit dari efek buruk paparan sinar UV dengan SPF40 PA++++. Memiliki kandungan chemical (Octinoxate & Octocrylene) serta physical (Titanium Dioxide) filter menjadikannya hybrid sunscreen. 


Produk ini juga mengandung berbagai kandungan yang memiliki manfaat bagus untuk kulit seperti:


  • Hyaluronic Acid : Memberikan kelembapan ekstra pada kulit. 

  • Almond Extract : Menutrisi dan membuat kulit tampak lebih sehat. 

  • Schisandra Chinensis Fruit Extract : membantu memulihkan energi pada sel kulit sehingga kulit tampak sehat alami. 

  • Camellia Sinensis Leaf Extract : melindungi kulit dari radikal bebas, sebagai antioksidan dan membantu mencegah kerusakan kulit akibat radiasi sinar UV. 

  • Carthamus Tinctorius Flower Extract : Membantu menenangkan kulit yang mengalami peradangan dan menghambat pertumbuhan bakteri penyebab jerawat. 


Full Ingredients



Packaging


Dikemas dalam tube pipih warna gradasi ungu + pink & permukaannya matte. Kombinasi warnanya menurutku cakep banget dan mengingatkanku dengan sunscreen Y.O.U Tone Up UV Elixir cuma beda tekstur permukaannya saja, matte vs glossy. 



Berukuran 50 ml tapi menurutku untuk ukuran segitu ini terlalu sedikit. Aku coba bandingkan dengan sunscreen lain yang berukuran sama, bedanya lumayan jauh, bahkan dengan Y.O.U yang berukuran 40ml kayaknya hampir sama. 


Tutup botolnya model ulir warna putih. Bagian lubangnya sedang, nggak yang kecil or terlalu besar & ketika dipencet ini juga nggak bikin produk auto muncrat banyak. 



Kemasan luarnya box berbahan kertas dengan warna yang sama, ungu kombinasi pink juga. Informasi yang tertera di box juga sangat lengkap, mulai dari kandungan, cara pakai, hingga peringatan semuanya ada. 


Texture & Scent


Teksturnya mirip lotion, agak encer gitu dengan warna milky white. Mudah diratain dan lumayan ringan, hanya saja butuh waktu buat terserap. Btw, aku malah suka produk yang nggak cepet nge-set, karena kadang yang cepet gitu rawan pilling ketika diratakan. Finishnya gimana? Tergantung pelembap yang digunakan, kadang berminyak, kadang berminyak banget, hehe. Supaya tidak berminyak gimana? Nanti aku jelaska di bawah. Whitecast nggak? Ketika aku coba ratakan di punggung tangan ada whitecast yang sangat minim, nah oas aku coba di wajahku nggak ada sama sekali. 



Baunya samar-samar, agak ada kesan bau milky vanilla gitu ketika awal dipakai, tapi lama-kelamaan baunya berubah sedikit ada hints kayak bau minuman bersoda. Pada Ingredients list tidak terdapat kandungan fragrance, tapi di sana ada flavor, entah ini apa yang dimaksud? Apakah ini buat tambahan aroma? Menurutku memang ini baunya ada sedikit kesan artificial tapi nggak menyengat kok, kalem baunya dan sama sekali tidak mengganggu. 


How to Use? 


Ambil sebanyak 2 jari untuk wajah dan leher. Ratakan dan tunggu 10 menit untuk beraktivitas di bawah sinar matahari. Reapply setiap 2 jam sekali. 


My Experience


Pertama cobain Implora Perfect Shield Sunscreen aku merasa produk ini kayak nggak meresap, terasa becek dan membuat wajah tampak greasy. Saat itu aku memakai moisturizer yang sebenarnya nggak terlalu thick, nggak berminyak malahan tapi hydrating sifatnya. Jujur pemakaian awal ini bikin aku kurang nyaman tapi beneran ini di kulitku yang medium nggak white cast sama sekali. Menjelang sore ketika aku coba gosok bagian dagu ada sedikit pilling, ini aku belum tahu memang sunscreennya yang pilling apa karena moisturizer nya?


Hari selanjutnya aku coba pakai tanpa moisturizer, sekalian mau tes bagaimana efek lembap produk ini. Urutan pemakaiannya setelah toner aku pakai serum, kemudian langsung sunscreen ini. Kali ini nggak sebecek ketika aku pakai dengan moisturizer, tapi memang lumayan lama terserap. Awalnya sedikit berminyak kemudian absorbed into glowy finish. Tetep nggak white cast juga, berikut kalian bisa lihat foto before - freshly applied - after 2 hours. 



Foto yang setelah diaplikasikan agak warm karena tiba-tiba awan yang tadinya menutup matahari geser, jadi lebih terik jadilah seperti itu fotonya, jadi bukan karena sunscreennya kulitku terkesan lebih warm, bisa dilihat bandonya juga ikutan warm kan? 


Hingga 2 jam pemakaian tidak membuat wajah semakin berminyak, efek lembap serta hidrasinya juga oke. Nggak bikin kulit terasa kering or ketarik. Aku coba pakai buat panas-panasan jam 10 pagi nggak membuat kulit terasa tersengat. Tidak pedih di mata, padahal aku lumayan banyak berkeringat sampe netes-netes di bagian jidat hingga turun ke mata & pipi. 


Implora Perfect Shield Sunscreen ini juga sudah aku coba timpa dengan makeup dan hasilnya bagus! Nggak crack untuk complexionnya serta nggak pilling sama sekali ketika foundie aku ratakan. Makeup terlihat lebih bagus karena permukaan kulit yang halus, makeup juga lebih tahan lama. 


Wahh kayaknya bagus banget ya ini? Udah seneng karena setelah coba pakai tanpa moisturizer ini kayak bagus parah, tapi kebahagiaanku segera berakhir ketika keesokan harinya muncul jerawat jerawat di dagu dan sekitar bibir. Jerawat pustules dan kecil-kecil kayak bruntusan trus kulitnya merah, ada yang baru bengkak juga dan belum muncul matanya. Ini tuh mirip kalo aku lupa nggak double cleansing selama 2-3 hari, nah padahal aku tiap hari double cleansing dan sedang tidak mencoba skincare baru selain sunscreen ini. 



Masih aku lanjutkan pemakaian hari ke 3, untuk melihat apakah jerawat bakal tambah parah atau nggak? Jawabannya adalah IYA! Bagian yang merah semakin bengkak dan membesar, kemerahannya juga menyebar kayak iritasi gitu. Akhirnya aku ucapkan selamat tinggal pada sunscreen ini di hari ke 3,BYE!



Conclusion


Sunscreen ini cukup viral dan banyak dibicarakan para beauty enthusiasts. Banyak review positif tentangnya, tapi lagi-lagi yang bagus or cocok untuk orang lain belum tentu kamu bakal cocok juga. Sebenarnya untuk tekstur aku suka banget, dengan harga sangat terjangkau menurutku ini bagus, no whitecast juga, tapi sayang aku nggak cocok, mau gimana lagi? 


Where to Buy? 


Implora Perfect Shield Sunscreen bisa kalian dapatkan di sini, harganya so far ini termurah. 




Wednesday, September 28, 2022

Review Y.O.U Triple UV Elixir



Setelah sebelumnya mencoba sunscreen Y.O.U yang kemasannya warna ungu, Tone Up UV Elixir dan berhasil membuatku suka, kali ini aku cobain sunscreen terbaru mereka Triple UV Elixir. Sebenarnya nggak baru banget sih sunscreen ini, sudah beberapa bulan ada di pasaran cuma aku aja yang telat nyobain, hehe. Sempat nggak ada niat buat review tapi banyak yang nanyain apa bedanya Sunscreen Y.O.U yang warna ungu dan biru? Compare dong! Maka aku beli deh! Padahal aku masih ada 10 lebih sunscreen yang harus dihabiskan. Ya sudahlah, aku beli buat review dan untung harganya nggak mahal. 


Y.O.U Triple UV Elixir




Ini adalah hybrid sunscreen. Apa itu hybrid sunscreen? Sunscreen yang memiliki 2 kandungan Physical (Titanium Dioxide) dan Chemical (Ethylhexyl Methoxycinnamate, Diethylamino Hydroxybenzoyl Hexyl Benzoate, Octocrylene) untuk memberikan perlindungan. 


Dengan SPF50+ PA++++ sama seperti pendahulunya Tone Up UV Elixir. Cukup tinggi ya? Tapi kayaknya sekarang banyak local brand yang mengeluarkan sunscreen dengan SPF segini, kalau dulu biasanya SPF30 aja kayak udah tinggi. Selain itu, produk ini juga mengklaim bisa mengurangi efek radiasi dari blue light. Jujur, sebenarnya aku kurang begitu percaya dengan produk yang punya klaim semacam ini, jadi aku nggak prioritaskan sebuah produk harus ada penangkal blue light, hehe. Ini menurut aku pribadi ya, aku nggak ngajak kalian buat ikutan. 


Produk ini telah terdaftar BPOM, telah teruji secara klinis & 0% Alcohol. Trus maksud dari Triple pada nama produk ini apa dong? Pertama 3x perlindungan (UVA, UVB & Blue Light), ke 2 tekstur ringan, tanpa white cast & cooling sensation, ke 3 adalah formula yang menutrisi kulit, menenangkan, melembutkan dan menjaga kelembapan. 


Main Ingredients


  • Allantoin : Melembapkan kulit. 

  • Vitamin E : Melindungi kulit dari kerusakan serta menghaluskan. 

  • Niacinamide : Membantu mencerahkan kulit. 

  • Centella Asiatica : Menenangkan kulit yang sedang bermasalah. 


Full Ingredients 



Packaging


Kemasannya berbentuk tube berukuran 30ml. Tubenya glossy warna biru muda. Bagian tutupnya model ulir & lubangnya kecil. Kemasan luarnya plastik model standing pouch. Informasi yang tertera di kemasan luar terbilang lengkap, mulai dari kandungan, manfaat, cara pakai, dll. Oh iya, juga tertera kalau produk ini di produksi di China, seperti kebanyakan produk Y.O.U atau malah semuanya ya? 




Texture & Scent


Teksturnya mirip lotion, warna milky white agak kekuningan, padahal aku sempat mikir ini bakal agak biru, ehh ternyata nggak. Ringan, mudah diratakan, nggak lengket dan cepet meresap, mungkin karena ini water base. Benarkah ada cooling sensation? Menurutku kurang begitu terasa, bahkan ketika aku coba di tangan nggak terasa sama sekali. 



Baunya cukup kuat dan menempel, bahkan seharian aku bakal kebayang-bayang sama baunya. Baunya perpaduan bunga dan manis, enak sih sebenarnya tapi terlalu kuat aja buatku. 


How to Use


Karena ini lubangnya kecil, jadi takaran 2 jari saja kurang untuk seluruh wajah dan leherku, jadi biasanya aku pakai 2 jari untuk wajah saja dan tambahkan 1 jari untuk leher. Pemakaiannya di step terakhir am routine dan reapply setiap 2 jam sekali. Untuk membersihkannya aku selalu double cleansing dengan memakai cleansing balm dari Hanskin terlebih dahulu kemudian cleansing foam Thank You Farmer. 


My Experience


Ketika mencoba sunscreen aku selalu menggunakan 2 cara, pertama memakainya setelah pelembap, ke 2 memakainya tanpa pelembap. Cara ke 2 aku lakukan untuk melihat apakah sunscreen ini cukup melembapkan sehingga bisa skip pelembap atau nggak? Cara ke 2 juga bisa meminimalisir jika terjadi pilling dengan pemakaian cara pertama, tapi tentunya setelah dicoba dengan berbagai jenis pelembap terlebih dahulu. 


Pertama aku coba setelah menggunakan Teratu Weightless Oil Free Gel Moisturizer, ini adalah pelembap favorit yang sering aku pakai akhir-akhir ini. Teksturnya gel, dia perpaduan humektan, emollient & occlusive, finishnya bikin kulit halus dan terasa ada lapisan halus gitu. Nah, pas pakai ini sunscreennya jadi nggak terlalu meluncur dengan mudah ketika diratain, malahan sedikit kesat, trus bagian kulit yang agak kering malah terlihat banget dan ninggalin kayak putih-putih gitu. Ada white cast? Iya ada, cuma nggak terlalu parah dan nggak bikin kulit abu-abu. White cast juga lenyap kurang dari 1 jam. 




Bisa kalian lihat pada foto di atas, freshly applied tampak kulitku sedikit lebih cerah, tapi nggak abu-abu dan warnanya nggak jauh beda sama leherku.i Jika diperhatikan dengan saksama pada bagian dagu yang saat itu memang lagi kering teksturnya jadi lebih menonjol dan sunscreennya menggumpal di bagian tersebut. Setelah 2 jam, tepatnya sebelum reapply warnanya lebih menyatu dengan kulitku dan nggak ada minyak berlebih, minyaknya masih normal nggak yang minyakan banget kayak pas aku pakai sunscreen Fanbo. 


Hari ke 2 aku coba tanpa pelembap, tapi sebelumnya aku gunakan Oasea Oceanus Squalane + Tranexamic Spot Correcting Face Oil Serum, pikirku supaya permukaan kulit licin dan sunscreen mudah diratakan. Ternyata benar, jadi mudah diratakan dan whitecast lebih minim dibanding hari sebelumnya. Tidak ada penampakan kulit kering or gumpalan putih-putih yang tidak merata. Kali ini benar-benar bagus dan aku menyukainya! Kulit tampak halus, ada efek blur yang bikin bekas jerawat tersamarkan dan glowing. 


Bagaimana performanya? Aku sudah coba panas-panasan, waktu itu lagi terik banget aku jalan kaki ke posyandu & nggak terbakar, kulit aman nggak ada sensasi perih or cekit-cekit. Keringatku yang bercucuran juga nggak bikin sunscreennya pedih di mata. Btw, ini entah karena keringatku nggak terlalu banyak atau emang mataku nggak terlalu sensitif, soalnya ada yang bilang agak pedih pakai ini, lagi-lagi tiap orang beda ya! 


Bagaimana efeknya di kulitku yang gampang berjerawat? Seminggu berturut-turut aku memakai Y.O.U Triple UV Elixir nggak ada reaksi buruk, sejauh ini terpantau aman tidak menimbulkan jerawat baru. Sayangnya selama 1 minggu aku pakai tanpa pelembap kulitku jadi kering, keringnya tuh bukan yang pas diraba aja tapi sampai terasa agak kaku gitu kulitku. So, sunscreen ini nggak bisa aku pakai dengan skip moisturizer, cuma ya agak tricky harus cari mousturizer yang teksturnya agak licin supaya sunscreen mudah diratain. 


Apa Bedanya Sunscreen Y.O.U yang Ungu dan Biru? 



Karena banyak yang tanya apa bedanya sunscreen Y.O.U yang warna ungu dan biru? Berikut aku buat perbandingannya dengan singkat disertai foto tekstur keduanya. 


  1. Keduanya sama-sama hybrid sunscreen dengan SPF50 PA++++ & 0% Alcohol. 

  2. Yang ungu punya kandungan utama Hyaluronic Acid & Sunflower seed oil, sementara yang biru Allantoin, Vitamin E, Niacinamide & Centella Asiatica extract. 

  3. Teksturnya yang ungu lebih kental dan warnanya agak keunguan, sementara yang biru lebih encer dengan hints kekuningan. 

  4. Keduanya sama-sama tricky ketika diratakan di wajah, tergantung base sebelumnya. 

  5. Memiliki aroma yang sama, kombinasi bunga dan manis. 

  6. Sama-sama whitecast tapi tidak abu-abu, lebih ke tone up, bikin kulit tampak halus, trus yang biru lebih minim lagi whitecastnya. 

  7. Finishnya sama, dewy & agak glowing. 

  8. Sama-sama no bad reactions buat kulit acne-prone & nggak bikin kulit minyakan. 

  9. Yang ungu punya klaim soothes dan beneran lumayan bisa nenangin jerawat, sementara yang biru klaim cooling sensationnya nggak bisa aku rasain. 

  10. Untuk kulitku yang combination to oily yang biru bikin kering jika dipakai tanpa pelembap terlebih dahulu, sementara yang ungu masih aman dan nggak bikin kering jika skip pelembap. 

  11. Untuk ukuran  dan harga yang biru 30ml Rp. 45.000 sementara yang ungu 40ml Rp. 60.000



Conclusion


Menurutku dari segi tekstur Y.O.U Triple UV Elixir ini emang lebih bagus dibanding yang ungu, sementara soal whitecast karena yang ungu kan memang tone up makanya lebih terlihat. Jika disuruh memilih agak susah sih, dari segi teksturnya aku suka yang biru, tapi selebihnya aku suka yang ungu. Coba kalau yang ungu teksturnya kayak yang biru, hehe bakal nyaris sempurna. 


Kalian bisa beli Y.O.U Triple UV Elixir maupun Tone Up UV Elixir di shopee



Friday, September 9, 2022

Review Sheet Mask 3 Ribuan, Stacey Sheet Mask Celestial 01,02 & 03



Bagi beberapa orang sheet mask menjadi pilihan terakhir untuk dibeli dan dijadikan sebagai perawatan wajah. Kenapa? Harganya terbilang mahal untuk sebuah produk sekali pakai, setidaknya 10 ribuan, trus tidak ramah lingkungan karena menambah jumlah sampah. Meskipun sebenarnya banyak juga brand sheet mask yang menggunakan bahan ramah lingkungan tapi sayangnya semakin ramah lingkungan semakin tidak ramah di kantong, hehe. Ada loh sheet mask murah beredar bahkan harganya di bawah 2 ribuan! Iya banyak banget di Shopee tapi kebanyakan adalah brand China abu-abu. Nah, kalo local brand ada nggak? Kapan hari aku scroll Shopee menemukan Madame Gie punya sheet mask yang harganya hanya 3 ribuan! Trus, ada sister barandnya Stacey yang juga punya sheet mask 3 ribuan. Penasaran membuatku langsung checkout semua varian, tapi kali ini aku mau review si Stacey terlebih dahulu. 


Stacey, new local brand yang belum banyak info tentangnya bisa aku dapatkan. Sumpah aku sudah berusaha cari tahu tapi nggak ketemu, yang aku tahu ini sister brand Madame Gie karena pas itu Madame Gie brand day dia masuk ke dalam list gitu, trus di keterangan produknya pakai kata-kata yang mirip sama Madame Gie, 1 admin kali ya? hahahaha. Saat ini Stacey baru ada produk masker-maskeran, ada sheet mask, eye mask dan satu lagi gel mask. 


Kok bisa harganya murah? Yang langsung terlintas di pikiranku, pasti pabrikan China! Yes! Jadi nggak ada bedanya dong sama sheet mask murah yang harganya 2 ribuan? Bedanya ini sudah terdaftar BPOM jadi harusnya lebih aman untuk digunakan, sementara kualitasnya sendiri belum tahu? Tapi seperti halnya produk Madame Gie dan beberapa local brand lain banyak juga yang pabrikan di China supaya bisa jual dengan harga murah. 


STACEY CELESTIAL SHEET MASK


Saat ini Stacey punya 3 varian sheet mask yang menurutku serba simple, mulai dari kemasan hingga namanya. Namanya cuma Celestial 01, 02 dan 03, trus tanpa keterangan ini 01 buat apa? Cuma tertera beberapa main ingredients di bagian depan & belakang kemasan. Ini yang beli disuruh mikir sendiri? Hahahaha. 


Kemasannya minimalist, tanpa ada gambar  yang ramai dan dengan bahan yang permukaannya doff sehingga membuatnya tidak terkesan murah. Celestial 01 dengan warna coklat, Celestial 02 warna biru dan Celestial 03 warna hijau.


Informasi yang tercetak di kemasan cukup lengkap, mulai dari main ingredients, full ingredients, cara pemakaian hingga no BPOM. 


Sekarang aku mau bahas tentang material maskernya yang menurutku cukup bagus untuk sebuah masker 3 ribuan. Bahannya tipis banget dan stretchy, trus ada lembaran pemisah supaya memudahkan kita untuk membuka maskernya yang terlipat, padahal kayak gini biasanya ada di masker yang harganya jauh lebih mahal. 



Ukurannya juga pas untuk wajahku dan bagian lubangnya bukan tipe yang gede banget, malahan cenderung kecil tapi bisa ditarik supaya pas, hanya saja tidak ada cutout di bagian luar, tapi tidak masalah karena bahan maskernya stretchy jadi tetep mudah buat ngepasin ke wajah. 


Bagaimana dengan essence dan performanya? Aku akan bahas 1 per 1 tiap varian. 


Stacey - Celestial 01



Kandungan utamanya 2x Hyaluronate, Astaxanthin & Sylibum Marinum Extract. Kalau melihat kandungannya ini fokusnya buat melembapkan, menghidrasi, antioksidan & anti-aging. 


Memiliki watery essence dengan sedikit kekentalan, bening, tidak lengket dan mudah terserap. Baunya lembut, tipikal bau yang nggak menyengat dan ada soft soothing sensation selama digunakan. 



Selama 15 menit essence mulai terserap dan lembaran tampak kering. Ketika aku angkat nggak banyak essence tersisa di wajahku. Aku ratain terasa agak kesat dan matte,trus pas aku bercermin aku melihat kulitku tampak lebih cerah. 


Ada efek oil kontrol yang aku rasakan, tapi kemudian dalam waktu 1 jam kulitku jadi kering banget, efek lembapnya beneran nggak ada. 


Rate : 3/5


Stacey - Celestial 02



Dengan Zinc PCA, Ceramide & Tea Tree, langsung terlintas di pikiranku kalau ini untuk jerawat. Selain itu kandungan Ceramide bagus buat skin barrier. 


Tekstur essence nya sama kayak Celestial 01, bedanya ini sedikit ada kesan slippery, selebihnya sama mudah terserap serta non sticky. Untuk baunya ini ada sedikit aroma mint dan soft soothing sensation. 



Setelah 15 menit lembaran aku angkat essence yang tersisa di kulit terasa licin ketika diratain, aku lebih suka essence semacam ini dibanding yang ringan banget tapi kemudian hilang begitu saja. 


Bagaimana hasilnya? Kulit terasa lebih lembut dan ada efek lembapnya dibandingkan Celestial 01. Sayangnya keesokan harinya muncul pustules di bawah hidung, meskipun kurang dari 1 hari langsung hilang nanahnya tapi ninggal bekas merah yang harus aku timpa dengan soothing cream supaya reda. 


Rate 2,5/5


Stacey - Celestial 03



Kandungan utamanya ada Niacinamide, Ascorbic Acid & Squalane, pasti buat pencerah! Juga sebagai antioksidan dan anti inflamasi. 


Secara garis besar ini essencenya sama persis kayak Celestial 01, watery, nggak lengket dan cepat terserap. Sementara untuk baunya ini unik, aku mencium ada sedikit bau sirsak? Oh iya trus ini nggak ada efek soothingnya. 



Di antara 3 masker menurutku ini yang paling gagal di aku. Why? Setelah 15 menit lembaran aku angkat kulitku malah terasa matte dan ketarik. Ini bikin jerawat kering tapi kulitnya juga ikutan kering, lalu beberapa menit kemudian kulitku malah gatel-gatel parah sampai bagian jidat merah. 


Rate 2/5


Conclusions 


Apa yang kamu harapkan dari masker 3 ribuan? Hehe. Gimana ya, dibanding kelebihan ini lebih banyak kekurangannya. So, aku pribadi nggak akan repurchase. Harganya murah sih, tapi kalau efek setelahnya malah harus mengeluarkan banyak biaya buat penyembuhan? Tapi semua balik lagi tergantung jenis kulit, mungkin kulitku terlalu sensitif? Bisa saja di kulit kalian ini bagus, untuk mengetahuinya yaa coba saja sendiri. Beli di sini





Thursday, August 18, 2022

Review Teratu Weightless Oil Free Gel Moisturizer, Pelembap Paling Nyaman untuk Kulit Berminyak



Sebagai pemilik kulit yang cenderung berminyak tidak mudah bagiku menemukan pelembap yang benar-benar nyaman di kulit. Bahkan dulu aku pernah berfikir kalau kulitku sudah berminyak jadi aku tidak butuh pelembap, hehe jangan ditiru ya pemikiran macam ini. Saat itu aku merasa penggunaan pelembap justru membuat kulitku semakin berminyak, ditambah jaman dulu produk perawatan kulit masih terbatas tidak seperti sekarang yang sangat banyak pilihannya. Ada banyak jenis pelambap bisa kita jumpai dipasaran dan fungsinya tidak melulu cuma buat melembapkan, ada yang buat memperkuat skin barrier,  menenangkan kulit, dll. Jenis dan teksturnya pun juga sangat beragam, mulai yang paling thick bentuk balm,  hingga yang ringan berbentuk gel. Lalu, pelembap yang seperti apa sih yang paling nyaman untuk kulit berminyak? Selama kurang lebih 5 tahun aku explore coba aneka jenis pelembap, bagiku pelembap berbentuk gel yang paling nyaman, tapi sayang beberapa pelembap jenis ini sifatnya hanya humektan yang bekerja menarik kelembapan dari luar ke dalam kulit, trus untuk kulitku ini kayak langsung menguap setelah terserap atau efek lembapnya sementara. 


Beberapa waktu yang lalu aku berkesempatan untuk mencoba produk terbaru dari Teratu, yaitu Weightless Oil Free Gel Moisturizer. Sebelum bahas produknya lebih lanjut,  mari kenalan dulu dengan brand ini. Mungkin banyak diantara kalian yang belum tahu, Teratu ini punya beauty vlogger Alifah Ratu yang mana produk-produknya memang  difokuskan untuk pemilik acne-prone & sensitive skin sesuai dengan permasalahan kulit yang dia punya. Aku ngikutin pas dia lagi breakout dan itu bener-bener butuh perjuangan, aku pernah breakout parah jadi tahu gimana rasanya.


Teratu -  Weightless Oil Free Gel Moisturizer 

 


Product's Information 


Name : Weightless Oil Free Gel Moisturizer 

Brand : Teratu Beauty 

Volume : 20 ml

No. BPOM : NA18220103517

Price : Rp. 85.000


Dari namanya saja sudah ketahuan kalau ini adalah produk pelembap kulit berbentuk gel ringan yang diformulasikan oil free atau tanpa kandungan minyak. Nah, biasanya kandungan minyak dalam pelembap nih yang kadang bikin kulit malah terasa berminyak ketika memakainya. Beberapa ahli dermatologi mengatakan kalau kandungan oil dalam pelembap itu memang  lebih direkomendasikan untuk pemilik  kulit kering, sensitif atau yang punya eczema. 


Teratu Weightless Oil Free Gel Moisturizer ini selain diformulasikan bebas minyak juga bebas alkohol, paraben, pewarna dan pewangi buatan. Produk ini juga aman untuk digunakan ibu hamil dan menyusui. All skin-types bisa pakai dan berusia 16 tahun keatas. 


Main Ingredients


  • 2 Peptides (Palmitoyl Tripeptide-1 & Palmitoyl Tetrapeptide-7) : Duo Peptides ini menstimulasi pembentukan kolagen pada kulit yang membantu menyamarkan garis halus dan kerutan, serta mengatasi kemerahan atau anti-inflamasi. Selain itu juga membuat kulit lebih kencang dan plumpy. 

  • Hyaluronic Acid : membantu menghidrasi kulit dengan cara mengikat molekul air sehingga kelembapan kulit akan meningkat. 

  • Centella Asiatica Extract, Green Tea Extract & Aloe Vera Extract : merupakan Soothing Agents yang membantu meredakan kemerahan, inflamasi, mempercepat penyembuhan bekas jerawat, garis halus, sunburn, dll. 

  • Ceramide & Cholesterol : merawat dan memperbaiki skin barrier. 



Full Ingredients 


Aqua, Glycerin, Aloe Barbadensis Leaf, Propanediol, Betaine, Propylene Glycol, Butylene Glycol, Hyaluronic Acid, Camellia Sintesis (Leaf) Extract, Palmitoyl Tripeptide-1, Palmitoyl Tripeptide-7, Ceramide-3, Centella Asiatica Leaf Extract, Allantoin, Hydrogenated Lecithin, Cholesterol, Caprylic/ Capric Triglyceride, Deoxyphytantriyl Palmitate MEA, Ethylhexylglycerin, Polyacrylic Acid, Phenoxyethanol, Diazolidinyl Urea, Sodium Benzoate, Triethanolamine, Disodium EDTA, Carbomer, Polysorbate 20, Cyclohexane


Packaging


Dikemas dalam botol pump berbahan kaca warna frosted white. Aku suka pelembap dengan kemasan seperti ini dibandingkan kemasan  jar karena menurutku lebih higienis, hanya saja kekurangannya agak sulit buat ngambil produknya ketika sisa sedikit. Oh iya, awalnya juga pump produk ini bekerja dengan baik, hingga akhirnya pada hari ke 5 tiba-tiba macet, aku sudah coba pencet-pencet tetep nggak bisa keluar dan akhirnya untuk mengambil produknya aku buka pumpnya.


Berukuran 20ml, tidak terlalu banyak seperti tipikal produk lokal yang ukurannya rata-rata memang kecil, tapi meskipun kecil ini cukup untuk 1 bulan pemakaian 2x sehari. 



Kemasan luarnya berbentuk box berbahan kertas, disegel dengan plastik juga. Informasi yang tercetak pada kemasan cukup lengkap, mulai dari komposisi, cara pemakaian, no bpom, dll.


Trus, 1 hal yang aku kurang suka dari kemasannya tuh karena tulisan yang tercetak di botol warnanya putih, jadi kurang bisa tertangkap kamera dengan natural lighting karena botolnya sendiri warna frosted white. 


Texture & Scent 


Teksturnya gel, bening dan sangat ringan. Ketika diratakan terasa kayak leleh jadi water drops, ini memberikan sensasi yang menyegarkan. Tidak ada kesan lengket sama sekali, setelah diratakan kulit tampak sedikit basah, tapi ketika terserap seluruhnya kulit jadi terasa lebih halus dan terlihat kenyal.



Nyaris tidak berbau, klaimnya bebas pewangi buatan jadi sangat cocok buat kalian yang sensitif terhadap wewangian dalam skincare entah itu artificial fragrance maupun tambahan wangi dari essential oils.


How to Use


Aku gunakan Teratu Weightless Oil Free Gel Moisturizer ini di pagi dan malam hari. Untuk pagi hari aku gunakan sebelum sunscreen, sementara di malam hari pada step terakhir skincare routine. Cukup 1-2 pumps untuk seluruh wajah dan leher. Ratakan dan pijat dengan lembut, kemudian tunggu hingga terserap baru tambahkan skincare lainnya, sunscreen atau sleeping mask. 



My Experience & the Results 


Pertama kali coba Teratu Weightless Oil Free Gel Moisturizer aku tidak mengira kalau produk ini tuh gabungan antara humektan, emollient dan occlusive sekaligus, aku kira dia bakal kayak pelembap lain berbentuk gel yang bakal humektan saja. Jujur, waktu ratain gelnya aku langsung punya good feeling, rasanya tuh beda! Dia ringan tapi masih ada bobotnya, eh gimana ya menjelaskannya, hahaha pakai bahasaku aja ya semoga bisa dimengerti. Ringan tapi bukan tipe yang cepat terserap trus hilang nggak ninggal efek lembap. Ini tuh beneran ninggal efek lembap tapi terasa ringan kayak nggak pakai apa-apa, trus ada thin layer yang awalnya aku kira ini bakal terasa silicony kemudian bakal pilling kalau ditimpa sunscreen, lagi-lagi aku salah! Nggak pilling sama sekali. Jadi memang produk ini sifatnya gabungan antara humektan, emollient dan occlusive. 


Sebelum pakai Teratu Weightless Oil Free Gel kondisi kulitku sedang ada kemerahan, beberapa jerawat, bengkak bakal jerawat, pori-pori besar, berminyak & ada beberapa bagian yang kering. Oh iya selain pemilik combination to oily skin, kulitku juga sensitif dan mudah berjerawat. 


Setelah 3 minggu pemakaian aku merasa kulitku lebih seimbang air dan minyaknya, lembapnya pas dan terhidrasi dengan sangat baik, ini bisa terlihat pada pori-poriku yang kayak mengecil padahal ini adalah efek hidrasi. Kemerahan berkurang dan percaya atau tidak, kulit bengkak dengan cikal bakal jerawat di dalamnya tidak jadi muncul, padahal berhari-hari sudah terasa nyeri, ehh dia lenyap. Aku rasa soothing agents di dalam produk ini yang ambil andil. Kulit terasa lebih halus, plumpy dan teksturnya kayak lebih baik. 



Ketika dipakai pada kulit yang kebetulan sedan iritasi dan berjerawat ini sama sekali tidak menimbulkan bad reactions seperti rasa cekit-cekit atau perih, formulanya benar-benar gentle dan sangat aman untuk kulitku yang sensitif. Selama memakai produk ini aku juga memperhatikan kulitku jadi jarang bermasalah, yang mana biasanya ada 1 atau 2 jerawat muncul ini nggak ada jerawat baru dalam 3 minggu. 


Conclusions 


Overall I really love this moisturizer! Auto masuk urutan teratas basic moisturizer ku. Kelembapan dan hidrasi yang diberikan benar-benar pas untuk kulitku, trus Teratu Weightless Oil Free Gel ini juga bantu banget atasi kemerahan yang mana merupakan permasalahan yang paling sering aku hadapi. 


Sebelum tahu harganya aku sudah berfikir kalau ini bakal sekitar 100 ribu keatas, ehh ternyata harganya nggak sampai 100 ribu! Bakal repurchase kalau sudah habis. Satu pengalaman yang kurang menyenangkan dengan produk ini adalah permasalahan pumpnya yang rusak, tapi ini nggak mempengaruhi kualitas produk di dalamnya sih. 


Where to buy 


Kalian bisa beli Teratu Weightless Oil Free Gel dan produk Teratu lainnya di Shopee, TikTok Shop & LazMall. Update info terbaru tentang Teratu Beauty dengan follow Instagram mereka teratubeauty



Tuesday, August 9, 2022

Lab on Hair - Hair Fall Control Shampoo & Ampoule Review, Atasi Rontok dan Menumbuhkan Rambut Lebih Cepat dalam 2 Minggu!



Rambut rontok masih menjadi permasalahan utama rambutku. Beberapa orang mengatakan bahwa itu adalah hal yang normal dan merupakan salah satu fase rambut. Seperti yang kita ketahui ada 3 fase rambut, yaitu fase anagen, fase telogen dan fase katagen. Diawali dengan fase anagen yang mana saat ini rambut mengalami pertumbuhan dan bertahan selama 2-6 tahun, kemudian dilanjutkan dengan fase telogen, nah di fase ini rambut akan rontok dan kemudian bakal tumbuh lagi dalam 2-3 bulan, terakhir fase katagen yang merupakan masa transisi sebelum rambut rontok selama 2-3 minggu. Jadi, memang benar kalau rontok itu normal, tapi kalau rontoknya tiap hari dan jumlahnya sudah tidak terkendali? Ini sudah tidak bisa dikatakan normal seperti yang aku alami. Apa penyebabnya? Pertama karena aku rutin mewarnai rambut, kedua penggunaan obat pelurus rambut yang dulu aku gunakan tiap 6 bulan, terakhir hormon pasca melahirkan. Saking banyaknya rambut yang rontok aku sampai punya beberapa bald spots dan yang paling kelihatan itu di bagian jidat sebelah kanan, tipis banget. 


Bertahun-tahun aku mencoba aneka perawatan rambut yang ada embel-embel untuk mengatasi rontok dan dalam pencarianku tentunya ada trial-error. Ada yang bikin tambah parah, ada yang lumayan bagus tapi ada efek lainnya, ada juga yang bagus banget lalu tiba-tiba sudah tidak diproduksi. Asli yang terakhir ini paling nyesek.


2 minggu belakangan ini aku lagi nyobain 2 produk perawatan rambut yang memang dikhususkan untuk rambut rontok, namanya Lab on Hair Hair Fall Control Shampoo & Ampoule, ini local brand loh dan pastinya sudah terdaftar BPOM! Brand ini fokusnya pada masalah rambut rontok dan secara alami merangsang pertumbuhan rambut baru, sesuai tagline mereka Growth Starts Here! 


Lab on Hair - Hair Fall Control Shampoo



Shampo dengan 4 kandungan utama (Redensyl, eMortal Pep, Ginger & Ginseng) dengan fokus untuk mengatasi rambut rontok,  memperkuat akarnya, menambah volume serta mempercepat pertumbuhan rambut. Klaimnya hanya dalam waktu 2 minggu produk ini bekerja dengan efektif mengurangi rontok dan memperkuat akar rambut. 


Main Ingredients


  • Redensyl : Ini merupakan kandungan yang telah dipatenkan. Mengurangi rambut rontok dan mempercepat pertumbuhan. Bekerja dengan cara menargetkan sel induk dan fibroblas manusia dari dermal papilla untuk meningkatkan pertumbuhan rambut sekaligus mengurangi kerontokan. 

  • eMortal Pep : Bahan alami yang bekerja mengaktifkan folikel rambut dermal papilla cell (HFDPC) di bawah kulit kepala. Sebagai booster sel induk untuk meningkatkan pertumbuhan rambut. 

  • Ginger : Memperkuat batang rambut, menguatkan akar dan folikel rambut, menstimulasi peredaran darah di kulit kepala serta mengurangi rontok. 

  • Ginseng : Merupakan antioksidan untuk kulit kepala serta membantu memperkuat akar dan folikel rambut. 


Packaging 


Kemasannya simple tapi terkesan estetik. Produk dikemas dalam botol pump berbahan plastik tebal berwarna hijau gelap yang hampir mengarah ke hitam. Berukuran 300ml, yang menurutku ini sudah ukuran yang pas untuk sebuah shampo. Botolnya yang model pump juga mempermudah untuk mengambil produk, tinggal pencet tanpa perlu ribet menuang yang mana ini kalau tangan kita sudah terlanjur basah beresiko bikin produk jatuh. 



Box terluarnya berbahan kertas warna abu-abu dengan berbagai informasi produk tercetak cukup lengkap, mulai dari cara pakai, kandungan, no bpom, dll. 


Texture & Scent 


Teksturnya sangat unik, aku baru pertama kali menemukan shampo dengan tekstur seperti ini. Gimana ya? Ini tuh agak padat mirip kayak karamel gitu, warnanya kuning keruh dengan sedikit kayak serpihan gitu di dalamnya yang ternyata ini adalah bulir dari ekstrak jahe. Uniknya lagi pas dipakai bulir-bulir ekstrak jahe ini mencair jadi busa. 



Ngomongin soal baunya, this is my fav! Sumpah baunya enak banget! Lemon segar yang bener-bener kayak buah aslinya baru diiris. Sama sekali tidak tercium artificial. 


How to Use


Tuangkan shampo lalu pijat dengan lembut pada rambut yang telah lebih dulu dibasahi. Diamkan selama 30 detik hingga terserap, lalu bilas hingga bersih. Aku biasanya pakai sampo ini 2 hari sekali or tiap kali aku merasa rambutku sudah lepek. 


Lab on Hair - Hair Fall Control Ampoule



Solusi ampuh untuk mempercepat pertumbuhan rambut, mengatasi rambut rontok dan yang menipis serta menguatkan dari akar hingga batang rambut. 


Main Ingredients


  • Aminexil : Memperlebar pembuluh darah dan memberikan aliran darah yang lebih baik ke folikel sehingga pertumbuhan rambut jadi lebih cepat. 

  • Biotin : Merangsang produksi keratin, meningkatkan laju pertumbuhan folikel rambut & mengurangi kerontokan. 

  • Ginger : Memperkuat batang rambut, menguatkan akar dan folikel rambut, menstimulasi peredaran darah di kulit kepala serta mengurangi rontok. 

  • Thuja Orientalis : Merupakan bahan alami yang biasanya digunakan klinik untuk  masalah penipisan rambut. Membantu mempercepat pertumbuhan rambut. 


Packaging


Kemasannya berbentuk dropper bottle berbahan kaca dengan warna olive green. Berukuran 60ml yang menurutku ini cukup besar untuk sebuah ampoule. Kemasan terluarnya sama kayak kemasan shamponya tadi, warna abu-abu. 



Texture & Scent


Teksturnya cair, bener-bener kayak air, ringan dan sama sekali tidak lengket maupun berminyak. Ketika menyentuh kulit kepala juga tidak menimbulkan reaksi buruk seperti cekit-cekit atau bikin kulit terasa terbakar/ panas. Untuk baunya ini tipikal bau herbal, kayak akar-akaran gitu yang lumayan kuat tapi kalian nggak perlu khawatir karena baunya ini nggak lingering alias cuma sementara. 



How to use


Sehabis keramas teteskan Lab on Hair - Hair Fall Control Ampoule ke telapak tangan. Seberapa banyak? Biasanya aku pakai setengah piper yang jika diteteskan ini sekitar 4-5 tetes. Ratakan ke kulit kepala sambil dipijat-pijat dengan lembut. Kemudian diamkan tanpa perlu dibilas. 


My Experience & the Results


Seperti yang telah aku tulis di atas bahwa aku telah mencoba 2 produk Lab on Hair ini selama 2 minggu, ini aku sengaja sih buat ngepasin sama klaim mereka untuk melihat beneran bekerja nggak produknya? Oh iya aku mau jelaskan dulu bagaimana kondisi rambutku sebelum menggunakan produk ini. Rambutku itu wavy dengan panjang sepunggung,bagian akar rambutnya berminyak sehingga mudah lepek sementara batangnya kering, rusak dan susah diatur. Aku juga punya masalah psoriasis di kulit kepala yang mana ini menambah beban keribetan ketika mencari produk perawatan rambut. Rontok parah apalagi jika disisir pake sisir, sehingga aku lebih sering menyisirnya pakai jari. Bagian depan, tepatnya jidat sebelah kanan sudah sangat tipis dan ada beberapa bald spots. 


Pertama kali mencoba jujur aku sangat terkesan dengan tekstur dan bau shamponya, ini bikin keramas lebih satisfying, hehe apalagi jika dilakukan di siang hari, asli seger banget! Busa yang dihasilkan shamponya standard sih bukan yang banyak banget juga bukan yang minim busa layaknya shampo bayi. 


Ketika dibilas ada kesan kasat di bagian batang rambut, tapi ini hanya sementara karena setelahnya rambut terasa lebih halus dan mudah disisir. Setelah keramas kulit kepala terasa segar dan lebih bersih, juga tidak menimbulkan gatal. Kepala juga kayak lebih enteng, aku rasa ini karena tiap helai rambut jadi lebih ringan. 


Setelahnya aku gunakan Lab on Hair - Hair Fall Control Ampoule. Ini sama sekali nggak ada rasa panas or kayak kebakar, soalnya aku ada pengalaman dengan produk sejenis yang malah bikin kulit kepala panas kayak terbakar, asli traumatic banget tapi syukurlah produk ini nggak kayak gitu. Baunya yang terkesan herbal banget juga cuma sementara, selanjutnya menghilang, apalagi ketika rambut sudah kering nyaris tak berbekas baunya. 


Bagaimana hasilnya setelah pemakaian 2 minggu? Kalian bisa lihat perbandingan 2 sisir di bawah ini. 



Foto sebelah kiri itu aku sisir setelah keramas dengan shampo lain sebelum memakai 2 produk Lab on Hair ini. Terlihat banyak banget kan rambut yang nyangkut di sisir? Oh iya ini tuh bukan sekali sisir, tapi aku selesai sisir rambut dari awal sampai bener-bener rapi. Foto sebelah kanan adalah setelah 2 minggu pemakaian, rontok masih ada tapi sudah sangat berkurang. 


Sekarang beralih ke bagian rambutku yang sudah sangat tipis, ada banyak baby hair bermunculan yang artinya ada rambut baru tumbuh!



Untuk klaim menambah volume rambut menurutku memang benar, karena setiap helai rambut jadi lebih ringan sehingga agak ngembang tapi nggak sampai megar banget gitu, trus bikin rambut ga mudah lepek. Di bawah ini adalah foto 2 hari setelah keramas pakai shampo merk lain (foto sebelah kiri) vs 2 hari setelah pakai Lab on Hair - Hair Fall Control Shampoo & Ampoule (foto sebelah kanan). Terlihat foto yang pakai shampo merk lain rambut mulai lepek sementara yang pakai Lab on Hair masih bervolume. 



Secara keseluruhan 2 produk ini bekerja sesuai klaimnya, hanya saja untuk hasil lebih optimal aku rasa butuh waktu lebih lama dan tentu aku bakal pakai produk ini terus sampai habis dan kemungkinan besar repurchase shamponya. Oh iya selain sesuai klaim,  penggunaan 2 produk ini juga membantu rambut lebih halus dan mudah diatur, sebelumnya rambutku itu gampang kusut karena bagian batangnya rusak parah. 


Where to Buy? 


Produk Lab on Hair bisa kalian dapatkan di Shopee. Untuk informasi tentang produk Lab on Hair kalian juga bisa follow Instagram mereka labonhair_id