Wednesday, September 28, 2022

Review Y.O.U Triple UV Elixir



Setelah sebelumnya mencoba sunscreen Y.O.U yang kemasannya warna ungu, Tone Up UV Elixir dan berhasil membuatku suka, kali ini aku cobain sunscreen terbaru mereka Triple UV Elixir. Sebenarnya nggak baru banget sih sunscreen ini, sudah beberapa bulan ada di pasaran cuma aku aja yang telat nyobain, hehe. Sempat nggak ada niat buat review tapi banyak yang nanyain apa bedanya Sunscreen Y.O.U yang warna ungu dan biru? Compare dong! Maka aku beli deh! Padahal aku masih ada 10 lebih sunscreen yang harus dihabiskan. Ya sudahlah, aku beli buat review dan untung harganya nggak mahal. 


Y.O.U Triple UV Elixir




Ini adalah hybrid sunscreen. Apa itu hybrid sunscreen? Sunscreen yang memiliki 2 kandungan Physical (Titanium Dioxide) dan Chemical (Ethylhexyl Methoxycinnamate, Diethylamino Hydroxybenzoyl Hexyl Benzoate, Octocrylene) untuk memberikan perlindungan. 


Dengan SPF50+ PA++++ sama seperti pendahulunya Tone Up UV Elixir. Cukup tinggi ya? Tapi kayaknya sekarang banyak local brand yang mengeluarkan sunscreen dengan SPF segini, kalau dulu biasanya SPF30 aja kayak udah tinggi. Selain itu, produk ini juga mengklaim bisa mengurangi efek radiasi dari blue light. Jujur, sebenarnya aku kurang begitu percaya dengan produk yang punya klaim semacam ini, jadi aku nggak prioritaskan sebuah produk harus ada penangkal blue light, hehe. Ini menurut aku pribadi ya, aku nggak ngajak kalian buat ikutan. 


Produk ini telah terdaftar BPOM, telah teruji secara klinis & 0% Alcohol. Trus maksud dari Triple pada nama produk ini apa dong? Pertama 3x perlindungan (UVA, UVB & Blue Light), ke 2 tekstur ringan, tanpa white cast & cooling sensation, ke 3 adalah formula yang menutrisi kulit, menenangkan, melembutkan dan menjaga kelembapan. 


Main Ingredients


  • Allantoin : Melembapkan kulit. 

  • Vitamin E : Melindungi kulit dari kerusakan serta menghaluskan. 

  • Niacinamide : Membantu mencerahkan kulit. 

  • Centella Asiatica : Menenangkan kulit yang sedang bermasalah. 


Full Ingredients 



Packaging


Kemasannya berbentuk tube berukuran 30ml. Tubenya glossy warna biru muda. Bagian tutupnya model ulir & lubangnya kecil. Kemasan luarnya plastik model standing pouch. Informasi yang tertera di kemasan luar terbilang lengkap, mulai dari kandungan, manfaat, cara pakai, dll. Oh iya, juga tertera kalau produk ini di produksi di China, seperti kebanyakan produk Y.O.U atau malah semuanya ya? 




Texture & Scent


Teksturnya mirip lotion, warna milky white agak kekuningan, padahal aku sempat mikir ini bakal agak biru, ehh ternyata nggak. Ringan, mudah diratakan, nggak lengket dan cepet meresap, mungkin karena ini water base. Benarkah ada cooling sensation? Menurutku kurang begitu terasa, bahkan ketika aku coba di tangan nggak terasa sama sekali. 



Baunya cukup kuat dan menempel, bahkan seharian aku bakal kebayang-bayang sama baunya. Baunya perpaduan bunga dan manis, enak sih sebenarnya tapi terlalu kuat aja buatku. 


How to Use


Karena ini lubangnya kecil, jadi takaran 2 jari saja kurang untuk seluruh wajah dan leherku, jadi biasanya aku pakai 2 jari untuk wajah saja dan tambahkan 1 jari untuk leher. Pemakaiannya di step terakhir am routine dan reapply setiap 2 jam sekali. Untuk membersihkannya aku selalu double cleansing dengan memakai cleansing balm dari Hanskin terlebih dahulu kemudian cleansing foam Thank You Farmer. 


My Experience


Ketika mencoba sunscreen aku selalu menggunakan 2 cara, pertama memakainya setelah pelembap, ke 2 memakainya tanpa pelembap. Cara ke 2 aku lakukan untuk melihat apakah sunscreen ini cukup melembapkan sehingga bisa skip pelembap atau nggak? Cara ke 2 juga bisa meminimalisir jika terjadi pilling dengan pemakaian cara pertama, tapi tentunya setelah dicoba dengan berbagai jenis pelembap terlebih dahulu. 


Pertama aku coba setelah menggunakan Teratu Weightless Oil Free Gel Moisturizer, ini adalah pelembap favorit yang sering aku pakai akhir-akhir ini. Teksturnya gel, dia perpaduan humektan, emollient & occlusive, finishnya bikin kulit halus dan terasa ada lapisan halus gitu. Nah, pas pakai ini sunscreennya jadi nggak terlalu meluncur dengan mudah ketika diratain, malahan sedikit kesat, trus bagian kulit yang agak kering malah terlihat banget dan ninggalin kayak putih-putih gitu. Ada white cast? Iya ada, cuma nggak terlalu parah dan nggak bikin kulit abu-abu. White cast juga lenyap kurang dari 1 jam. 




Bisa kalian lihat pada foto di atas, freshly applied tampak kulitku sedikit lebih cerah, tapi nggak abu-abu dan warnanya nggak jauh beda sama leherku.i Jika diperhatikan dengan saksama pada bagian dagu yang saat itu memang lagi kering teksturnya jadi lebih menonjol dan sunscreennya menggumpal di bagian tersebut. Setelah 2 jam, tepatnya sebelum reapply warnanya lebih menyatu dengan kulitku dan nggak ada minyak berlebih, minyaknya masih normal nggak yang minyakan banget kayak pas aku pakai sunscreen Fanbo. 


Hari ke 2 aku coba tanpa pelembap, tapi sebelumnya aku gunakan Oasea Oceanus Squalane + Tranexamic Spot Correcting Face Oil Serum, pikirku supaya permukaan kulit licin dan sunscreen mudah diratakan. Ternyata benar, jadi mudah diratakan dan whitecast lebih minim dibanding hari sebelumnya. Tidak ada penampakan kulit kering or gumpalan putih-putih yang tidak merata. Kali ini benar-benar bagus dan aku menyukainya! Kulit tampak halus, ada efek blur yang bikin bekas jerawat tersamarkan dan glowing. 


Bagaimana performanya? Aku sudah coba panas-panasan, waktu itu lagi terik banget aku jalan kaki ke posyandu & nggak terbakar, kulit aman nggak ada sensasi perih or cekit-cekit. Keringatku yang bercucuran juga nggak bikin sunscreennya pedih di mata. Btw, ini entah karena keringatku nggak terlalu banyak atau emang mataku nggak terlalu sensitif, soalnya ada yang bilang agak pedih pakai ini, lagi-lagi tiap orang beda ya! 


Bagaimana efeknya di kulitku yang gampang berjerawat? Seminggu berturut-turut aku memakai Y.O.U Triple UV Elixir nggak ada reaksi buruk, sejauh ini terpantau aman tidak menimbulkan jerawat baru. Sayangnya selama 1 minggu aku pakai tanpa pelembap kulitku jadi kering, keringnya tuh bukan yang pas diraba aja tapi sampai terasa agak kaku gitu kulitku. So, sunscreen ini nggak bisa aku pakai dengan skip moisturizer, cuma ya agak tricky harus cari mousturizer yang teksturnya agak licin supaya sunscreen mudah diratain. 


Apa Bedanya Sunscreen Y.O.U yang Ungu dan Biru? 



Karena banyak yang tanya apa bedanya sunscreen Y.O.U yang warna ungu dan biru? Berikut aku buat perbandingannya dengan singkat disertai foto tekstur keduanya. 


  1. Keduanya sama-sama hybrid sunscreen dengan SPF50 PA++++ & 0% Alcohol. 

  2. Yang ungu punya kandungan utama Hyaluronic Acid & Sunflower seed oil, sementara yang biru Allantoin, Vitamin E, Niacinamide & Centella Asiatica extract. 

  3. Teksturnya yang ungu lebih kental dan warnanya agak keunguan, sementara yang biru lebih encer dengan hints kekuningan. 

  4. Keduanya sama-sama tricky ketika diratakan di wajah, tergantung base sebelumnya. 

  5. Memiliki aroma yang sama, kombinasi bunga dan manis. 

  6. Sama-sama whitecast tapi tidak abu-abu, lebih ke tone up, bikin kulit tampak halus, trus yang biru lebih minim lagi whitecastnya. 

  7. Finishnya sama, dewy & agak glowing. 

  8. Sama-sama no bad reactions buat kulit acne-prone & nggak bikin kulit minyakan. 

  9. Yang ungu punya klaim soothes dan beneran lumayan bisa nenangin jerawat, sementara yang biru klaim cooling sensationnya nggak bisa aku rasain. 

  10. Untuk kulitku yang combination to oily yang biru bikin kering jika dipakai tanpa pelembap terlebih dahulu, sementara yang ungu masih aman dan nggak bikin kering jika skip pelembap. 

  11. Untuk ukuran  dan harga yang biru 30ml Rp. 45.000 sementara yang ungu 40ml Rp. 60.000



Conclusion


Menurutku dari segi tekstur Y.O.U Triple UV Elixir ini emang lebih bagus dibanding yang ungu, sementara soal whitecast karena yang ungu kan memang tone up makanya lebih terlihat. Jika disuruh memilih agak susah sih, dari segi teksturnya aku suka yang biru, tapi selebihnya aku suka yang ungu. Coba kalau yang ungu teksturnya kayak yang biru, hehe bakal nyaris sempurna. 


Kalian bisa beli Y.O.U Triple UV Elixir maupun Tone Up UV Elixir di shopee



Friday, September 9, 2022

Review Sheet Mask 3 Ribuan, Stacey Sheet Mask Celestial 01,02 & 03



Bagi beberapa orang sheet mask menjadi pilihan terakhir untuk dibeli dan dijadikan sebagai perawatan wajah. Kenapa? Harganya terbilang mahal untuk sebuah produk sekali pakai, setidaknya 10 ribuan, trus tidak ramah lingkungan karena menambah jumlah sampah. Meskipun sebenarnya banyak juga brand sheet mask yang menggunakan bahan ramah lingkungan tapi sayangnya semakin ramah lingkungan semakin tidak ramah di kantong, hehe. Ada loh sheet mask murah beredar bahkan harganya di bawah 2 ribuan! Iya banyak banget di Shopee tapi kebanyakan adalah brand China abu-abu. Nah, kalo local brand ada nggak? Kapan hari aku scroll Shopee menemukan Madame Gie punya sheet mask yang harganya hanya 3 ribuan! Trus, ada sister barandnya Stacey yang juga punya sheet mask 3 ribuan. Penasaran membuatku langsung checkout semua varian, tapi kali ini aku mau review si Stacey terlebih dahulu. 


Stacey, new local brand yang belum banyak info tentangnya bisa aku dapatkan. Sumpah aku sudah berusaha cari tahu tapi nggak ketemu, yang aku tahu ini sister brand Madame Gie karena pas itu Madame Gie brand day dia masuk ke dalam list gitu, trus di keterangan produknya pakai kata-kata yang mirip sama Madame Gie, 1 admin kali ya? hahahaha. Saat ini Stacey baru ada produk masker-maskeran, ada sheet mask, eye mask dan satu lagi gel mask. 


Kok bisa harganya murah? Yang langsung terlintas di pikiranku, pasti pabrikan China! Yes! Jadi nggak ada bedanya dong sama sheet mask murah yang harganya 2 ribuan? Bedanya ini sudah terdaftar BPOM jadi harusnya lebih aman untuk digunakan, sementara kualitasnya sendiri belum tahu? Tapi seperti halnya produk Madame Gie dan beberapa local brand lain banyak juga yang pabrikan di China supaya bisa jual dengan harga murah. 


STACEY CELESTIAL SHEET MASK


Saat ini Stacey punya 3 varian sheet mask yang menurutku serba simple, mulai dari kemasan hingga namanya. Namanya cuma Celestial 01, 02 dan 03, trus tanpa keterangan ini 01 buat apa? Cuma tertera beberapa main ingredients di bagian depan & belakang kemasan. Ini yang beli disuruh mikir sendiri? Hahahaha. 


Kemasannya minimalist, tanpa ada gambar  yang ramai dan dengan bahan yang permukaannya doff sehingga membuatnya tidak terkesan murah. Celestial 01 dengan warna coklat, Celestial 02 warna biru dan Celestial 03 warna hijau.


Informasi yang tercetak di kemasan cukup lengkap, mulai dari main ingredients, full ingredients, cara pemakaian hingga no BPOM. 


Sekarang aku mau bahas tentang material maskernya yang menurutku cukup bagus untuk sebuah masker 3 ribuan. Bahannya tipis banget dan stretchy, trus ada lembaran pemisah supaya memudahkan kita untuk membuka maskernya yang terlipat, padahal kayak gini biasanya ada di masker yang harganya jauh lebih mahal. 



Ukurannya juga pas untuk wajahku dan bagian lubangnya bukan tipe yang gede banget, malahan cenderung kecil tapi bisa ditarik supaya pas, hanya saja tidak ada cutout di bagian luar, tapi tidak masalah karena bahan maskernya stretchy jadi tetep mudah buat ngepasin ke wajah. 


Bagaimana dengan essence dan performanya? Aku akan bahas 1 per 1 tiap varian. 


Stacey - Celestial 01



Kandungan utamanya 2x Hyaluronate, Astaxanthin & Sylibum Marinum Extract. Kalau melihat kandungannya ini fokusnya buat melembapkan, menghidrasi, antioksidan & anti-aging. 


Memiliki watery essence dengan sedikit kekentalan, bening, tidak lengket dan mudah terserap. Baunya lembut, tipikal bau yang nggak menyengat dan ada soft soothing sensation selama digunakan. 



Selama 15 menit essence mulai terserap dan lembaran tampak kering. Ketika aku angkat nggak banyak essence tersisa di wajahku. Aku ratain terasa agak kesat dan matte,trus pas aku bercermin aku melihat kulitku tampak lebih cerah. 


Ada efek oil kontrol yang aku rasakan, tapi kemudian dalam waktu 1 jam kulitku jadi kering banget, efek lembapnya beneran nggak ada. 


Rate : 3/5


Stacey - Celestial 02



Dengan Zinc PCA, Ceramide & Tea Tree, langsung terlintas di pikiranku kalau ini untuk jerawat. Selain itu kandungan Ceramide bagus buat skin barrier. 


Tekstur essence nya sama kayak Celestial 01, bedanya ini sedikit ada kesan slippery, selebihnya sama mudah terserap serta non sticky. Untuk baunya ini ada sedikit aroma mint dan soft soothing sensation. 



Setelah 15 menit lembaran aku angkat essence yang tersisa di kulit terasa licin ketika diratain, aku lebih suka essence semacam ini dibanding yang ringan banget tapi kemudian hilang begitu saja. 


Bagaimana hasilnya? Kulit terasa lebih lembut dan ada efek lembapnya dibandingkan Celestial 01. Sayangnya keesokan harinya muncul pustules di bawah hidung, meskipun kurang dari 1 hari langsung hilang nanahnya tapi ninggal bekas merah yang harus aku timpa dengan soothing cream supaya reda. 


Rate 2,5/5


Stacey - Celestial 03



Kandungan utamanya ada Niacinamide, Ascorbic Acid & Squalane, pasti buat pencerah! Juga sebagai antioksidan dan anti inflamasi. 


Secara garis besar ini essencenya sama persis kayak Celestial 01, watery, nggak lengket dan cepat terserap. Sementara untuk baunya ini unik, aku mencium ada sedikit bau sirsak? Oh iya trus ini nggak ada efek soothingnya. 



Di antara 3 masker menurutku ini yang paling gagal di aku. Why? Setelah 15 menit lembaran aku angkat kulitku malah terasa matte dan ketarik. Ini bikin jerawat kering tapi kulitnya juga ikutan kering, lalu beberapa menit kemudian kulitku malah gatel-gatel parah sampai bagian jidat merah. 


Rate 2/5


Conclusions 


Apa yang kamu harapkan dari masker 3 ribuan? Hehe. Gimana ya, dibanding kelebihan ini lebih banyak kekurangannya. So, aku pribadi nggak akan repurchase. Harganya murah sih, tapi kalau efek setelahnya malah harus mengeluarkan banyak biaya buat penyembuhan? Tapi semua balik lagi tergantung jenis kulit, mungkin kulitku terlalu sensitif? Bisa saja di kulit kalian ini bagus, untuk mengetahuinya yaa coba saja sendiri. Beli di sini





Thursday, August 18, 2022

Review Teratu Weightless Oil Free Gel Moisturizer, Pelembap Paling Nyaman untuk Kulit Berminyak



Sebagai pemilik kulit yang cenderung berminyak tidak mudah bagiku menemukan pelembap yang benar-benar nyaman di kulit. Bahkan dulu aku pernah berfikir kalau kulitku sudah berminyak jadi aku tidak butuh pelembap, hehe jangan ditiru ya pemikiran macam ini. Saat itu aku merasa penggunaan pelembap justru membuat kulitku semakin berminyak, ditambah jaman dulu produk perawatan kulit masih terbatas tidak seperti sekarang yang sangat banyak pilihannya. Ada banyak jenis pelambap bisa kita jumpai dipasaran dan fungsinya tidak melulu cuma buat melembapkan, ada yang buat memperkuat skin barrier,  menenangkan kulit, dll. Jenis dan teksturnya pun juga sangat beragam, mulai yang paling thick bentuk balm,  hingga yang ringan berbentuk gel. Lalu, pelembap yang seperti apa sih yang paling nyaman untuk kulit berminyak? Selama kurang lebih 5 tahun aku explore coba aneka jenis pelembap, bagiku pelembap berbentuk gel yang paling nyaman, tapi sayang beberapa pelembap jenis ini sifatnya hanya humektan yang bekerja menarik kelembapan dari luar ke dalam kulit, trus untuk kulitku ini kayak langsung menguap setelah terserap atau efek lembapnya sementara. 


Beberapa waktu yang lalu aku berkesempatan untuk mencoba produk terbaru dari Teratu, yaitu Weightless Oil Free Gel Moisturizer. Sebelum bahas produknya lebih lanjut,  mari kenalan dulu dengan brand ini. Mungkin banyak diantara kalian yang belum tahu, Teratu ini punya beauty vlogger Alifah Ratu yang mana produk-produknya memang  difokuskan untuk pemilik acne-prone & sensitive skin sesuai dengan permasalahan kulit yang dia punya. Aku ngikutin pas dia lagi breakout dan itu bener-bener butuh perjuangan, aku pernah breakout parah jadi tahu gimana rasanya.


Teratu -  Weightless Oil Free Gel Moisturizer 

 


Product's Information 


Name : Weightless Oil Free Gel Moisturizer 

Brand : Teratu Beauty 

Volume : 20 ml

No. BPOM : NA18220103517

Price : Rp. 85.000


Dari namanya saja sudah ketahuan kalau ini adalah produk pelembap kulit berbentuk gel ringan yang diformulasikan oil free atau tanpa kandungan minyak. Nah, biasanya kandungan minyak dalam pelembap nih yang kadang bikin kulit malah terasa berminyak ketika memakainya. Beberapa ahli dermatologi mengatakan kalau kandungan oil dalam pelembap itu memang  lebih direkomendasikan untuk pemilik  kulit kering, sensitif atau yang punya eczema. 


Teratu Weightless Oil Free Gel Moisturizer ini selain diformulasikan bebas minyak juga bebas alkohol, paraben, pewarna dan pewangi buatan. Produk ini juga aman untuk digunakan ibu hamil dan menyusui. All skin-types bisa pakai dan berusia 16 tahun keatas. 


Main Ingredients


  • 2 Peptides (Palmitoyl Tripeptide-1 & Palmitoyl Tetrapeptide-7) : Duo Peptides ini menstimulasi pembentukan kolagen pada kulit yang membantu menyamarkan garis halus dan kerutan, serta mengatasi kemerahan atau anti-inflamasi. Selain itu juga membuat kulit lebih kencang dan plumpy. 

  • Hyaluronic Acid : membantu menghidrasi kulit dengan cara mengikat molekul air sehingga kelembapan kulit akan meningkat. 

  • Centella Asiatica Extract, Green Tea Extract & Aloe Vera Extract : merupakan Soothing Agents yang membantu meredakan kemerahan, inflamasi, mempercepat penyembuhan bekas jerawat, garis halus, sunburn, dll. 

  • Ceramide & Cholesterol : merawat dan memperbaiki skin barrier. 



Full Ingredients 


Aqua, Glycerin, Aloe Barbadensis Leaf, Propanediol, Betaine, Propylene Glycol, Butylene Glycol, Hyaluronic Acid, Camellia Sintesis (Leaf) Extract, Palmitoyl Tripeptide-1, Palmitoyl Tripeptide-7, Ceramide-3, Centella Asiatica Leaf Extract, Allantoin, Hydrogenated Lecithin, Cholesterol, Caprylic/ Capric Triglyceride, Deoxyphytantriyl Palmitate MEA, Ethylhexylglycerin, Polyacrylic Acid, Phenoxyethanol, Diazolidinyl Urea, Sodium Benzoate, Triethanolamine, Disodium EDTA, Carbomer, Polysorbate 20, Cyclohexane


Packaging


Dikemas dalam botol pump berbahan kaca warna frosted white. Aku suka pelembap dengan kemasan seperti ini dibandingkan kemasan  jar karena menurutku lebih higienis, hanya saja kekurangannya agak sulit buat ngambil produknya ketika sisa sedikit. Oh iya, awalnya juga pump produk ini bekerja dengan baik, hingga akhirnya pada hari ke 5 tiba-tiba macet, aku sudah coba pencet-pencet tetep nggak bisa keluar dan akhirnya untuk mengambil produknya aku buka pumpnya.


Berukuran 20ml, tidak terlalu banyak seperti tipikal produk lokal yang ukurannya rata-rata memang kecil, tapi meskipun kecil ini cukup untuk 1 bulan pemakaian 2x sehari. 



Kemasan luarnya berbentuk box berbahan kertas, disegel dengan plastik juga. Informasi yang tercetak pada kemasan cukup lengkap, mulai dari komposisi, cara pemakaian, no bpom, dll.


Trus, 1 hal yang aku kurang suka dari kemasannya tuh karena tulisan yang tercetak di botol warnanya putih, jadi kurang bisa tertangkap kamera dengan natural lighting karena botolnya sendiri warna frosted white. 


Texture & Scent 


Teksturnya gel, bening dan sangat ringan. Ketika diratakan terasa kayak leleh jadi water drops, ini memberikan sensasi yang menyegarkan. Tidak ada kesan lengket sama sekali, setelah diratakan kulit tampak sedikit basah, tapi ketika terserap seluruhnya kulit jadi terasa lebih halus dan terlihat kenyal.



Nyaris tidak berbau, klaimnya bebas pewangi buatan jadi sangat cocok buat kalian yang sensitif terhadap wewangian dalam skincare entah itu artificial fragrance maupun tambahan wangi dari essential oils.


How to Use


Aku gunakan Teratu Weightless Oil Free Gel Moisturizer ini di pagi dan malam hari. Untuk pagi hari aku gunakan sebelum sunscreen, sementara di malam hari pada step terakhir skincare routine. Cukup 1-2 pumps untuk seluruh wajah dan leher. Ratakan dan pijat dengan lembut, kemudian tunggu hingga terserap baru tambahkan skincare lainnya, sunscreen atau sleeping mask. 



My Experience & the Results 


Pertama kali coba Teratu Weightless Oil Free Gel Moisturizer aku tidak mengira kalau produk ini tuh gabungan antara humektan, emollient dan occlusive sekaligus, aku kira dia bakal kayak pelembap lain berbentuk gel yang bakal humektan saja. Jujur, waktu ratain gelnya aku langsung punya good feeling, rasanya tuh beda! Dia ringan tapi masih ada bobotnya, eh gimana ya menjelaskannya, hahaha pakai bahasaku aja ya semoga bisa dimengerti. Ringan tapi bukan tipe yang cepat terserap trus hilang nggak ninggal efek lembap. Ini tuh beneran ninggal efek lembap tapi terasa ringan kayak nggak pakai apa-apa, trus ada thin layer yang awalnya aku kira ini bakal terasa silicony kemudian bakal pilling kalau ditimpa sunscreen, lagi-lagi aku salah! Nggak pilling sama sekali. Jadi memang produk ini sifatnya gabungan antara humektan, emollient dan occlusive. 


Sebelum pakai Teratu Weightless Oil Free Gel kondisi kulitku sedang ada kemerahan, beberapa jerawat, bengkak bakal jerawat, pori-pori besar, berminyak & ada beberapa bagian yang kering. Oh iya selain pemilik combination to oily skin, kulitku juga sensitif dan mudah berjerawat. 


Setelah 3 minggu pemakaian aku merasa kulitku lebih seimbang air dan minyaknya, lembapnya pas dan terhidrasi dengan sangat baik, ini bisa terlihat pada pori-poriku yang kayak mengecil padahal ini adalah efek hidrasi. Kemerahan berkurang dan percaya atau tidak, kulit bengkak dengan cikal bakal jerawat di dalamnya tidak jadi muncul, padahal berhari-hari sudah terasa nyeri, ehh dia lenyap. Aku rasa soothing agents di dalam produk ini yang ambil andil. Kulit terasa lebih halus, plumpy dan teksturnya kayak lebih baik. 



Ketika dipakai pada kulit yang kebetulan sedan iritasi dan berjerawat ini sama sekali tidak menimbulkan bad reactions seperti rasa cekit-cekit atau perih, formulanya benar-benar gentle dan sangat aman untuk kulitku yang sensitif. Selama memakai produk ini aku juga memperhatikan kulitku jadi jarang bermasalah, yang mana biasanya ada 1 atau 2 jerawat muncul ini nggak ada jerawat baru dalam 3 minggu. 


Conclusions 


Overall I really love this moisturizer! Auto masuk urutan teratas basic moisturizer ku. Kelembapan dan hidrasi yang diberikan benar-benar pas untuk kulitku, trus Teratu Weightless Oil Free Gel ini juga bantu banget atasi kemerahan yang mana merupakan permasalahan yang paling sering aku hadapi. 


Sebelum tahu harganya aku sudah berfikir kalau ini bakal sekitar 100 ribu keatas, ehh ternyata harganya nggak sampai 100 ribu! Bakal repurchase kalau sudah habis. Satu pengalaman yang kurang menyenangkan dengan produk ini adalah permasalahan pumpnya yang rusak, tapi ini nggak mempengaruhi kualitas produk di dalamnya sih. 


Where to buy 


Kalian bisa beli Teratu Weightless Oil Free Gel dan produk Teratu lainnya di Shopee, TikTok Shop & LazMall. Update info terbaru tentang Teratu Beauty dengan follow Instagram mereka teratubeauty



Tuesday, August 9, 2022

Lab on Hair - Hair Fall Control Shampoo & Ampoule Review, Atasi Rontok dan Menumbuhkan Rambut Lebih Cepat dalam 2 Minggu!



Rambut rontok masih menjadi permasalahan utama rambutku. Beberapa orang mengatakan bahwa itu adalah hal yang normal dan merupakan salah satu fase rambut. Seperti yang kita ketahui ada 3 fase rambut, yaitu fase anagen, fase telogen dan fase katagen. Diawali dengan fase anagen yang mana saat ini rambut mengalami pertumbuhan dan bertahan selama 2-6 tahun, kemudian dilanjutkan dengan fase telogen, nah di fase ini rambut akan rontok dan kemudian bakal tumbuh lagi dalam 2-3 bulan, terakhir fase katagen yang merupakan masa transisi sebelum rambut rontok selama 2-3 minggu. Jadi, memang benar kalau rontok itu normal, tapi kalau rontoknya tiap hari dan jumlahnya sudah tidak terkendali? Ini sudah tidak bisa dikatakan normal seperti yang aku alami. Apa penyebabnya? Pertama karena aku rutin mewarnai rambut, kedua penggunaan obat pelurus rambut yang dulu aku gunakan tiap 6 bulan, terakhir hormon pasca melahirkan. Saking banyaknya rambut yang rontok aku sampai punya beberapa bald spots dan yang paling kelihatan itu di bagian jidat sebelah kanan, tipis banget. 


Bertahun-tahun aku mencoba aneka perawatan rambut yang ada embel-embel untuk mengatasi rontok dan dalam pencarianku tentunya ada trial-error. Ada yang bikin tambah parah, ada yang lumayan bagus tapi ada efek lainnya, ada juga yang bagus banget lalu tiba-tiba sudah tidak diproduksi. Asli yang terakhir ini paling nyesek.


2 minggu belakangan ini aku lagi nyobain 2 produk perawatan rambut yang memang dikhususkan untuk rambut rontok, namanya Lab on Hair Hair Fall Control Shampoo & Ampoule, ini local brand loh dan pastinya sudah terdaftar BPOM! Brand ini fokusnya pada masalah rambut rontok dan secara alami merangsang pertumbuhan rambut baru, sesuai tagline mereka Growth Starts Here! 


Lab on Hair - Hair Fall Control Shampoo



Shampo dengan 4 kandungan utama (Redensyl, eMortal Pep, Ginger & Ginseng) dengan fokus untuk mengatasi rambut rontok,  memperkuat akarnya, menambah volume serta mempercepat pertumbuhan rambut. Klaimnya hanya dalam waktu 2 minggu produk ini bekerja dengan efektif mengurangi rontok dan memperkuat akar rambut. 


Main Ingredients


  • Redensyl : Ini merupakan kandungan yang telah dipatenkan. Mengurangi rambut rontok dan mempercepat pertumbuhan. Bekerja dengan cara menargetkan sel induk dan fibroblas manusia dari dermal papilla untuk meningkatkan pertumbuhan rambut sekaligus mengurangi kerontokan. 

  • eMortal Pep : Bahan alami yang bekerja mengaktifkan folikel rambut dermal papilla cell (HFDPC) di bawah kulit kepala. Sebagai booster sel induk untuk meningkatkan pertumbuhan rambut. 

  • Ginger : Memperkuat batang rambut, menguatkan akar dan folikel rambut, menstimulasi peredaran darah di kulit kepala serta mengurangi rontok. 

  • Ginseng : Merupakan antioksidan untuk kulit kepala serta membantu memperkuat akar dan folikel rambut. 


Packaging 


Kemasannya simple tapi terkesan estetik. Produk dikemas dalam botol pump berbahan plastik tebal berwarna hijau gelap yang hampir mengarah ke hitam. Berukuran 300ml, yang menurutku ini sudah ukuran yang pas untuk sebuah shampo. Botolnya yang model pump juga mempermudah untuk mengambil produk, tinggal pencet tanpa perlu ribet menuang yang mana ini kalau tangan kita sudah terlanjur basah beresiko bikin produk jatuh. 



Box terluarnya berbahan kertas warna abu-abu dengan berbagai informasi produk tercetak cukup lengkap, mulai dari cara pakai, kandungan, no bpom, dll. 


Texture & Scent 


Teksturnya sangat unik, aku baru pertama kali menemukan shampo dengan tekstur seperti ini. Gimana ya? Ini tuh agak padat mirip kayak karamel gitu, warnanya kuning keruh dengan sedikit kayak serpihan gitu di dalamnya yang ternyata ini adalah bulir dari ekstrak jahe. Uniknya lagi pas dipakai bulir-bulir ekstrak jahe ini mencair jadi busa. 



Ngomongin soal baunya, this is my fav! Sumpah baunya enak banget! Lemon segar yang bener-bener kayak buah aslinya baru diiris. Sama sekali tidak tercium artificial. 


How to Use


Tuangkan shampo lalu pijat dengan lembut pada rambut yang telah lebih dulu dibasahi. Diamkan selama 30 detik hingga terserap, lalu bilas hingga bersih. Aku biasanya pakai sampo ini 2 hari sekali or tiap kali aku merasa rambutku sudah lepek. 


Lab on Hair - Hair Fall Control Ampoule



Solusi ampuh untuk mempercepat pertumbuhan rambut, mengatasi rambut rontok dan yang menipis serta menguatkan dari akar hingga batang rambut. 


Main Ingredients


  • Aminexil : Memperlebar pembuluh darah dan memberikan aliran darah yang lebih baik ke folikel sehingga pertumbuhan rambut jadi lebih cepat. 

  • Biotin : Merangsang produksi keratin, meningkatkan laju pertumbuhan folikel rambut & mengurangi kerontokan. 

  • Ginger : Memperkuat batang rambut, menguatkan akar dan folikel rambut, menstimulasi peredaran darah di kulit kepala serta mengurangi rontok. 

  • Thuja Orientalis : Merupakan bahan alami yang biasanya digunakan klinik untuk  masalah penipisan rambut. Membantu mempercepat pertumbuhan rambut. 


Packaging


Kemasannya berbentuk dropper bottle berbahan kaca dengan warna olive green. Berukuran 60ml yang menurutku ini cukup besar untuk sebuah ampoule. Kemasan terluarnya sama kayak kemasan shamponya tadi, warna abu-abu. 



Texture & Scent


Teksturnya cair, bener-bener kayak air, ringan dan sama sekali tidak lengket maupun berminyak. Ketika menyentuh kulit kepala juga tidak menimbulkan reaksi buruk seperti cekit-cekit atau bikin kulit terasa terbakar/ panas. Untuk baunya ini tipikal bau herbal, kayak akar-akaran gitu yang lumayan kuat tapi kalian nggak perlu khawatir karena baunya ini nggak lingering alias cuma sementara. 



How to use


Sehabis keramas teteskan Lab on Hair - Hair Fall Control Ampoule ke telapak tangan. Seberapa banyak? Biasanya aku pakai setengah piper yang jika diteteskan ini sekitar 4-5 tetes. Ratakan ke kulit kepala sambil dipijat-pijat dengan lembut. Kemudian diamkan tanpa perlu dibilas. 


My Experience & the Results


Seperti yang telah aku tulis di atas bahwa aku telah mencoba 2 produk Lab on Hair ini selama 2 minggu, ini aku sengaja sih buat ngepasin sama klaim mereka untuk melihat beneran bekerja nggak produknya? Oh iya aku mau jelaskan dulu bagaimana kondisi rambutku sebelum menggunakan produk ini. Rambutku itu wavy dengan panjang sepunggung,bagian akar rambutnya berminyak sehingga mudah lepek sementara batangnya kering, rusak dan susah diatur. Aku juga punya masalah psoriasis di kulit kepala yang mana ini menambah beban keribetan ketika mencari produk perawatan rambut. Rontok parah apalagi jika disisir pake sisir, sehingga aku lebih sering menyisirnya pakai jari. Bagian depan, tepatnya jidat sebelah kanan sudah sangat tipis dan ada beberapa bald spots. 


Pertama kali mencoba jujur aku sangat terkesan dengan tekstur dan bau shamponya, ini bikin keramas lebih satisfying, hehe apalagi jika dilakukan di siang hari, asli seger banget! Busa yang dihasilkan shamponya standard sih bukan yang banyak banget juga bukan yang minim busa layaknya shampo bayi. 


Ketika dibilas ada kesan kasat di bagian batang rambut, tapi ini hanya sementara karena setelahnya rambut terasa lebih halus dan mudah disisir. Setelah keramas kulit kepala terasa segar dan lebih bersih, juga tidak menimbulkan gatal. Kepala juga kayak lebih enteng, aku rasa ini karena tiap helai rambut jadi lebih ringan. 


Setelahnya aku gunakan Lab on Hair - Hair Fall Control Ampoule. Ini sama sekali nggak ada rasa panas or kayak kebakar, soalnya aku ada pengalaman dengan produk sejenis yang malah bikin kulit kepala panas kayak terbakar, asli traumatic banget tapi syukurlah produk ini nggak kayak gitu. Baunya yang terkesan herbal banget juga cuma sementara, selanjutnya menghilang, apalagi ketika rambut sudah kering nyaris tak berbekas baunya. 


Bagaimana hasilnya setelah pemakaian 2 minggu? Kalian bisa lihat perbandingan 2 sisir di bawah ini. 



Foto sebelah kiri itu aku sisir setelah keramas dengan shampo lain sebelum memakai 2 produk Lab on Hair ini. Terlihat banyak banget kan rambut yang nyangkut di sisir? Oh iya ini tuh bukan sekali sisir, tapi aku selesai sisir rambut dari awal sampai bener-bener rapi. Foto sebelah kanan adalah setelah 2 minggu pemakaian, rontok masih ada tapi sudah sangat berkurang. 


Sekarang beralih ke bagian rambutku yang sudah sangat tipis, ada banyak baby hair bermunculan yang artinya ada rambut baru tumbuh!



Untuk klaim menambah volume rambut menurutku memang benar, karena setiap helai rambut jadi lebih ringan sehingga agak ngembang tapi nggak sampai megar banget gitu, trus bikin rambut ga mudah lepek. Di bawah ini adalah foto 2 hari setelah keramas pakai shampo merk lain (foto sebelah kiri) vs 2 hari setelah pakai Lab on Hair - Hair Fall Control Shampoo & Ampoule (foto sebelah kanan). Terlihat foto yang pakai shampo merk lain rambut mulai lepek sementara yang pakai Lab on Hair masih bervolume. 



Secara keseluruhan 2 produk ini bekerja sesuai klaimnya, hanya saja untuk hasil lebih optimal aku rasa butuh waktu lebih lama dan tentu aku bakal pakai produk ini terus sampai habis dan kemungkinan besar repurchase shamponya. Oh iya selain sesuai klaim,  penggunaan 2 produk ini juga membantu rambut lebih halus dan mudah diatur, sebelumnya rambutku itu gampang kusut karena bagian batangnya rusak parah. 


Where to Buy? 


Produk Lab on Hair bisa kalian dapatkan di Shopee. Untuk informasi tentang produk Lab on Hair kalian juga bisa follow Instagram mereka labonhair_id




Thursday, July 21, 2022

Hello, I'm Back!

Hello, setelah 4 bulan lebih tidak ada tulisan baru di blog ku ini akhirnya aku kembali dengan niat mau mulai aktif menulis lagi. Baru niat sih ya, hehe.

Kemana saja 4 bulan ini? Di rumah, mengurus bayi atau lebih tepatnya aku masih menikmati hari-hariku sebagai ibu baru. Rencana awal aku mau libur menulis 1 bulan sebelum dan sesudah melahirkan, tapi kenyataan tidak sesuai rencana. Aku harus banyak belajar dan beradaptasi dengan kehidupan baruku. Sempat mengira kalau dulunya aku terbiasa begadang maka bukanlah hal yang sulit kalo harus begadang jagain bayi, ternyata tidak semudah itu. Perasann seneng, capek, dll campur jadi 1,bahkan aku juga mengalami yang namanya baby blues, hiks next time mungkin bakal aku ceritakan pengalamanku mulai dari hamil hingga my baby girl Luin lahir, wkwkwkw apakah bakal jadi parenting blog? Nggak kok, aku selipin dikit aja kali ya. 

Sekarang di usia bayiku yang sudah 3 bulan dia lebih bisa diatur, I mean aku sudah mulai paham pola dia lapar, ngantuk, ingin main, ingin digendong, dll jadi aku sudah bisa atur waktu kapan bisa foto produk dan kapan menulis? 

Aku sangat suka mencoba produk baru dan membagikan pengalamanku, so aku harap menulis dan mengurus bayi bisa berjalan berdampingan. Ada banyak produk baru yang menanti untuk aku coba! 


Friday, March 4, 2022

Review Scarlett Yordania Sea Salt Shampoo & Conditioner, Bye Ketombe & Rambut Lepek!




Finally, setelah sebelumnya aku cobain skincare dan bodycare dari Scarlett sekarang aku bisa cobain hair care mereka!  Sebenarnya aku sudah eyeing hair care mereka sejak kemasannya masih berbentuk jar (kemasan lama) tapi baru keturutan sekarang pas mereka sudah ganti kemasan yang menurutku kemasan yang sekarang malah lebih bagus. 


Dari namanya saja langsung ketahuan yaa apa kandungan utama dari hair care mereka ini? Yups, Shampoo & Conditioner ini mengandung Yordania Sea Salt. Ngomong-ngomong apa sih manfaat Sea Salt untuk rambut? 


  • Membantu mengurangi minyak berlebih di kulit kepala. 

  • Mengatasi rambut lepek. 

  • Merawat rambut yang mudah patah dan rontok. 

  • Mengurangi ketombe. 

  • Merangsang pertumbuhan rambut. 

  • Memperkuat folikel rambut. 


Banyak banget kan manfaatnya? Dan kayaknya pas banget dengan permasalahan rambutku. 


Scarlett Yordania Sea Salt Shampoo



Scarlett Yordania Sea Salt Shampoo ini fungsi utamanya untuk membersihkan kulit kepala, mengontrol kadar minyak, menguatkan akar rambut, memberikan volume, menyehatkan folikel & membuat rambut lebih berkilau. 


Dikemas dalam botol bentuk arch, botolnya transparan dengan stiker biru dan tutup model flip top warna putih. Ada emboss Scarlett di bagian tutup dan bawah botol depan belakang. Jujur aku lebih suka bentuk botol mereka ini daripada botol produk lainnya. 



Tanpa box, produk ini hanya bersegel plastik, meskipun begitu semua informasi tercetak cukup lengkap di stiker yang tertempel pada botol. Oh iya, di bagian samping botol ada stiker hologram dengan QR Code, ini buat cek keaslian produk. Bagaimana caranya? 


  1. Pertama kalian masuk ke website https://verify.scarlettwhitening.com/

  2. Isi data yang diminta. 

  3. Masukkan Serial Kode yang terdapat di bawah QR Code. 

  4. Terakhir klik tombol "Cek Kode Serial Produk Anda"


Jika produk kalian original maka akan muncul pop up yang menyatakan produk tersebut original dan disertai serial number.  


Bukan Scarlett namanya kalau nggak identik dengan wewangian. Shampoo ini punya wangi yang enak banget! Green Floral Woody, kombinasi dari Magnolia, Ylang-Ylang, Jasmine & Sea Salt. Bagaimana baunya? Kesannya kayak kita lagi masuk ke tempat spa, wanginya bener-bener ngasih kesan tenang trus wangi sea saltnya sangat menyegarkan, bikin kangen laut. 


Warnanya clear blue bertekstur kental dan menghasilkan busa yang cukup banyak. Terasa agak kesat di rambut dan kulit kepala ketika dibilas, tapi rasa kesatnya ini hanya sementara karena saat rambut mulai kering nggak kesat lagi. Aku sempat takut kalau kesat terus bakal bikin rambut kering dan kaku, tapi syukurlah ternyata nggak.



Setelah memakai Scarlett Yordania Sea Salt Shampoo rasanya kulit kepalaku lebih fresh dan bersih, trus helai rambut kayak lebih ringan. Selain itu, baunya juga tahan lama, aku kramas sore, sampai besok pagi wanginya masih tercium. 


Scarlett Yordania Sea Salt Conditioner



Memiliki manfaat utama untuk menghaluskan rambut, menjadikan rambut lebih bervolume serta mudah diatur, menjaga kesehatan rambut dan folikel. 


Scarlett Yordania Sea Conditioner ini punya warna milky pink, sebenarnya agak kurang matching yaa dengan shamponya, coba kalau milky blue saja? Pasti kelihatan lebih bagus ketika dijejerin, hehe. 



Berbeda dengan shamponya yang menurutku punya bau khas spa banget dan dominan bau sea saltnya, nah conditioner ini malah cenderung baunya manis dengan dominan Raspberry. Awalnya ketika mencium baunya secara langsung dari botol tercium bau sea salt, jadi pikirku ini bakal sama saja kayak shamponya, ternyata pas dipakai malah baunya manis Raspberry. 


Teksturnya kental banget dan kelihatan yummy! Trus penggunaannya juga super hemat, aku sudah pakai 4x keramas tapi terlihat kayak nggak berkurang isinya. 


Terasa lembut ketika diratakan ke helai rambut, nggak ada kesan licin maupun berminyak sama sekali. Setelah dibilas juga nggak nimbulin rasa kesat, rambut bener-bener halus tanpa residu licin. 


Ketika kering rambut jadi lebih mudah diatur, bahkan aku nggak perlu pakai hair oil or hair cream setelahnya, cukup aku sisir dengan jari saja rambut sudah terlihat lebih rapi. 


Sayangnya, kalau pakai conditioner ini bau shamponya jadi mati, trus jadi nggak terlalu tahan lama wanginya. 



Soal kemasan ini sama kayak shamponya, cuma beda warna stiker, jadi aku nggak bahas lagi. 



My Experience & the Results 


Aku punya rambut yang mudah lepek sementara bagian akarnya kering, sehingga mudah rontok. Aku juga punya masalah dengan ketombe dan psoriasis. Susah bagiku menemukan hair care yang bener-bener bagus dan bisa cocok. Biasanya cuma bisa ngatasi 1 atau 2 permasalahan rambutku, jadi nggak bener-bener sampai tuntas. 


Di luar ekspektasi, Scarlett Yordania Sea Salt Shampoo & Conditioner ini cukup bagus di rambutku. Biasanya pakai shampoo biasa dalam 2 hari rambutku sudah sangat lepek, sementara pakai produk ini nggak. Kalian bisa lihat foto perbandingan di bawah ini. 



Keduanya aku ambil di hari ke 2 setelah keramas & hanya aku sisir pakai jari. Kelihatan kan yang kiri pakai shampoo lain rambutku lepek banget dan agak kusut. Yang kanan nggak terlalu lepek serta helainya tampak lebih halus.


Untuk ketombe ini juga oke banget! Aku punya psoriasis yang mana sel kulit mati bakal numbuh terus, biasanya kurang dari 24 jam setelah keramas bakal muncul, nah ini dalam 2 hari baru muncul. Btw, psoriasis ku ini nggak bisa disembuhin, cuma bisa dirawat, jadi aku nggak ada komplain kalau produk ini nggak mampu hilangkan. 


Bagaimana untuk rambut rontok? Jujur, aku belum bisa melihat hasilnya karena produk ini baru aku pakai selama 2 minggu. Aku rasa butuh waktu lebih lama lagi. 


Conclusions 


Overall I love these shampoo and conditioner! Bener-bener di luar bayangan, aku kira produk ini bakal cuma menekankan ke baunya yang enak khas Scarlett, tapi ternyata nggak! Keduanya punya manfaat dan menunjukkan hasil yang bagus untuk rambut dan perawatan kulit kepala. But, jika harus repurchase aku bakal beli shamponya saja. Why? Sebenarnya aku adalah orang yang jarang pakai conditioner, so for me shamponya saja sudah cukup. 


Where to buy? 


Untuk informasi pembelian CLICK HERE! 



Wednesday, March 2, 2022

Minuman Collagen Aman untuk Ibu Hamil, Noera Collagen Drink



Di tahun 2016-2017 aku pernah rutin minum collagen drink, saat itu belum banyak local brand yang mengeluarkan produk jenis ini, alhasil aku harus merogoh kocek cukup banyak untuk membeli collagen drink punya salah satu brand Jepang. Lumayan mahal memang, tapi kenapa aku tetap membelinya? Tentu karena manfaat yang aku rasakan. Tidak hanya bagus buat kecantikan kulit tapi aku juga merasakan manfaatnya untuk kesehatan & percaya atau tidak selama mengkonsumsi collagen drink saat itu kulitku jadi jarang berjerawat.


Beruntung sekarang sudah banyak local brand yang punya collagen drink, selain harganya lebih terjangkau tentunya mereka lebih mudah didapat. Noera Collagen Drink ini salah satunya! Menggunakan bahan premium, rasanya enak & harganya cukup terjangkau jika dibanding produk sejenis dari merk lain.


Noera - Collagen Drink



Noera Collagen Drink adalah minuman collagen yang sudah terdaftar BPOM (BPOM RI MD 867028081317) dengan kandungan utama Salmon Collagen, Glutathione, Vitamin C, Vitamin E & Strawberry Extract. Produk ini tidak hanya punya manfaat yang bagus buat kulit, tapi juga buat kesehatan, bahkan punya manfaat buat tulang, rambut dan kuku juga. 


Berikut adalah manfaat dari Noera Collagen Drink :


  • 5x lebih ampuh mencerahkan dan mencerahkan kulit. 

  • Menghaluskan serta menjaga kelembapan kulit. 

  • Mencegah munculnya garis-garis halus. 

  • Membantu memudarkan bekas jerawat. 

  • Menutrisi tulang, rambut dan kuku, menjadikannya lebih kuat. 

  • Menjaga daya tahan tubuh. 

  • Menjaga berat badan, bikin lebih kenyang. 


Banyak banget kan manfaatnya? Selain itu produk ini juga aman dikonsumsi oleh ibu hamil & menyusui loh! What? Seriously aman buat Ibu hamil? Awalnya aku juga sempat ragu karena saat ini aku sedang hamil, tapi setelah lihat kandungannya ternyata memang nggak ada kandungan yang harus dihindari oleh ibu hamil. Kecuali kalau kalian memang ada alergi dengan salmon mungkin bisa hindari produk ini. Kandungan gula di dalamnya juga nggak terlalu tinggi kok, biasanya kan di trimester 3 harus jaga banget asupan gula. Nah, Noera Collagen Drink ini bahkan kandungan gulanya nggak ada setengah dari Yogurt Drink yang biasa aku minum. 



Noera Collagen Drink dikemas dalam bentuk sachet berukuran 15gr & tiap boxnya berisi 15 sachet. Kemasannya serba pink dengan gambar strawberry. Informasi yang tertera di box cukup lengkap, mulai dari komposisi, cara pembuatan bahkan informasi gizi. 



Disarankan untuk 1 minggu pertama minum 2x sehari, lalu selanjutnya cukup 1 hari sekali saja. 


Cara penyeduhan Noera Collagen Drink ini cukup mudah, tinggal tuangkan dalam gelas kemudian tambahkan air 150ml (air dingin saja yaa, jangan air panas) lebih nikmat lagi kalau ditambahkan dengan es batu. 


Bagaimana rasanya? Enak! Bener-bener kayak minuman rasa buah, aku sama sekali nggak merasa lagi minum suplemen. Rasa manisnya juga pas dan nggak bikin sakit tenggorokan. Trus, menurutku rasanya ini malah kayak jambu merah, nggak kayak strawberry. Entah ini indra perasaku yang nggak beres atau gimana, tapi setelah tanya ke beberapa teman yang sudah pernah cobain produk ini 50% mengatakan ini rasanya lebih mirip jambu. 



Beneran ada hasilnya nggak? So far, aku sudah minum produk ini dengan rutin selama 2 minggu. Oh iya aku cuma minum sehari 1x saja. Mari kita cross check hasil yang aku rasakan dengan klaim manfaat dari produk ini. 


Apakah kulit jadi lebih cerah dan kencang? Dalam 2 minggu 2 efek ini belum aku rasakan. 


Apakah kulit jadi lebih halus serta kelembapannya terjaga? Iya! Bahkan suamiku sendiri mengatakan "kok wajahmu jadi mulus?" hehe. Trus, bagian kulitku yang sering kering bahkan sampai mengelupas jadi lebih lembap. 


Mencegah munculnya garis halus? Saat minum produk ini aku juga sedang rajin melakukan gua sha, fine lines memang agak pudar, aku rasa kombinasi keduanya yang mempengaruhi. 


Apakah bekas jerawat pudar? Iya untuk bekas baru dan nggak terlalu besar. 


Bagaimana efeknya ke rambut, tulang dan kuku? Ini sih yang efeknya paling aku rasakan. Rambut rontok berkurang, kuku ku yang awalnya rapuh dan mudah patah jadi lebih kuat. 


Untuk daya tahan tubuh aku nggak tahu bagaimana cara melihat or mengukur hasilnya, tapi so far 2 minggu ini aku nggak ada sakit, padahal kan lagi musim sakit, orang serumah banyak yang kena flu. 


Bagaimana untuk masalah berat badan? Untuk aku yang sedang hamil ini nggak ngaruh, hehe karena aku tetep banyak makan. 


Overall, Noera Collagen Drink ini worth to try karena beberapa klaimnya memang terbukti bisa aku rasakan dalam 2 minggu. Untuk klaim lain mungkin butuh waktu lebih lama, selain itu juga aku minumnya cuma 1x sehari, aku rasa ini juga bisa mempengaruhi. 


Noera Collagen Drink bisa kalian beli di Shopee noerabeautycare dengan harga Rp. 175.000/box berisi 15 sachet.