Monday, May 10, 2021

Review TOBS Sleeping Mask dan Acne Spot


Dulu aku sering bilang kalau di Korea, seolah-olah in a blink of an eye ada produk atau brand  baru yang diluncurkan. Tahu dari mana? Emang pernah tinggal di Korea? Aku belum pernah ke Korea malahan, tapi aku punya cukup banyak teman yang sama-sama blogger dan asli orang sana, atau orang luar juga tapi sudah menetap disana. Tentu, aku dapat informasi tersebut dari mereka, dan jika mau menyelami di Instagram bisa kok kalian temukan merk-merk aneh yang mungkin belum pernah kalihan lihat sebelumnya. Nah itu di Korea, bagaimana di Indonesia? Nggak mau kalah dong, it seems like nggak ngasih kita kesempatan buat bernafas, hahaha tiba-tiba ada produk atau brand  baru muncul. I mean, wishlist sebelumnya belum terpenuhi, ehh sudah ada yang baru.


Salah satunya adalah TOBS (The Ordinary Base Skincare) brand yang baru saja diluncurkan tanggal 25 april 2021 kemarin. TOBS mempersembahkan produk perawatan kulit yang bisa membuat kulit kalian lebih sehat dan juga cerah. Produk mereka terdaftar BPOM, dermatology tested, not testing on animal, free from alcohol, parfume, silicone dan paraben. Saat ini TOBS punya 2 produk, yaitu Sleeping Mask dan Acne Spot.


TOBS - Sleeping Mask



Product's Information
Name : Sleeping Mask
Brand : TOBS
Volume : 50gr
No BPOM : NA18200200928
Price : Rp. 114.900

Kalau berdasarkan namanya, ni adalah produk perawatan kulit wajah yang dipakai pada step terakhir pm routine, but... aku pribadi merasa sleeping mask just like the ordinary moisturizer, hanya saja beberapa diantara mereka memiliki kandungan exfoliation yang mana memang diharuskan untuk dipakai di malam hari.

TOBS Sleeping Mask ini diformulasikan secara khusus dan telah melalui riset yang cukup panjang untuk menghasilkan produk dengan kualtas baik. Fokusnya adalah untuk merawat kulit yang berjerawat, menenangkan peradangan dan kemerahan, memperkuat skin barrier sekaligus mencerahkan.


Main Ingredients

  • Niacinamide : Untuk membantu mencerahkan kulit, menyamarkan noda di wajah, membuat tampilan pori-pori nampak lebih kecil dan pemakaian jangka panjang bisa membuat tekstur kulit lebih halus.
  • Centella Asiatica : Kandungan ini beberaa terakhir sedang naik daun, hampir semua produk untuk menenangkan masalah kulit terdapat kandungan ini didalamnya. Fungsinya selain menenangkan juga membantu proses penyembuhan kulit.
  • Propolis : Memiliki anti-bacterial properties, anti-aging serta sangat bagus untuk melembapkan kulit.
  • Goat Milk : Menyeimbangkan pH kulit, menutrisi serta menjaga kelembapan.

Packaging

Jujur, ketika produk ini datang aku benar-benar terkesan dengan desainnya, terasa Indonesia banget karena ada ilustrasi kayak wayang gitu entahlah aku nggak tahu namanya, cewek dan cowok di bagian kiri-kanan kemasan box terluar. Selain desainnya yang cantik, kemasan TOBS ini juga terkesan minimalis dengan warna putih dan disertai berbagai informasi penting yang tercetak dengan lengkap, mulai kegunaan produk, klaim kandungan, dll.

Kemasan TOBS Sleeping mask ini sendiri berbentuk tube ukuran 50gram, ini lumayan besar karena seperti yang kita tahu jarang banget ada brand Indonesia mau bikin produk ukuran segini. tube-nya berbahan doff dengan tutup flip-top. Aku suka kemasan model begini dibanding jar, karena terasa lebih higienis.

Texture & Scent

Teksturnya berbentuk gel,bening dan nampak ada gelembung-gelembung udara di dalamnya. Trus, ini buka type gel yang mencair kemudian terserap dan hilang begitu saja, tapi terasa sangat melembapkan dan finishnya terlihat sedikit glossy. Apakah occlusive? jika menengok ingredients list memang ada kandungan occlusive yaitu Castor Oil, tapi ini tidak terasa berat dan memang sih terasa seperti ada lapisan moisture tipis di permukaan kulit. Baiasanya lapisan ini bakal luntur ketika dibilas dengan air, terasa agak licin.

Karena produk ini tidak memberikan pewangi tambahan buat bau-bauan, jadi bau yang dihasilkan adalah berasal kandungan yang ada didalamnya, dan menurutku baunya sedikit tercium mirip sabun, tapi samar banget dan sama sekali nggak mengganggu. Bagi mereka yang sensitif terhadap fragrance pasti bakal menyukai produk ini.

How to use?

Gunakan di step terakhir ketika memakai perawatan kulit di malam hari. But, I personally lebih suka pakai TOBS Sleeping Mask ini sebagai pengganti moisturizer karena aku punya kulit kombinasi dan cenderung berminyak, jadi takut kalau bakal terlalu berat.

My Experience

Ketika pertama kali mencoba Sleeping Mask ini aku sangat terkesan dengan soft soothing sensation yang dihasilkan. Rasanya nyaman banget, apalagi saat itu kulitku sedang bermasalah, ada beberapa jerawat yang meradang. Efek lembap serta hidrasi yang diberikan nggak main-main, asli juara! Aku bangun di pagi hari dengan kulit terlihat lebih fresh, cerah dan supple, tidak berminyak sama sekali tapi juga tidak kering, hmmm gimana ya deskripsikannya, kayak balance gitu kadar air dan minyak di kulitku sehingga membuatnya nampak sehat.

TOBS - Acne Spot



Product's Information
Name : Acne Spot
Brand : TOBS
Volume : 15gr
No BPOM : NA18200108740
Price : Rp. 79.600

Ini adalah produk perawatan jerawat berbentuk gel. Diformulasikan untuk membantu menenangkan atau meredakan jerawat, membunuh bakteri penyebab jerawat serta memudarkan bekasnya. 


Main Ingredients 

  • Salicylic Acid :Bekerja mengangkat sel kulit mati dan membersihkan hingga ke dalam pori-pori. 
  • Tea tree : Membantu merawat jerawat, meredakan peradangan dan sebagai antibacterial properties. 
  • Jania rubens extract : Menenangkan serta melembapkan kulit. 
  • Niacinamide : Ini membantu mencerahkan dan memudarkan bekas jerawat. 


Packaging


Desain kemasannya sama dengan TOBS Sleeping Mask, berbentuk tube tapi ini lebih kecil, ramping memanjang dan bagian tutupnya berbentuk screw-cap atau model ulir. Informasi yang tertera di kemasan terluar juga sangat lengkap dan yang mempermudah bagian Ingredients list dimasukkan dalam kotak, jadi pas lihat kita bisa langsung tahu, ohh ini ingredients listnya. 




Sayangnya nih, bagian lubang produknya terlalu besar sehingga ketika aku memencet badan tube untuk mengeluarkan isinya suka keluar kebanyakan. Padahal produk sejenis ini hanya diperlukan sedikit saja karena cuma ditotolkan di area yang berjerawat, so I prefer yang model lubangnya kecil dan ujungnya runcing. 


Texture & Scent 


Sekilas lagi-lagi ini mirip dengam Sleeping Masknya, punya bentuk gel bening, tapi kalian bakal menemukan perbedaan ketika menyentuhnya dan mulai meratakannya. TOBS Acne Spot ini sedikit lebih cair dan meresap dengan cepat. Soal baunya, ini nyaris nggak tercium bau yang nggak enak, jadi samar-samar banget dan hilang begitu saja. 


Terasa dingin ketika dipakai dan nggak menimbulkan iritasi, perih atau membuat kulit sekitar yang berjerawat jadi kering. 


How to use? 


Oleskan TOBS Acne Spot di area kulit berjerawat yang telah dibersihkan terlebih dahulu. Produk bisa dipakai pagi maupun malam, atau kapan saja sesuai kebutuhan. 


My Experience 


Aku mulai pakai produk ini tanggal 24 April 2021, saat itu ada jerawat besar yang baru saja keluar isinya, jadi membekas dan bikin tekstur kulit tidak rata. Ada beberapa jerawat kecil dan 1 jerawat aktif yang agak meradang. 


Keesokan harinya, jerawat kecil-kecil kering hingga tersisa 1 saja, jerawat meradang keluar matanya dan beberapa saat kemudian pecah, bekas jerawat besar tampak lukanya mulai menutup. 


Tanggal 26 April 2021, bekas jerawat terlihat agak pudar, jerawat aktif yang pecah juga mulai mengering dan jerawat kecil hilang. 


Tanggal 30 April 2021, bekas jerawat semakin pudar, nekas baru sisa jerawat meradang tadi bekasnya juga kecil banget. Beberapa bekas jerawat lama terlihat sedikit pudar juga. Pori-pori kulit tampak kecil karena lebih bersih dan kulit terlihat lebih halus. 



Total hanya dalam 7 hari aku telah mendapatkan hasil yang cukup memuaskan. Aku akui TOBS Acne Spot ini performanya memang bagus, dia bisa menenangkan sekaligus memudarkan bekas jerawat. Apalagi bekas jerawat baru, lebih cepat hilangnya. 


Conclusion


Menurutku 2 produk TOBS yang aku coba ini semuanya bagus dan berhasil bikin aku impressed, rasanya kayak "wow, nggak main-main yaa brand baru kalo bikin produk." Jadi tuh, nggak asal-asalan ini beneran didesain dengan sangat baik. Kualitasnya bagus dan bisa dibilang harganya cukup terjangkau. 


Aku harap TOBS bisa dapat respon positif dari masyarakat luas, supaya kelak mereka bisa meluncurkan produk baru lagi, hehe. 


More information about TOBS : Instagram | Shopee | Tokopedia



YOU CAN FIND ME AT :

Sunday, April 25, 2021

Review Avoskin Your Skin Bae Lactic Acid 10% + Kiwi Fruit 5% + 2,5 Niacinamide, Mild Exfoliation Serum Aman untuk Kulit Sensitif


Memiliki kulit sensitif itu a little bit tricky karena nggak semua kandunga bahan aktif bisa aku pakai, apalagi kandungan yang memiliki fungsi sebagai exfoliator. Reaksi terburuk biasanya bakal bikin kulitku breakout. Lalu gimana dong? bukannya melakukan ekfoliasi itu penting? Yups, sangat penting, karena kulit mati yang menumpuk bisa membuat wajah nampak kusam dan tentunya menyebabkan jerawat juga. Belakangan ini aku sedang tertarik dengan Lactic Acid, ini termasuk golongan AHA. Berawal dari seringnya nonton video di channel YouTube Beauty Within, disana aku lihat Felicia berkali-kali menyebutkan betapa dia sangat menyukai Lactic Acid, karena itu adalah AHA yang paling gentle. Dari situ perburuan produk Lactic Acid dimulai!

Jujur, aku tuh belum pernah nyobain produk yang kandungan utama atau persentase Lactic Acid-nya lumayan tinggi. Palingan yang pernah ku coba hanya produk dengan Lactic Acid dengan persentase kurang dari 1% dan ada di urutan-urutan terakhir ingredients list. Jadi, I have no idea  kira-kira bakal kayak gimana rasanya? dan yaa, aku belum begitu tahu banyak soal Lactic Acid, jadi sambil menyelam minum air, cari produk sekalian belajar tentang Lactic Acid.


Baca juga : Avoskin - Miraculous Retinol Toner


Akhirnya aku putuskan untuk mencoba Avoskin Your Skin Bae Lactic Acid 10% + Kiwi Fruit 5% + Niacinamide 2,5% High Dose Serum. Namanya panjang yaa? Mari kita singkat saja jadi Avoskin Your Skin Bae Lactic Acid Serum. Kenapa akhirnya aku putuskan untuk mencoba produk ini? Pertama karena klaimnya sekaligus merawat kulit yang berjerawat, ada Kiwi Fruit Extract. Kedua, kandungan Lactic Acid-nya 10% ini adalah persentase maksimal yang diperbolehkan untuk produk Lactic Acid yang beredar dipasaran, jadi biar ga nanggung langsung pakai yang tertinggi, hehe. Ke 3, ini produk lokal, jadi kalau cocok mudah carinya. Terakhir, ini produk dari Avoskin, sejauh ini aku sudah pakai 4 produk mereka dan semuanya bagus. Ehh kelupaan, harganya juga terjangkau.



Product's Information
Name : Your Skin Bae Lactic Acid 10% + Kiwi Fruit 5% + Niacinaide 2,5%
Brand : Avoskin
Origin : Indonesia
Volume : 30ml
BPOM : NA18201901991
Price : Rp. 129.000

Main Ingredients


Sekarang mari kita bahas kandungan utama Avoskin Your Skin Bae Lactic Acid Serum ini lebih detail untuk mengetahui apa saja manfaatnya?

  • Lactic Acid : Kandungan ini biasanya digunakan sebagai anti-aging (karena membantu meregenerasi kulit), perawatan hyperpigmentation, kulit kering dan jerawat. Lactic Acid merupakan AHA yang paling disarankan untuk mereka dengan kulit sensitif karena Lactic Acid termasuk golongan exfoliator (AHA) sekaligus humectant. Sebagai AHA, kandungan ini mengangkat sel kulit mati dipermukaan kulit sekaligus sebagai humectant dia draws moisture to your newly exfoliated skin sehingga menjadikan kulit tetap terhidrasi setelah proses eksfoliasi. Meskipun Lactic Acid sangat disarankan untuk kulit sensitif, bukan berarti bakal nggak ada side-effects. Efek yang kemungkinan ditimbulkan biasanya muncul rasa cekit-cekit, kemerahan, pengelupasan kulit, bahkan purging di awal pemakaian. Lactic Acid juga membuat kulit jadi lebih sensitif terhadap sinar matahari, so make sure untuk selalu memakai sunscreen. Lactic Acid tidak disarankan untuk dipakai setiap hari, tapi 2-3x dalam seminggu. Hasil penggunaan Lactic Acid biasanya akan terlihat minimal dalam 6x pemakaian. Penggunaan Lactic Acid membantu skincare lain bekerja lebih optimal. 
  • Kiwi Fruit Extract : Kandungan ini sangat tinggi antioksidan yang bagus untuk kulit dan juga memiliki manfaat anti inflamasi. Membantu merawat kulit yang berjerawat, membantu mencerahkan serta menjadikannya healthy glow. 
  • Niacinamide : Kandungan ini paling sering dijumpai dalam produk pencerah. Niacinamide sangat efektif untuk menyamarkan noda, mencerahkan kulit, mengecilkan tampilan pori-pori serta pemakaian jangka panjang bisa memperbaiki tekstur kulit jadi lebih halus. 

Ingredients :
Aqua, Lactic Acid, Butylene Glycol, Actinidia Chinensis Fruit Extract, Glycerin. Niacinamide, Sodium Hydroxide, Hydroxyethylcellulose, Phenoxyethanol, Allantoin, Chlorphenesin, Disodium Edta, Sodium Bisulfite, Biosaccharide Gum-1.

Packaging

Aku sangat menyukai kemasan Avoskin Your Skin Bae Series, karena mereka warna-warni trus rasanya tuh pengen punya semua, enak aja dilihat. Avoskin Your Skin Bae Lactic Acid Serum sendiri memiliki warna kemasan hijau muda terang dengan sedikit hints kekuningan. Aku suka banget memotret kemasan serum ini dibawah cahaya, dia kesannya kayak neon menyala gitu. 

Kemasannya berbentuk dropper berbahan kaca tebal. Awalnya sempat mikir kalau bahannya bakal plastik atau acrylic, tapi ternyata meskipun Your Skin Bae Series ini lebih terjangkau Avoskin tetap mempertahankan penggunaan kaca untuk botolnya. Aku rasa ini untuk menjaga kualitas dan kandungan serum, selain itu juga lebih ramah lingkungan.


Kemasan terluarnya box kertas, dengan warna yang sama, hijau muda. Dilengkapi segel stiker hologram dibagian tutupnya. Informasi yang tertera di box sangat lengkap, mulai dari manfaat, kandungan, cara pakai, dll yang bahkan tercetak dalam bahasa Inggris juga.

Menengok bagian belakang box pojok kanan bawah ada yang membuatku bahagia, hehe apa itu? PAO produk ini 12 bulan! Berbeda dengan produk Avoskin yang pernah aku coba sebelumnya, mereka PAO- nya hanya 6 bulan. Bagi orang yang gampang bosan dan suka gnta-ganti produk tentu ini membuatku bahagia, supaya bisa nyobain banyak variant tanpa perlu takut kejar-kejaran sama PAO.


Texture & Scent

Avoskin Your Skin Bae Lactic Acid Serum ini memiliki tekstur yang kental, sedikit slippery dan slimy tapi itu malah yang membuatnya jadi lebih satisfying  ketika diratain.Bening, tanpa warna meskipun dari luar botol terlihat sedikut keruh. Bagaimana dengan baunya? karena serum ini no artificial fragrance added  jadi bau yang dihasilkan adalah dari kandungan yang ada didalamnya, dan baunya kayak ada sedikit hints seng, but no problem  karena ini baunya nggak menyengat dan nggak ganggu sama sekali.

Bagaimana dengan finish Avoskin Your Skin Bae Lactic Acid Serum? seperti yang telah aku jabarkan diatas bahwa Lactic Acid adalah kandungan exfo tapi juga menghidrasi. Produk ini finishnya tuh cakep banget, cukup menghidrasi dan bikin kulit nampak supple.

How to Use?

Di minggu pertama, aku menggunakan Avoskin Your Skin Bae Lactic Acid Serum ini 3 hari sekali dan 2 hari sekali di minggu ke 2. Bagaimana urutan pemakaiannya? Setelah toner di pm routine  yang kemudiian aku lanjutkan dengan hydrating dan calming serum, trus tutup dengan moisturizer. Apakah Avoskin Your Skin Bae Lactic Acid Serum ini tidak boleh dipakai setiap hari? Trus boleh dipakai pagi nggak? Tidak disarankan untuk memakai Lactic Acid setiap hari, tapi tergantung jenis kulit dan kebutuhan juga sih, kalau aku pribadi punya kulit super sensitif, jadi daripada ada reaksi burut lebih baik ngikuti sesuai anjuran. Lactic Acid adalah AHA, ada proses ekfoliasi lebih aman dipakai di malam hari, itupun keesokan paginya wajib banget pakai sunscreen karena kemungkinan kulit jadi lebih sensitif. Masih mau pakai di pagi hari?

My Experience & the Results

Pertama kali coba Avoskin Your Skin Bae Lactic Acid Serum, aku sudah tidak kaget kalau bakal terjadi efek cekit-cekit. Saat itu kondisi kulitku sedang ada jerawat di pipi, dahi dan dagu. Rasa cekit-cekitnya terasa banget di area yang ada jerawatnya serta di bagian cuping hidung, nah area ini nih yang paling sering ada sel kulit mati menumpuk. Berapa lama rasa cekit-cekitnya? berlangsung sekitar 1-2 menit dan menurutku rasa cekit-cekitnya nggak separah ketika aku menggunakan exfo serum model bilas. Dari skala 1-10 rasa cekit-cekitnya ini dapet nilai 6.

Keesokan paginya surprisingly jerawat yang ada di dahi sudah tidak terasa sakit lagi. Awalnya jerawat tersebut kecil dan terasa nyeri karena ada isinya, pagi harinya aku raba dia sudah kempes dan menyisakan bekas.

Hari ke 2 setelah pemakaian pertama nampak kulit di sekitar jerawat dagu mengelupas, tapi nggak extreme kok, mengelupasnya itu sedikit banget dan lembut. Begitu pula di area cuping hidung yang tadi ku bilang banyak sel kulit mati.

Pemakaian ke 2, masih ada jerawat di pipi dan dagu serta ada beberapa area yang kulitnya mengelupas. Masih terasa cekit-cekit dan kali ini lebih sakit, aku rasa ini karena area kulit yang mengelupas jadi lebih sensitif.

Keesokan harinya, jerawat yang di dagu dan pipi muncul matanya dan sehari kemudian mengering. Nah, jerawat yang di pipi nih meskipun nggak terlalu besar tapi ternyata dia cukup dalam, sehingga menimbulkan noda yang lebih gelap. Oh iya kali ini sudah tidak ada kulit yang mengelupas, aku rasakan kulitku jadi terasa lebih halus.

Pemakaian ke 3, kali ini sudah tidak ada jerawat di wajahku, apakah masih cekit-cekit? ya! tapi terasa samar-samar dan berlangsung dalam hitungan detik. Pemakaian ke 3 ini memasuki minggu ke 2 dan dari sini aku putuskan untuk memakainya 2 hari sekali.


Pemakaian ke 4,5 dan 6 tidak ada masalah berarti dan hanya cekit-cekit yang merupakan reaksi normal dari Lactic Acid. Tidak ada jerawat baru muncul, hanya saja di pagi hari kadang muncul whiteheads,  nggak banyak dan langsung hilang setelah cuci muka.

So far, aku telah menggunakan Avoskin Your Skin Bae Lactic Acid Serum selama 2 minggu, bagaimana hasilnya? Hasil yang paling terasa kulitku jadi lebih halus dan kencang sehingga membuat tampilan pori-pori juga jadi lebih kecil. Serum ini membantu proses penyembuhan jerawat serta tidak menimbulkan jerawat baru. Untuk bekas jerawat cukup bagus, apalagi jerawat baru, hanya butuh sekitar 1 minggu untuk memudarkannya. Sementara untuk bekas di pipi karena terlalu dalam sepertinya butuh waktu lebih untuk memudarkannya, tapi sejauh ini sudah sangat berkurang nodanya.

Tips

Untuk mengatasi rasa cekit-cekit yang ditimbulkan Avoskin Your Skin Bae Lactic Acid Serum ini, aku mengaplikasikan calming serum setelahnya. Serta memakai beberapa layer hydrating serum untuk meminimalisir atau mencegah kemungkinan terjadinya iritasi. Kemudian untuk mengatasi kulit yang mengelupas aku menggunakan produk dengan kandungan ceramide yang fungsinya untuk melembapkan serta memperbaiki skin barrier.


Conclusion

Jika kalian mencari produk exfo yang optimal tapi mild untuk kulit berjerawat dan sensitif,  I highly recommend this serum. Hampir semua klaimnya aku rasakan dalam 2 minggu pemakaian. Tapi sekali lagi, jika kalian masih baru memulai pakai skincare dan belum punya basic skincare yang kuat, apalagi pakai sunscreennya masih bolong-bolong jangan coba-coba deh pakai exfo serum dulu, yang ada ntar salah pakai breakout trus nyalahin produknya jelek? Pelajari dulu produknya, dan semoga saja penjabaran serta reviewku diatas bisa menmberikan kalian pencerahan.

More information about Avoskin:


YOU CAN FIND ME AT :

Monday, April 19, 2021

Etude House - Sensitive Skin T.A.P.A Waterful Soothing Mask


Etude House, siapa yang nggak kenal brand Korea satu ini? Aku rasa meskipun kalian baru into Kbeauty pasti kenal dengan Etude House. Aku sendiri kenal Etude House sejak SMP, saat itu belum begitu kenal internet seperti sekarang, lantas tau darimana? Iklan di majalah, aku nggak ingat majalah apa itu? Pokoknya kakakku yang lagi kuliah di kota besar tiap pulang suka bawa majalah tersebut yang isinya tentang artis-artis Asia. 

Awalnya yang aku lihat di majalah adalah produk makeup mereka, kemudian ketika SMA dan sudah mainan facebook aku beli skincare mereka dengan sistem pre-order dari salah satu penjual online di Facebook. Produk apa yang aku beli? Cleanser kalau nggak salah? Kemudian coba BB cream, lip tint, dll. 

Ketika mulai kenal sheet mask tentu tak ketinggalan aku cobain sheet mask mereka yang terkenal dan punya sangat banyak variant, seingatku namanya sesuai alphabet yang kemudian sekarang mereka berubah jadi Air Therapy Sheet Mask. Apakah sheer mask Etude House hanya sebatas Air Therapy Series? Ohh tentu tidak, mereka punya banyak series lain, salah satunya yang bikin aku penasaran adalah Etude House - Sensitive Skin T.A.P.A Waterful Soothing Mask. 

Etude House - Sensitive Skin T.A.P.A Waterful Soothing Mask

Sempat bingung, apa kepanjangan dari T.A.P.A? Ternyata kita bisa temukan jawabannya dibalik kemasan. Trouble Away Pack Agent! Masker ini diformulasikan dengan Centella Asiatica untuk memberikan an excellent soothing effect untuk menenangkan kulit yang sensitif atau sedang bermasalah.

Bahan lembarannya unik sekaligus bikin geli, dia berlubang kotak-kotak agak besar. Terbuat dari konjac jelly, sangat lembut, stretchable dan nyaman dikulit. Ukurannya juga nggak terlalu besar, hanya sedikit lebar gara-gara aku tarik terlalu kuat. Bagian cutouts juga sangat pas. 

Memiliki lotion-like essence yang tidak terlalu banyak, hanya cukup untuk merendam lembaran. Warnanya putih dan baunya lebih mirip Aloe Vera and yeahh memang ada kandunga Aloe Vera Extract didalamnya. Essence tidak lengket, tapi sedikit slippery. 

Selama memakai aku tidak merasakan adanya soothing sensation, malahan baru kerasa setelah lembaran diangkat. Setelah 20 menit dan lembaran diangkat, essence yang tertinggal di kulit tidak banyak dan setelah terserap bikin kulit well moisturized + hydrated. Finishnya glowy, which is I love it! Another great news, masker ini juga berhasil bikin kemerahan di daguku reda. 

Overall this is a great mask, sayangnya cuma agak mahal, sekitar 30ribuan per lembar dan jarang yang jual di Indonesia. 


Friday, April 16, 2021

Holika Holika Pure Essence Mask Sheet - Mugwort


Masih dalam rangka maskeran 30 hari selama Ramadhan dan untuk 7 hari pertama aku akan pakai sheet mask warna hijau. Sebenarnya aku asal ambil aja, 7 lembar sheet mask warna hijau di dalam box sheet mask ku, dan ternyata mereka semua fungsinya ada calming-calmingnya gitu. Aku rasa warna hijau dalam produk skincare memang identik dengan calming dan acne ya? 


Hari ke 3 aku pilih masker Mugwort atau Artemisia lagi, kali ini dari brand Holika Holika. Pasti sudah familiar kan? Yups, brand ini sudah resmi masuk Indonesia dan produknya sendiri sudah terdaftar BPOM. 


Baca juga : Bring Green Fresh Mask Artemisia

Sejauh ini, aku nggak pernah kecewa dengan sheet mask dari Holika Holika, kebanyakan bagus dan kalaupun ada yang biasa aja juga nggak sampe yang bikin kulit breakout. Aku ingat 3 atau 4 tahun yang lalu, untuk menghentikan ketergantungan dari skincare racikan aku rajin pakai sheet mask setiap hari, salah satunya Holika Holika Pure Essence Series ini. Aku bisa beli 30-60 lembar sekaligus saat itu supaya harganya lebih murah. 


Holika Holika Pure Essence Mask Sheet Mugwort 


Mengandung Mugwort ekstrak yang berusia 3 tahun, fungsinya untuk menyejukkan serta menenangkan kulit sensitif dan lelah, menjadikannya lebih bersih dan sehat. 



Aku suka kemasan Holika Holika Pure Essence Mask karena dia tipe easy open, jadi tinggal kelupas bagian ujung kemasannya dan nggak perlu gunting. Ini juga memudahkan kita untuk mengambil essence yang tersisa dipermukaan kemasan. 


Bahan lembarannya tipis banget dan nampak transparan ketika digunakan. Halus, tidak elastis dan sedikit kaku, tapi untungnya ukurannya pas diwajahku. Lembarannya kalau diperhatikan dengan saksama seperti berserat halus. 


Essencenya banyak, cair, bening, ringan dan tidak lengket sama sekali. Baunya enak, ada perpaduan soothing kayak tea tree dengan hints manis bergamot. 



Ada soothing sensation selama memakai Holika Holika Pure Essence Mask Sheet Mugwort ini ditambah lembarannya yang nyaman membuatku betah memakaianya berlama-lama hingga hampir lupa diri, hahaha. 


Baca juga : Etude House Air Therapy Sheet Mask - Artemisia

30 menit berlalu, aku angkat lembaran dan meratakan essence yang tersisa sambil dipijat-pijat. Essence lumayam cepat terserap dan nggak meninggalkan kesan lengket maupun greasy sama sekali. Kulit terasa lebih fresh setelahnya, yups bener-bener definisi seger banget berasa habis diguyur air. Selain segar, efek hidrasi sheet mask ini juga bagus, tahan dari siang sekitar jam 12 hingga jam 5 sore. Sementara efek lembapnya menurutku masih kurang. But overall this is a good Mask, and yeahh Holika Holika never failed me! 


YOU CAN FIND ME AT :

Thursday, April 15, 2021

Bring Green - Fresh Mask Artemisia


Hari ke 2, yang harusnya aku post kemarin but I'm too tired jadi aku habiskan waktuku untuk tidur lebih banyak, hehe. Kemarin aku pakai sheet mask dari Bring Green, kalian yang nonton True Beauty pasti kenal sama brand ini, yups karena ini salah satu brand dari Olive Young yang jadi sponsor drama tersebut. 


Baca juga : Holika Holika Pure Essence Mask Sheet - Mugwort

Aku dapet masker ini dari hasil barter dengan sesama teman beauty enthusiasts. Enak kan…ketika punya banyak masker kembar kita bisa saling barter, jadi biar punya variasi masker lebih banyak. Oh iya, aku punya 2 variant sheer mask Bring Green, yaitu Lemon dan Artemisia, nahh karena minggu pertama aku pengen fokus ke calming jadi aku pakai yang Artemisia lebih dulu. 


Bring Green - Fresh Mask Artemisia 


Klaimnya, dengan kandungan 50% Artemisia masker ini mampu menenangkan kulit sensitif dan menyeimbangkan kelembapan kulit. 



Kandungan utamanya 500,000ppm Artemisia Capillaris Extract ini kandungan yang cukup "in" sejak tahun lalu karena kemampuannya untuk menenangkan kulit. Kemudian ada Green Calming Complex 5,600ppm dan Moisture Complex 3,500ppm, ini untuk deeply moisture dan calming. 


Kemasannya lucu banget, kayak kita beli sayuran di supermarket yang dikemas dengan plastik wrap. Lengkap dengan label juga dibagian atas yang ngasih informasi tentang kandungan utamanya. Informasi yang tertera dibagian belakang kemasan sekitar 90% tertulis dalam bahasa Korea. 


Baca juga : Etude House Air Therapy Sheet Mask - Artemisia

Bahan lembarannya tipis, halus, elastis dan berpori-pori. Aku suka jenis lembaran seperti ini karena biasanya lebih nyaman dan nggak pengap. Tidak ada cutout dibagian pinggir lembaran, jadi buat ngepasin dengan wajah kita harus melipatnya sendiri, agak ribet memang apalagi kalau jarang pakai sheet mask pasti bakal kesulitan. Lubang mata, hidung dan bibir terlalu besar, sampai alisku keluar, haha. 



Essencenya cair dan warnanya kuning agak kehijauan. Baunya enak, ada hints tea tree yang menyejukkan dan bau bergamot. Tidak banyak essence tersisa dikemasan, hampir seluruhnya merendam lembaran dengan sangat baik. Essencenya runny, jadi agak tricky ketika dipasang karena banyak menetes. 


Awalnya aku pikir dengan kandungan Artemisia sebanyak itu masker ini bakal terasa sangat menyejukkan, tapi ternyata tidak sesuai ekspektasiku. Sama sekali tidak ada soothing sensation selama dipakai dan bahan lembarannya tidak nyaman dikulitku. Aku rasa ini faktor cuaca juga mempengaruhi karena kemarin siang sangat panas. 


Baca juga : The Mask Shop - Cica Real Calming Mask

Aku hanya mampu memakainya selama 15 menit, dan hasilnya wajah jadi greasy trus terasa lengket banget! Setidaknya butuh hingga 1 jam rasa lengketnya baru hilang dan setelah itu aku merasakan kulitku jadi lebih lembap dan jerawat jadi lebih kalem. But seriously perasaan tidak nyaman membuatku kapok buat nyobain lagi, meskipun hasilnya tidak buruk. 




YOU CAN FIND ME AT :

Wednesday, April 14, 2021

Battle Sunscreen Lokal, Fanbo Wonder Skin vs Emina Sun Battle


Sepertinya sudah sangat lama aku nggak bikin battle produk, kayaknya terakhir sekitar 1 atau 2 tahun yang lalu. So, today mumpung agak rajin, ciiyeehhh jadi aku mau battle produk lokal yang keduanya sama-sama dikenal banyak orang dan tentunya sama-sama terjangkau. Kali ini aku mau battle sunscreen yang harganya sama-sama dibawah 50ribu.


Fanbo Wonder Skin Sunscreen + Serum SPF 50 PA++++ vs Emina Sun Battle Sun Protection SPF 45 PA+++. 


Hayo, kali ini siapa jagoanmu? Kira-kira bakal bagus yang mana ya? Mari kita bahas 1 per 1.



Fanbo Wonder Skin Sunscreen + Serum SPF 50 PA++++



Product's Information 

Fanbo Wonder Skin Sunscreen + Serum SPF 50 PA++++

Origin : Indonesia

Volume : 30gr

BPOM No : NA18191900024

Price : Rp. 38.000 - Rp. 45.000



Sebenarnya aku agak bingung dengan konsep seperti ini, jadi ini sunscreen yang infused with serum atau sebenarnya sunscreen biasa tapi ada tambahan kandungan pendukung atau ekstrak untuk memberikan manfaat lain dan mendukung kerja sunscreen itu sendiri. Disini kandungan tambahannya adalah Niacinamide, Sakura dan Aloe Vera Extract. 


Baca juga : Review Y.O.U Tone Up UV Elixir

Klaimnya untuk menjadikan kulit terlindung dari paparan sinar matahari, menjadikannya lebih cerah, lembap dan glowing. UV filters yang digunakan dalam sunscreen ini ada 5 yaitu Ethylhexyl methoxycinnamate, Octocrylene, Avonenzone, homosalate dan ethylhexyl salicylate yang semuanya adalah organic, so ini adalah organic or chemical sunscreen. Dengan SPF 50 dan PA++++ ini memberikan proteksi yang cukup tinggi. Sementara efek mencerahkan memang bisa didapat dari Niacinamide yang notabene merupakan kandungan pencerah, trus efek melembapkannya didapat dari Aloe Vera dan terakhir bikin cerah dan glowing dari Sakura Extract. 


Oh iya ada Ascorbic Acid (Vit C) di urutan terakhir ingredients list, ini memiliki manfaat sebagai antioksidan, selain itu juga ada Allantoin sebagai soothing ingredient. 


Ingredients :


Ingredients: Aqua, Ethylhexyl Methoxycinnamate, Octocrylene, Cyclopentasiloxane, Butylene Glycol. Butyl Methoxydibenzoylmethane, Niacinamide, C12-15 Alkyl Benzoate, Glycerin, Homosalate. Methylpropanediol, Ethylhexyl Salicylate, Cyclohexasiloxane, Coconut (Cocos Nucifera) Oil, Simmondsia Chinensis (Jojoba) Seed Oil, Imidazolidinyl Urea, Triethanolamine, Propylene Glycol, Phenoxyethanol, Acrylates/C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer, Citrus Aurantifolia Fruit Extract, Dimethicone Crosspolymer, Fragrance , Panthenol, Disodium EDTA, Allantoin, Aloe Barbadensis Leaf Juice, Tocopheryl Acetate, Dimethicone/Vinyl Dimethicone Crosspolymer, Chamomilla Recutita Flower Extract, Glycyrrhiza Glabra Root Extract, Cyclotetrasiloxane, Bisabolol. Dimethiconol, Dextrin, Tromethamine, Methylparaben. Prunus Lannesiana Flower Extract, Citric Acid, Sodium Benzoate, Potassium Sorbate, Ethylparaben, Malic Acid, Ascorbic Acid.


Jika di cross check antara main ingredients dan klaimnya memang nyambung yaa? Tapi benarkah demikan? 



Sekarang kita bahas dulu kemasannya. Fanbo Wonder Skin Sunscreen + Serum ini dikemas dalam tube kecil dan handy dengan isi 30gram. Desain kemasannya terkesan fancy, perpaduan biru, kuning dan putih yang mana 3 warna ini juga dipakai si Emina, jadi berasa hampir mirip. 


Baca juga : Skin Aqua Tone Up UV Essence 

Kemasan memiliki tutup model flip-top dan bagian lubangnya kecil. Ketika bagian badannya dipencet tidak terlalu banyak produk yang keluar, jadi kita bisa mengontrolnya dengan penekanan. Tanpa box, model kemasannya mika yang nempel pada karton, tapi disini mikanya tuh bisa dilepas jadi bukan yang benar-benar nempel pakai lem. Informasi tertera sangat lengkap mulai dari klaim, cara penggunaan, kandungan, dll. Untuk kandungan tidak hanya tercetak di karton, tapi di tube juga. 



Teksturnya lembut, mirip lotion tapi ketika diratakan dia semakin mencair. Baunya khas produk dengan variant Aloe Vera, terkesan artificial dan lumayan nempel banget baunya. 


Mudah diratakan, tidak terasa lengket tapi sedikit berminyak, minim white white-cast bahkan nyaris nggak ada dan finishnya moist banget, jika kulit kalian berminyak bisa pakai produk ini tanpa pelembap sebelumnya. 



My Experience 


Hari pertama aku coba gunakan tanpa moisturizer, jadi setelah serum langsung aku aplikasikan sunscreen ini. Awalnya nghak ada masalah, enak banget diratain, lembut dan lembapnya pas, tapi beberapa menit kemudian aku merasa disekitar mata agak cekit-cekit yang berlangsung sekitar 2-3menit. Di hari pertama ini aku tidak banyak kegiatan diluar yang memungkinkanku terkena paparan sinar matahari langsung. 



Hari kedua aku coba pakai setelah moisturizer, dan hasilnya wajah jadi minyakan parah sampai pori-pori seperti terbuka banget dan kelihatan besar. Waktu berlalu dan minyak tambah parah tapi nggak bikin kusam. 1 jam kemudian, aku ada kegiatan yang memaksaku terkena matahari langsung, nggak lama padahal cuma 5menitan tapi apa yang terjadi? Kulitku kebakar dan nampak merah-merah padahal aku sudah memakainya sesuai takaran 2 jari dan belum masuk waktu reapply 2 jam sekali. 


Hari ke 3 aku kembali pakai cara hari pertama, yaitu tanpa pelembap. Rasa cekit-cekit semakin parah, kali ini bukan area sekitar mata saja tapi nambah di area jaw line yang kemarin kebakar matahari kemudian terasa gatal dan muncul ruam merah. 


Hari ke 4 kondisi semakin parah dan muncul banyak jerawat baru di jaw line, jidat dan bawah hidung. Hari ke 5 aku hentikan  pemakaian dan ganti pake sunscreen lain yang sebelumnya aku pakai dan aman-aman saja tidak ada reaksi buruk. 


Hari ke 7 kulitku sudah kembali normal (ini pake sunscreen lain sejak hari ke 5). Di hari ke 8 buat mastiin benarkah aku nggak cocok dengan sunscreen ini? Jadi aku memakainya lagi. Gimana hasilnya? Cekit-cekit lagi di area dekat mata, dan di malam harinya red bumps bermunculan. Okay I'm done! Jadi fix aku nggak cocok. 



Emina Sun Battle Sun Protection SPF 45 PA+++



Product's Information 

Emina Sun Battle Sun Protection SPF 45 PA+++

Origin : Indonesia

Volume : 30ml

BPOM No : NA18201700885

Price : Rp. 37.000 - Rp. 42.000


Beda tipis ya SPF dan PA-nya? Kenapa kok nggak bikin yang SPF 50 sekalian aja ya? Hehe, kayak ngegantung gitu 45.


Jika si Fanbo tadi namanya ada embel-embel serum karena ada beberapa kandungan tambahan, lalu bagaimana dengan si Emina yang namanya cuma Sun Protection? Tetep ada kok, produk ini menggunakan Grape Leaf Extract yang bekerja sebagai anti-pollution, wahh gimana tuh? Grape Leaf Extract kaya akan antioksidan yang mampu memerangi radikal bebas, sehingga ini sangat cocok untuk aktivitas outdoor. 


Menggunakan 6 UV filters, cukup banyak ya? Apa saja itu? Ethylhexyl methoxycinnamate, ethylhexyl salicylate, homosalate, Avonenzone, Octocrylene dan Bemotrizinol. Hampir mirip dengan Fanbo, bedanya Fanbo tadi nggak pakai Bemotrizinol. Tetep sama juga, ini adalah Chemical or Organic sunscreen. Sunscreen jenis ini biasanya tanpa white-cast dan ada efek melembapkan, sangat cocok buat mereka yang memiliki kulit kering. Teksturnya lebih enak dibandingkan dengan physical sunscreen tapi sayang seringnya kulit sensitifku tidak bersahabat dengan sunscreen jenis ini. 


Baca juga: Axis-Y Complete No-Stress Physical Sunscreen

Ingredients :



Aqua, Ethylhexyl Methoxycinnamate, Ethylhexyl Salicylate, Homosalate, Butyl Methoxydibenzoylmethane, Ethanol, Octocrylene, Polymethyl Methacrylate, Butylene Glycol, Butylocty Salicylate, Bis-Ethylhexyloxyphenol Methoxypheny! Triazine, Cyclopentasiloxane, Vitis Vinifera (Grape) Leaf Extract, Pongamia Glabra, Arachidyl Alcohol, Polyacrylate Crosspolymer-6, Polyurethane-79, Bisabolol, Nylon-12, Polyester-7, Behenyl Alcohol, Neopentyl Glycel, Diheptanoate, Caprylic/Capric Triglyceride, Arachidyl Glucoside, Propanediol, Polyacrylate-13, Disodium EDTA, Poiyisobutene, Polysorbate 20, Fragrance, Chlorphenesin, Phenoxyathanel.


Kemasannya sama seperti Fanbo, ukurannya juga persis 30gram. Hanya saja Emina Sun Battle ini finish tube nya sedikit glossy. Tutupnya sama, model flip-top tapi lubangya sedikit lebih besar yang mana beberapa kali dia muncrat terlalu banyak padahal aku hanya memencetnya sedikit. Agak kurang terkontrol gitu menurutku. 



Berbeda dengan Fanbo Wonder Skin, Emina Sun Battle ini kemasan terluarnya model mika yang nempel dikarton, jadi sekali dikelupas mikanya dia nggak bisa balik lagi. Disini ukuran kartonnya juga lebih besar dibanding Fanbo. Trus untuk ingredients hanya tertera di karton, di tube tidak ada. 


Teksturnya hampir mirip sekilas dengan Fanbo Wonder Skin, tapi jika dilihat dengan saksama, emina ada sedikit hints kekuningan jadi kayak broken white gitu warnanya. Trus, teksturnya ada sedikit viscosity dan jika diratakan terasa lebih lembut dan finishnya sedikit silicony, itu membuat tekstur kulit terasa lembut. Awalnya aku mikir apakah ini ada siliconnya? Ternyata dia lebih banyak kandungan emollient yang mana memang bikin kulit terasa lembut. 



Mudah terserap, tidak lengket dan finishnya cakep, bikin kulit nampak supple dan lembap. Ini lembapnya nggak separah Fanbo dan nggak bikin minyakan banget. Pori-pori juga masih aman pakai ini, nggak bikin nampak terbuka dan kelihatan lebih besar. 


Baca juga : Bellflower Watermelon & Carrot Sunscreen

Bicara soal bau, ini mirip dengan sunscreen Korea yang pernah aku coba, agak flowery gitu baunya dan lingering. Bahkan sebelum reapply baunya masih nempel. 


My Experience


Hari pertama menggunakannya aku punya feeling bagus dengan sunscreen ini, wahh kayaknya ini better than Fanbo dilihat dari segi tekstur dan finishnya. Fanbo tadi ringan tapi berminyak banget, nah Emina ini sedikit rich, tetep enak diratain, moist tapi nggak bikin minyakan parah. Masih berminyak sih, tapi nggak sampai yang bikin kusam. 



Aku coba buat panas-panasan tetep aman, nggak kebakar dan tidak ada reaksi seperti cekit-cekit di area sensitif seperti sekitar mata. Hanya saja di area leher terasa sedikit gerah dan berminyak. Ketika kulit wajah berminyak juga ini nggak perih dimata. 


Baca juga : Moolda - Calamine Pink Sun

Selama 1 minggu aku memakainya juga tidak menimbulkan jerawat baru atau memperparah jerawat yang sudah ada, so far aman-aman saja dikulitku. 


Jujur, aku seneng banget ada produk dari Paragon Group yang cocok dikulitku. Mengingat harganya yang juga terjangkau aku rasa kelak bakal repurchase. 


Conclusion


Battle kali ini pemenangnya adalah Emina Sun Battle! Ini berdasarkan reaksinya dikulitku yaaa. Beda orang, beda jenis kulit, beda masalah tentu kemungkinan besar hasilnya juga akan berbeda. Jadi, disini bukan berarti si Fanbo yang kalah dalam battle jelek, hanya saja memang nggak cocok dikulitku. Again, jika ingin tau suatu produk cocok nggak di kulit kalian jangan takut untuk mencoba karena kalau nggak dicoba yaa nggak akan tau, hehe. Next mau request battle apa nihh? 




YOU CAN FIND ME AT :

Tuesday, April 13, 2021

The Mask Shop - Cica Real Calming Mask



Hai, bagaiamana puasa hari pertama kalian? Seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap Ramadhan aku akan bikin challenge untuk diriku sendiri, yaitu #30DaysMaskChallenge jadi aku bakal maskeran selama 30 hari. Wow! Ngajakin bangkrut nih? Hahaha nggak kok, aku nggak ngajak-ngajak. Ini aku lakukan sekaligus buat ngurangin sheet mask yang sudah dekat PAO. 


Hari pertama ini aku pakai sheet mask dari The Mask Shop. Ini adalah Korean brand, yang mungkin belum banyak yang tahu tentang brand ini. Aku sendiri nemu brand ini dari hasil scroll shopee, ada salah satu toko yang pengirimannya langsung dari Korea menjual sheet mask ini. Kenapa aku beli? Padahal bukan merk terkenal? Justru itu, karena nggak banyak yang tau jadi aku pengen coba. Alasan lainnya tentu karena harganya murah, kalau nggak salah 60ribuan dapet 10pcs.


Baca juga : Bring Green Fresh Mask Artemisia

Sebenarnya ada beberapa pilihan variant, tapi aku pilih Cica karena ini adalah kandungan yang tidak pernah fail dikulitku. Selain itu, calming mask memang paling sering aku gunakan sebagai pertolongan pertama jika mendadak kulitku bermasalah. 


The Mask Shop - Cica Real Calming Mask


Masker ini memiliki kandungan utama Centella Asiatica untuk menenangkan kulit serta Propolis Extract untuk menutrisi dan membuat kulit lebih halus. 


Kemasannya simple, warna hijau muda dengan perpaduan putih. Bahan kemasannya plastik dengan finish doff. Sekilas kemasannya mirip dengan sheet mask dari Korean brand juga Leaders. 



Bahan lembarannya cotton, agak tebal dan stretchable. Ukuran dan cutoutnya kurang bagus. Lubang mata dan bibir terlalu besar dan ukuran masker secara keseluruhan agak lebar, hingga ke hair line. Bahan dan model masker ini khas banget seperti sheet maak dengan harga terjangkau pada umumnya dan mengingat ini memang murah so I can't complain. 


Baca juga : Etude House Air Therapy Sheet Mask - Artemisia

Essencenya cair dan bening, tapi bukan tipe yang bener-bener ringan seperti air, dia masih meninggalkan sedikit kesan slippery. Baunya enak, cukup menenangkan dan menurutku ini baunya lebih mirip eucalyptus. 


Selama menggunakan masker ini aku merasakan soothing sensation yang lumayan kuat dan itu rasanya sangat nyaman untuk dipakai siang hari. Panas-panas berasa langsung sejuk. 



Essence lumayan cepat terserap, jadi setelah 10 menit lembaran nampak agak kering. Essence yang tersisa dikemasan aku oleskan lagi supaya bisa memakaianya setidaknya hingga 20 menit. 


Setelah lembaran aku angkat, kulitku terasa lebih halus dan lembap, trus bagian yang berjerawat jadi lebih kalem. Hanya saja efek lembapnya ternyata hanya bertahan selama 1 jam saja. Setelahnya aku tambahkan moisturizer supaya kulitku tetep lembap. 


Baca juga : Holika Holika Pure Essence Mask Sheet - Mugwort

Overall, dengan harganya yang sangat murah apa yang kamu harapkan? Untuk soothing sensation dan calmingnya ini memang enak, tapi efek lembapnya kurang dan hanya sebentar. Aku rasa kalian yang concern-nya lebih ke melembapkan kulit ini bukan untukmu, tapi jika kalian kulitnya berjerawat, ini bagus! Hanya saja harus tambahkan pelembap setelahnya. 




YOU CAN FIND ME AT :

Friday, April 9, 2021

Ongredients - Brand Skincare Asal Korea Terbaru dengan Konsep Organic, Original & One Ingredients


Sebenarnya aku agak kesulitan untuk mendapatkan informasi tentang brand ini karena mereka belum punya official website, bahkan instagramnya pun sepertinya baru buat, yang mana disana hanya ada link menuju tempat pembelian. Tapi, jiwa detektifku masih menggebu-gebu, rasanya aku tidak bisa tidur dengan nyenyak jika belum menemukan informasi tentang brand ini. Aku mulai menelusuri banyak situs Korea, hingga akhirnya nemu sebuah artikel tentang pencapaian luar biasa brand ini, tentang sebuah project crowdfunding mereka yang sangat sukses. Dari artikel tersebut akhirnya membawaku ke tempat mereka melakukan crowdfunding, yaitu Wadiz.


Apa itu Wadiz? Wadiz adalah salah satu platform untuk melakukan crowdfunding terbesar di Korea Selatan. Platform ini menjalankan crowdfunding untuk kemanuasiaan serta rewards-based crowdfunding. Nah, dari situ akhirnya aku tahu bahwa banyak indie brand Korea yang melakukan crowdfunding disana. Konsepnya tuh gini, misal kita ada rancangan produk trus kita kenalkan di Wadiz, dari situ kita bisa dapatkan supporters untuk mendukung project kita tersebut. Ketika jumlah yang ditargetkan tercapai otomatis kita sudah punya dana untuk meluncurkan produknya. Kemudian para supporters dapet rewards (ini reward-based crowdfunding yaa) jika crowdfunding sukses/minimal mencapai target. Rewards nya apa? bisa dapet produk, atau potongan harga. Di bulan Desember tahun lalu Ongredients melakukan rewards-based crowdfunding dengan rewards berbagai paket potongan harga.


Baca juga : Review SKIN1004 Madagascar Centella Toner & Ampoule


Sebenarnya, mereka bisa saja langsung memproduksi dan menjual produk, tetapi dengan melakukan crowdfunding mereka ingin berkomunikasi dengan para supporters.. Hal ini untuk kebaikan bersama, dan membuat produk yang lebih bagus di masa mendatang. Surprisingly crowdfunding mereka sukses besar! hanya dalam 3 jam mencapai kesuksesan 4000%, sekarang aku cek sudah mencapai 10392%. Target awalnya yang cuma 500ribu Won sekarang telah terkumpul sebanyak hampir 52juta Won, gila!


Sebelum memulai project di Wadiz, mereka telah lebih dulu merekrut 200 reviewer untuk mencoba produknya, dan surprisingly feedbacknya sangat bagus.


Kalau bahas history brand gini aku semangat banget, hehe sorry yaa kalau bakal panjang. Sekarang aku mau bahas awal mulai mereka menciptakan Ongredients. Kenapa mereka? karena ada beberapa orang dibaliknya. Jadi, awalnya si owner yang telah bekerja selama 10 tahun di Beauty Industry merasa lelah dan sudah tau betul baik buruknya dibalik pekerjaannya tersebut mulai dari kayak biaya produksi, bahan-bahan didalam produk, dll. Dia berfikir untuk menciptakan produk sendiri yang konsepnya jujur dan fokus dengan 1 ingredients supaya lebih optimal. Organic, Original dan support environtemtal issues yang sekarang sedang rame. So, beberapa teman dari Company sebelumnya yang memiliki pemikiran sama akhirnya memilih resign dan mereka menciptakan Ongredients dalam waktu 18 bulan.



Óngredients adalah sustainable natural clean beauty brand. Namanya diambil dari kata Organic + Original + One Ingredient. Mereka memang membuat produk yang fokusnya pada 1 kandungan & eliminated bahan2 yang dianggap tidak terlalu penting. 


Konsep awalnya mereka tuh pengen mengatasi permasalahan kulit paling basic, kalau nggak sensitif yaa super dry & dehidrasi . That's why produk pertama mereka yang merupakan boosting essence dirancang to solved the problems. Hyaluronic Acid ketika kulit kering & Houttuynia untuk kulit sensitif. But, 2 variant ini bisa juga digunakan secara bersamaan. 


Óngredients juga environment friendly, sebisa mungkin mengurangi penggunaan plastik dan kemasannya sendiri bisa di pakai ulang sebagai vase. Trus, daripada menggunakan box kertas mereka juga lebih memilih membungkus botolnya dengan dust bag. 



Isi produknya 120ml, yang kira-kira bisa habis dalam 1 bulan. Dikemas dalam botol kaca super estetik bikin banyak yang gagal fokus ke kemasannya, hehe. Banyak yang bilang mirip kemasan kopi premium, entahlah aku belum pernah minum kopi premium. PAO nya singkat, hanya 6 bulan. Harganya berapa? Ada di range harga 200-300ribuan.


Baca juga : SKIN1004 Hyalu-Cica Brightening Toner & Blue Serum


Trus, apakah variantnya cuma 2 saja? 2 variant Houttuynia Cordata & Hyaluronic Acid itu hanya variant awal saja, karena kemudian merek mengembangkan beberapa variants lagi, bahkan ada yang limited edition. Aku dapet kesempatan buat nyobain 3 variantnya, yaitu Houttuynia Cordata, Hyaluronic Acid dan Centella Asiatica. 


Houttuynia Cordata


Kandungan ini dikenal sebagai excellent antibacterial and antioxidant effects, membantu menyeimbangkan oil & moisture sehingga membuat kulit lebih bersih & sehat. Selain itu, Houttuynia Cordata juga bagus buat soothing & calming sensitive skin. 



Menggunakan bahan organic yg tumbuh secara natural tanpa menggunakan fertilizers or pesticides. Memiliki water-like consistency & warnanya cokelat tua agak orange mirip teh. Baunya juga mirip teh yg didiamkan semalaman. 


Ingredients : 97% Houttuynia Cordata Extract, 1,2 Hexanediol. 


Centella Asiatica


Ini merupakan kandungan favoritku karena kulit sensitifku sangat menyukai. Efek soothing & calmingnya bagus, mirip Houttuynia cuma bedanya ini terasa lebih adem dikulit. Selain itu, Centella juga memiliki healing properties jadi bantu proses penyembuhan luka sekaligus membuat tekstur kulit lebih halus. 



Teksturnya sama seperti Houttuynia, cuma beda warnanya agak muda dan kekuningan, trus baunya seperti grass jelly. 


Ingredients : 97% Centella Asiatica Extract, 1,2 Nucleic Acid diol. 


Hyaluronic Acid

Hyaluronic Acid (HA) dikenal sebagai moisturizing ingredient. Ada 2 type HA, derived from animal & vegetable, nah produk ini menggunakan vegetable HA yg telah bersertifikat by COSMOS, katanya sih ini lebih aman buat yg kulitnya sensitif. 



Teksturnya kental banget & slimy, no notable scent. Ketika diratakan agak slippery tapi tidak lengket & ketika terserap kayak ada lapisan moisture film di permukaan kulit, ini karena dia pakai high & low molecular HA yang bekerja mengisi both the outside & inside of the skin with moisture. 


Ingredients : Purified Water, Butylene Glycol, Sodium Hyaluronate, 1,2 Hexanediol. 


How to use & my experience 


Variant Houttuynia Cordata & Centella Asiatica fungsinya secara garis besar mirip, jadi aku nggak layering 2 ini melainkan aku pakai sendiri-sendiri. Centella buat am routine karena dia ada sedikit adem2nya jadi enak dipakai siang, sementara Houttuynia untuk pm routine. Aku aplikasikan menggunakan kapas tepat setelah mencuci wajah & cukup 1 layer saja. Keduanya memiliki efek calming yang sangat bagus, terutama saat kulit sedang iritasi atau berjerawat, ini cepet banget buat meredakan. Aku juga menggunakan 2 variant ini untuk csm ketika kulitku breakout beberapa waktu yg lalu dan hasilnya lumayan bagus buat mengurangi rasa nyeri akibat pembengkakan.




Kemudian, variant Hyaluronic Acid (HA) ini aku pakai setelah 2 variants tadi. Biasanya aku gunakan 2-3 layer di am & pm routine, pengaplikasiannya langsung menggunakan tangan karena teksturnya sangat kental & slimy. Efek hidrasi yang diberikan bagus, dia mengisi kelembapan di dalam & luar dengan membentuk lapisan tipis dipermukaan kulit. Yang belum pernah coba HA jenis ini mungkin bakal kaget karena ketika cairan terserap rasanya wajah seperti dibungkus plastik wrap, kayak kencang & ketarik gitu. Ini membuat permukaan kulit jadi halus & pori2 sedikit tersamarkan. Sayangnya, beberapa produk occlusive bakal pilling dipakai diatasnya. So far, dikulitku ini paling enak di layering dengan emollient. Selama memakai produk ini aku merasa hidrasi kulitku lebih terjaga, jadi nampak lebih plumpy & healthy. 



Conclusion


Aku sudah pakai produk ini selama lebih dari 1 bulan, bahkan yang Centella Asiatica sudah tinggal nama, ehh tinggal botolnya. So far, no bad reactions at all malahan aku merasa ada yang kurang jika tidak menambahkan produk ini di routine-ku. Wahh, apakah aku kecanduan? Totally No! Karena menurutku produknya kayak basic banget dan aku memang butuh, apalagi kulitku sensitif, it seems like I need produk buat calming sepanjang hidupku, dan Hyaluronic Acid, siapa yang kulitnya tidak butuh hidrasi? Bukankah kebanyakan permasalahan kulit dimulai dari kulit yang dehidrasi? 


Aku merasa kulitku jadi lebih sehat, jarang bermasalah, paling cuma hormonal acne dan itu normal buatku yang acne-prone skin. So, ini worth to try nggak sih? YES, kualitas produknya bagus, dan tiap memakaianya berasa kayak disterilkan hahahah, rasanya bener-bener pure, enak banget! 


Where to buy? Near&Dear



YOU CAN FIND ME AT :