Wednesday, September 16, 2020

Review Beauty Boss Sheet Mask - The Rescue, New Local Brand Premium Skincare

Calling all my Sheet Mask lovers friend! You should try this mask! 

Apakah kalian pernah mendengar nama Beauty Boss? ini adalah local brand, yups kalian ga salah baca! Beauty Boss ini brand Indonesia. Aku sudah eyeing brand ini sejak mereka launching beberapa bulan yang lalu, saat itu mereka mengadakan giveaway tapi sayang aku telat untuk mengikutinya, lagian kalau ikut juga belum tentu menang karena yang ikut ratusan, hehe. 

Apa saja sih produk Beauty Boss? Saat ini mereka punya Sheet Mask dan Beauty Tools berupa face roller & Gua Sha. Beauty Boss Sheet Mask adalah produk premium dengan kualitas terbaik dengan standard internasional. Diformulasikan oleh Dokter yang telah berpengalaman selama bertahun-tahun di dermatology dan estetik berstandar Internasional. Masker ini di rancang khusus untuk masalah orang Indonesia yang tinggal di Iklim tropis,  yang sering terpapar sinar UV dan radikal bebas,  sehingga sering mengalami masalah seperti, jerawat, penuaan dini,  kulit kusam, dll. Jadi, nggak heran kalau harganya memang sedikit lebih mahal dibanding sheet mask lain, karena konsepnya saja sudah benar-benar dipikirkan dan dirancang dengan baik, ditambah dengan kualitas dan bahan terbaik juga tentunya yang digunakan. 

Sheet Mask Beauty Boss saat ini ada 2 variant yaitu The Lift Job & The Rescue. 2 Sheet ini adalah hasil kolabosari dengan Heny Harun, siapakah dia? Heny Harun adalah skincare junkie yang memiliki wajah awet muda, padahal usianya sudah 40tahunan, dan salah satu rahasia awet muda kak Heny adalah pakai sheet mask setiap hari. Serius, aku yang 20tahunan aja kalah muda. Kedua Sheet Mask nya memiliki 23ml serum dengan klaim efektif sejak 1x pakai, is that true? let's find out... 

Beauty Boss The Rescue 

Product's Information
Name : The Rescue
Brand : Beauty Boss
Volume : 23ml
Formulation, concept & distribution : PT. Arta Derma Berkat - Indonesia
Manufacturing : TCI Co. Ltd. - BioCosme PABP BRANCH - Taiwan
BPOM : NA47200200016
Price : Rp. 55.000/Sheet

So, here I got the opportunity to try their The Rescue Mask. Masker ini di khususkan buat mereka yang memiliki masalah kulit berminyak, berjerawat, pori-pori besar , dehidrasi dan breakout akibat sunburn atau tidak cocok dengan pemakaian suatu produk. Klaim utamanya adalah Hydrating, Calming, Antioxidant & Soothing. 

Key Ingredients

Watermelon Extract : Kaya akan vitamin C, amino acids & lycopene yang merupakan powerful antioxidants. Bagus untuk merawat kerusakan kulit yang diakibatkan oleh paparan sinar matahari. Selain itu, kandungan ini juga bagus untuk meregenerasi, membersihkan dan mengangkat sel kulit mati. Watermelon Extract dipercaya mampu membantu merawaat kulit berminyak dan mencegah pori-pori tersumbat yang mungkin bisa menyebabkan jerawat.

Niacinamide : Membantu mengecilkan dan mengencangkan pori-pori. Mengurangi inflamasi & kemerahan. Pemakaian jangka panjang dapat membantu menghaluskan tekstur kulit.

Tiger Nut Grass : Kandungan ini dipercaya mampu mencerahkan kulit. Ini adalah kandungan pencerah alami tanpa efek samping berbahaya.

Full Ingredients : Aqua, Butylene Glycol, Lecithin, Hydroxyacetophenone, 1,2-Hexanediol, Citrullus Lanatus (Watermelon) Fruit Extract, PEG-7 Glyceryl Cocoate, Phenoxyethanol, Niacinamide, Carbomer, Tetrahydroxypropyl Ethylenediamine, PEG-40 Hydrogenated Castor Oil, Menthol, Menthyl Lactate, Cyperus Rotundus Root Extract. 

Masker ini tidak mengandung paraben, sulfate, alcohol dan bahan kimia berbahaya lainnya, sehingga sangat aman digunakan ibu hamil dan menyusui. 

Packaging

Bisa dibilang kemasannya sangat simple dan terkesan clean, but I love it. Dikemas dalam plastik berbahan aluminium yang bisa di daur ulang. Berwarna putih dengan permukaan doff. Informasi yang tertera di kemasan cukup lengkap. Dibagian depan ada nama produk beserta klaimnya, sementara dibagian belakang ada langkah-langkah penggunaan yang dilengkapi dengan ilustrasi serta ingredients list, cautions and about the production. 

Material & Fit

Untuk The Rescue Mask ini bahan lembarannya terbuat dari Seaweed Fiber yang kaya akan vitamin, amino acids dan mineral. Menggunakan Liposomal Technology yang memungkinkan bahan aktif bisa meresap lebih cepat dan optimal. Bahan lembarannya 100% biodegradable sehingga ramah lingkungan, berbeda dengan sheet mask kebanyakan yang menggunakan synthetic fiber. 

Ukuran dan cut-out nya cukup pas di wajahku. Meskipun bahannya tidak elastis tapi masker ini cukup nyaman dan bisa di pas-kan dengan bentuk wajah. 

Texture & Scent

Memiliki serum yang agak kental dan slimy mirip dengan produk yang mengandung lendir siput. Terasa sangat licin tapi tidak lengket. Warnanya agak keruh dan kekuningan. Baunya sangat unik, sejauh ini aku baru nemu 2 sheet mask dengan bau seperti ini. Bagaimana baunya? Baunya mirip daun pisang yang kering, but I'm okay with that. Baunya lembut dan sama sekali tidak menyengat hidung atau mengganggu. 

How to Use

Beauty Boss Sheet Mask bisa kalian gunakan setiap hari, karena kandungannya sangat aman dan bahannya sensitive skin friendly. Bagaiamana cara menggunakannya? 

1. Pastikan wajah bersih atau cuci muka terlebih dahulu. 
2. Setelah wajah kering, kalian bisa mengaplikasikan toner terlebih dahulu. 
3. Keluarkan lembaran dari kemasan, lalu pasang di wajah. 
4. Diamkan selama 15-20 menit. Selama menunggu kalian bisa menggunakan face roller untuk memijat atau bisa melakukan aktifitas lain. Jangan khawatir, ini meskipun di pakai sambil jalan-jalan nggak jatuh kok. 

Kapan waktu yang tepat menggunakan sheet mask? Ini tergantung selera sih, bagusnya malam supaya nutrisi bisa terserap dengan baik dan bangun di pagi hari dengan kulit yang bagus. But, I personally lebih suka pakai sheet mask di siang hari, soalnya biar adem. 

My Experience & the Results

Ceritanya aku lagi ikut #5DaysHinyaiChallenge dimana aku harus memakai Beauty Boss Sheet Mask selama 5 hari berturut-turut. Kebetulan kondisi kulitku sebelum memakai masker ini habis breakout. Ada banyak bekas jerawat dan beberapa jerawat  yang masih aktif di area sekitar bibir dan pipi, ditambah kulit dehidrasi, nampak kusam, tekstur tidak rata, pori-pori lebih besar dari sebelum breakout dan iritasi kemerahan.

Di hari pertama mencoba The Rescue Mask aku sempat hampir menjatuhkannya, tekstur serumnya yang slimy membuatnya sangat licin. Buat kalian yang mau coba masker ini saranku hati-hati waktu ngluarin lembarannya. Serum 23ml menurutku pas, tidak terlalu banyak atau sedikit, sisa di dalam bungkus biasanya aku ratakan ke area leher. 

Selama mamakai masker ini aku menggunakan Aventurine Jade roller dari Beauty Boss yang fungsinya untuk membantu mengurangi inflamasi & puffiness, mengurangi penampilan bawah mata, memperlancar aliran darah, dll masih banyak manfaat lain dari face roller ini. Oh iyaa, aku suka banget dengan face roller dari Beauty Boss karena kualitasnya bagus dan dia nggak bunyi waktu dipakai buat gilas wajah. Saat ini aku punya 3 face roller dan menurutku ini yang terbaik. 

Aku sangat terkesan dengan soothing sensation yang dihasilkan masker ini, sangat kuat dan intense, jadi sejak awal lembaran dipasang sampai di lepas rasa sejuknya masih terasa. Bahannya juga sangat nyaman dan aman untuk kulit sensitifku, jadi aku betah untuk memakainya agak lama. 

Aku menggunakan masker selama 20 menit, yaitu waktu maksimal yang disarankan. Ketika lembaran aku angkat masih terlihat basah dengan serum. Sementara serum yang ada diwajahku terlihat hampir seluruhnya terserap. Aku kembali menggunakan Beauty Boss Aventurine Jade Roller untuk meratakan serum dan membuatnya terserap sepenuhnya. Jujur aku sangat surprised sama serumnya yang slimy ternyata dia sama sekali nggak ninggal residu lengket di kulit. 

Bagaimana hasilnya? Wajahku terasa sangat segar, ibarat orang ngantuk langsung melek setelah pakai masker ini. Setelah serum terserap, finishnya membuat kulit nampak glowing. Glowing disini bukan berarti berminyak yaa, beberapa orang masih tidak bisa membedakannya. Kulitku nampak glowing sehat, well hydrated dan kemerahan berkurang. Bagaimana efeknya untuk jerawat? The next day ketika aku bangun tidur, aku lihat jerawatku yang bengkak sudah jauh lebih kalem, dan jerawat yang kecil-kecil telah kempes, tinggal bekasnya saja. 

Pemakaian hari ke 2 dan 3 jerawat aktif yang ada di pipiku semakin membaik, sudah kempes, tidak terasa nyeri lagi, hanya meninggalkan bekas kemerahan. Di hari ke 4 aku menggunakan masker ini setelah proses ekfoliasi rutin yang aku lakukan seminggu sekali. Biasanya setelah menggunkan AHA & BHA dengan persentase cukup tinggi kulit sensitifku akan mengalami kemerahan dan rasa terbakar sementara. Nah, untuk mengurangi efek tersebut aku coba gunakan Beauty Boss Seet Mask - The Rescue untuk mendinginkan dan menenangkan kulit. And surprisingly hasilnya bagus banget, kulitku langsung adem, tidak ada kemerahan maupun rasa terbakar sama sekali. Aku sangat merekomendasikan buat kalian coba juga masker ini setelah proses ekfoliasi. 

Hari ke 5, aku coba pakai masker ini sebelum memakai makeup berat. Hasilnya kulit jadi lebih halus, make-up lebih nempel dengan baik, tidak ada bagian yang patchy, bahkan dalam waktu yang cukup lama, dari pagi hingga sore make-up ku masih bagus. So, kalian yang mungkin perlu make-up untuk hari penting, wajib banget cobain masker ini sebelum make-up. Atau mungkin kalian yang bekerja sebagai mua bisa coba pakein masker ini ke klien sebelum di make-up. 

And Here're the results... setelah 5 hari berturut-turut memakai Beauty Boss Sheet Mask - The Rescue. 

Kulitku nampak lebih sehat yaaa? Sebelumnya kelihatan banget kusam dan nampak lelah (kebanyakan deadline nih, hehe). Tekstur kulit dan pori-pori terlihat lebih halus, beberapa bekas jerawat yang kecil-kecil juga pudar. Kulitku terasa lebih halus, well hydrated dan terlihat sedikit cerah. Oh iya, benjolan kecil diatas bibir itu bukan jerawat, tapi alergi gara-gara makanan, dan penggunaan masker ini tidak ngasih pengaruh ke alergi, tidak membuatnya sembuh atau memperparah. Selama memakai masker ini aku tidak merasakan adanya reaksi buruk sama sekali, untuk di pakai setiap hari ini benar-benar aman. 

Conclusion

Aku bisa menyimpulkan this is a great mask!!! Menurutku semua definisi sheet mask enak menurutku ada semua disini. Apa saja itu? Bagiku sheet mask enak wajib punya soothing sensation, bahan lembarannya nyaman dan tidak pengap, cairannya tidak lengket dan mudah terserap, memberikan efek hidrasi yang baik, finishnya healthy glow, tidak berminyak maupun meninggalkan residu lengket di kulit. Nah, itu semua sudah komplit ada di dalam Beauty Boss Sheet Mask - The Rescue. 

Sekarang aku lagi berusaha mengurangi bekas jerawatnya, dan sepertinya aku butuh yang variant The Lift Job. Next time sepertinya aku akan coba variant tersebut, nunggu diskonan, hehe. 

Beauty Boss Sheet Mask bisa kalian beli di official website mereka atau di e-commerce seperti Shopee dan Tokopedia.

Monday, September 14, 2020

Review Himalaya Purifying Neem Mask, Benarkah Bisa Atasi Jerawat?

Beberapa bulan yang lalu masker ini sempat viral sehingga membuatnya langka, bahkan beberapa toko menjualnya dengan harga lebih dari 100ribu! Gila banget kan? The power of Tiktok. 

Kemudian aku ingat, sekitar 5 atau 6 tahun yang lalu aku pernah coba Himalaya Purifying Neem Mask. Tidak hanya maskernya saja sih yang aku coba, saat itu aku sedang hopeless dengan masalah jerawat jadi setiap kali ada produk dengan embel-embel jerawat pasti ku beli. Ketika belanja di swalayan aku melihat produk Himalaya berada di rak produk terbaru, melihat sekilas deskripsinya aku langsung memasukkan ke keranjang 3 buah produk, facial was, scrub dan masker. Tentunya dengan harapan produk tersebut mampu mengatasi masalah jerawatku yang tak kunjung sembuh. Sayangnya harapanku sia-sia, semua produk yang aku beli tidak ada satupun yang cocok dikulitku. Menurutku formulanya terlalu keras dan scrub nya melukai kulit sensitifku. Bukannya sembuh, kulitku malah iritasi.

Lalu kenapa aku mau coba lagi? aku penasaran saat itu kulitku bener-bener ga cocok apa memang kondisi skin barrier ku lagi jelek? Nah, karena sekarang aku sudah punya basic skincare yang kuat dan kondisi kulitku mulai membaik aku penasaran mau mencobanya lagi. 

Product's Information
Name : Purifying Neem Mask
Brand : Himalaya
Manufacturing : The Himalaya Drug Company - India
Distributor : The Himalaya Drug Company - Indonesia
Volume : 50ml
Price : Rp. 20.000 - 25.000
BPOM : NA17180200631

Buat kalian yang mungkin belum tahu dan mengira kalau Himalaya ini adalah brand Indonesia, so... Himalaya ini adalah brand dari India, dikemasan juga sudah tertera kalau negara asal produk ini adalah India. Produk mereka sebenere banyak banget, hanya saja yang masuk Indonesia masih terbatas. Beberapa tahun yang lalu ketika aku ke Malaysia disana banyak counter produk Himalaya di Mall, dan pilihan produknya jauh lebih banyak daripada yang tersedia di Indonesia. 

Fungsi utama masker ini adalah membantu merawat kulit berjerawat. Bekerja dengan cara membersihkan kulit sehingga membuatnya lebih bersih dan menjaga agar kulit tetap sehat. 

Kandungan utamanya adalah Nimba dan Kunyit, berikut akan aku jelaskan sedikit tentang kedua kandungan tersebut. 

Nimba : Nimba atau Neem, tumbuhan ini biasa di temui di Himalaya dan Iran, tapi tumbuhan ini juga bisa tumbuh didaerah beriklim tropis seperti Indonesia. Tumbuhan ini biasa digunakan untuk berbagai pengobatan. Nimba memiliki manfaat anti-inflamatory yang membantu mencegah atau mengurangi pembengkakan akibat bakteri/ jerawat. 

Kunyit : Memiliki kandungan antioksidan dan anti-inflamatory, kunyit juga dipercaya bagus untuk mengobati jerawat. Selain itu kunyit juga membantu mengembalikan glowing alami kulitmu. 

Untuk kemasan masker ini mereka ada 3 pilihan, 50ml, 100ml dan 150ml. yang aku reviewv ini ukuran 50ml. Produk dikemas dalam tube putih ditempel stiker dan tutup flip-top warna tosca. Oh iya, ini sebenarnya yang aku review punya adekku, hahaha dan dia beli sudah lumayan lama sekitar 3 bulan yang lalu, jadi kondisi kemasannya sudah agak buluk dan stiker agak nglupas. 

Teksturnya agak kasar, dengan warna hijau tua mirip daun yang ditumbuk. Karena punya adekku ini sudah didiamkan agak lama maskernya jadi cairannya misah gitu, harus dikocok dulu biar nyampur. Jadi kalo kalian punya masker ini trus lumayan lama nggak dipakai tiba-tiba pas mau pakai yang keluar cairan kayak minyak jangan kaget yaa. 

Baunya cukup kuat dan menyengat, bau herbal mirip jamu. But I'm okay with the smell, tapi mungkin beberapa orang yang kurang suka bau jamu bakal sedikit terganggu dengan baunya. 

Kapan saat yang tepat memakai Himalaya Purifying Neem Mask ? Dan bagaimana cara memakainya? 

Aku sempat shock mengetahui kalo ada yang menyarankan untuk memakai masker ini setiap hari supaya jerawatnya cepet sembuh, yaa mungkin jika kulit kalian itu normal sepertinya bakal baik-baik saja pakai setiap hari, but... buat yang kulitnya sensitif? Mending seminggu sekali saja atau maksimal 2 kali.

Masker ini menggunakan bahan dasar kaolin, khas seperti yang biasa digunakan masker-masker berbentuk clay. Biasanya menurut pengalamanku, bahan ini membantu menyerap minyak, nah jika digunakan setiap hari dia bisa membuat kulit jadi kering, kecuali kalau kulitmu berminyak yaa, ini bakal bagus bantu mengontrolnya. 

Cara pakainya tinggal oleskan Himalaya Purifying Neem Mask ke seluruh wajah, pastikan wajah dalam keadaan bersih / sehabis cuci muka. Diamkan selama 10-15 menit lalu bilas dengan air bersih. 

Pao masker ini hanya 6 bulan, jadi harus dihabiskan selama 6 bulan setelah kemasan di buka. Gimana kalo lebih dari 6 bulan? Gimana efeknya? Biasanya sih kandungan di dalamnya jadi sudah rusak dan tidak bisa bekerja dengan optimal lagi atau malahan tidak bisa bekerja lagi. 

My Experience

Kebetulan aku sedang ada jerawat di dagu dan pipi, jadi aku cobain masker ini untuk melihat hasilnya. Aku hanya mengoleskan Himalaya Purifying Neem Mask di bagian yang berjerawat saja. Ketika pertama kali dioleskan tidak ada sensasi dingin sama sekali, tapi beberapa menit kemudian baru muncul. Sensasi dinginnya cukup menenangkan, jadi pada bagian jerawat yang bengkak rasa sakitnya sedikit berkurang. 15 menit kemudian masker mulai mengering, dan kulitku terasa ketarik. Aku bilas masker dengan air dingin/ air yang ada di kamar mandi. Proses membersihkannya cukup mudah dan tidak meninggalkan residu. 

Bagiaman hasilnya? Sesaat setelah dibilas dengan air, aku mulai merasakan bagian kulitku yang tadinya aku kasih masker mulai gatal dan lama-lama terasa perih, panas seperti terbakar. Aku segera mencari kaca untuk melihat apa yang terjadi, and yeahh... apa yang aku alami beberapa tahun yang lalu terjadi lagi. Kulitku merah dan iritasi.

Bagaiamana dengan jerawatnya? Nggak ada perubahan, malahan kulit sekitarnya ikutan merah. Oh iyaa, karena aku cuma pakai di area sekitar dagu dan pipi maka hanya bagian tersebut yang iritasi, sementara kulit yang tidak aku pakein masker aman-aman saja. 

Beberapa jam kemudian setelahnya kulitku tidak kunjung membaik, hingga akhirnya aku kompres dengan toner Purito Centella Green Level untuk meredakan kemerahannya. Untungnya, sesaat setelah ku kompres kondisi kulitku membaik lagi. 

Conclusion

Kesimpulannya aku memang tidak cocok dengan Himalaya Purifying Neem Mask, jadi kalo dulu aku nggak cocok itu bukan salah skin barrier ku, tapi yaaa memang kulit sensitifku nggak cocok. 

Apa yang sedang viral itu tidak bersifat universal atau bisa digunakan semua orang, tidak ada yang namanya sudah pasti cocok untuk semua orang. Boleh saja membeli apa yang sedang viral, tapi sebelumnya at least kamu pahami dulu kulitmu. Misal kulitmu sensitif tapi ngikutin yang sedang viral untuk pakai ini setiap hari, nangis itu kulitmu! Sekarang ini segala sesuatu lebih mudah di akses, please be smart! Kalian bisa belajar tentang kulit kalian dari mana saja, di YouTube, Instagram, Web, dll. 

Sekian review ku kali ini, see u... 

Saturday, September 12, 2020

Avoskin - Ultra Brightening Cream New Improved Formula

Hello everyone, how's life? 

Bagaiman kegiatan kalian selama new normal? Masih 50:50 work from home atau sudah sepenuhnya normal? Di kota ku semuanya sudah kembali normal, tapi tetap dengan protocol kesehatan yang telah ditentukan pemerintah. Mall, toko, pasar dan kantor telah di buka, hanya sekolah saja yang masih libur. Nah, aku yang sudah cukup lama mengurung diri di rumah akhirnya mulai banyak keluar untuk sekedar belanja atau ke taman untuk keperluan foto. And I ended up with kulit kusam. Padahal aku sudah pakai sunscreen dan raji reapply setiap 2 jam sekali, tapi tetap saja sengatan matahari tak terhindarkan. Bayangkan saja yang sudah rajin pakai sunscreen saja masih bisa kusam bagaimana dengan mereka yang masih tidak mau memakai sunscreen

Luckily, I got the opportunity to try Avoskin Ultra Brightening Cream. Ini adalah versi terbaru dan karena aku belum pernah mencoba versi lama mereka jadi maaf kalau aku nggak bisa kasih perbandingan antara yang baru dan yang lama.

Product's Information
Name : Ultra Brightening Cream
Brand : Avoskin - Indonesia
Volume : 10gr
Manufactured by : PT. LF BEAUTY INDONESIA
Distributed by : AVO INNOVATION TECHNOLOGY
BPOM : NA18201900414
Price : Rp 149.000

Sesuai namanya, fungsi utama produk ini adalah "Brightening" atau bekerja sebagai pencerah. Ngomong-ngomong apakah kalian tau perbedaan antara produk Brightening dan Whitening? Produk dengan klaim brightening itu bekerja mengembalikan warna asli atau warna alami kulit, sementara whitening itu mengubah menjadikan kulit putih. So, yang lebih tepat untuk masalah kulit yang sedang aku alami saat ini adalah produk Brightening, karena aku ingin mengembalikan warna kulitku seperti semula. 

Apa saja kandungan utama dalam Avoskin Ultra Brightening Cream? 

3% Arbutin : Arbutin adalah pencerah alami derived from plant extract bearberry. Arbutin dipercaya lebih hebat dalam mencerahkan kulit dibandingkan dengan kandungan pencerah lain yang sama-sama diambil dari bahan alami seperti Vitamin C, Kojic Acid & Licorice. Arbutin bekerja dengan cara mencerahkan kulit dan menyamarkan dark spot. Sangat lembut dan aman sehingga bisa digunakan 2x sehari. Selain itu, Arbutin juga sangat bagus dalam membantu mengurangi bekas jerawat. 

0,5% Actosome Retinol : Aku sudah pernah pakai kandungan ini sebelumnya dalam Avoskin Miraculous Retinol Toner. Actosome Retinol adalah jenis retinol yang 50% minim iritasi dibandingkan dengan retinol biasa. Setiap 1% Actosome Retinol mengandung 0,09% Active Retinol. Kandungan ini bekerja sebagai anti aging, meregenerasi kulit. Retinol mampu mengurangi garis-garis halus dan kerutan dengan meningkatkan produksi kolagen. Retinol juga meningkatkan warna kulit. Manfaat tambahan termasuk memudarkan bintik-bintik penuaan dan melembutkan tekstur kulit yang kasar. 

Vitamin E : Adalah antioksidan yang bagus untuk kesehatan kulit. Vitamin E mempunyai manfaat sebagai healing & moisturizing. Selain itu Vitamin E bagus juga untuk menguatkan skin barrier. 

Chamomile : Memiliki manfaat antioksidan dan anti inflamasi. Membantu menenangkan kulit, mengurangi kemerahan dan jerawat. 

Karena ada kandungan Retinol di dalamnya, so Avoskin Ultra Brightening Cream ini selain bekerja sebagai pencerah juga sebagai Anti-aging yang merawat tanda-tanda penuaan dini pada kulit. Produk ini pas banget buatku yang tahun depan sudah berkepala 3, hehe. 

Full Ingredients Avoskin Ultra Brightening Cream

*Penting! 
- Produk ini hanya untuk pemakaian luar, jika terkena mata segera bilas dengan air. 
- Pastikan tutup kembali produk dengan rapat setelah digunakan. 
- Jangan menyimpan produk di dalam kulkas dan jangan biarkan produk terkena sinar matahari langsung
- Tidak dianjurkan untuk wanita hamil, atau konsultasikan terlebih dahulu ke dokter kandungan. 

Packaging

Ketika pertama kali menerima produk ini aku terkejut dan sempat mengira bahwa ini kemasan travel size, karena ukurannya kecil banget untuk ukuran cream hanya sebesar 10 gram. Beberapa temenku pun mengira bahwa ini adalah eye cream. Tapi ternyata memang ukurannya segitu. 

Second Lid Avoskin Ultra Brightening Cream

Produk dikemas dalam frosted glass jar, warna putih keabu-abuan dengan tutup warna silver. Bagian dalamnya juga dilengkapi second lid yang fungsinya supaya produk tidak mudah tumpah dan berantakan menempel ditutup. No spatula included, jadi aku kalau mau mengambil creamnya harus menggunakan spatula dari produk lain. Aku sayang banget kalau harus mencelupkan jariku kedalam produk dengan kemasan jar. 

Box Avoskin Ultra Brightening Cream

Dengan box kertas warna plum, perpaduan cokelat tua keunguan. Boxnya gede, dan berbahan tipis sehingga kemungkinan penyok sangat tinggi. Jika box dibuat lebih kecil dan bahan lebih tebal mungkin akan bagus. Info yang tertera di kemasan sangat lengkap, mulai dari ingredients, cara pemakaian, dll. Dibagian tutup box tersegel dengan stiker hologram bertuliskan Avoskin. 

Texture & Scent

Memiliki rich creamy texture dan warna milky white. Terlihat thick dan berat tapi ketika dioleskan ke kulit terasa ringan serta mudah meresap. Finish-nya nampak glossy tapi tidak lengket sama sekali. Efek lembap dan hidrasinya juga cukup bagus, di pagi hari ketika bangun tidur tidak ada kulit berminyak yang berlebihan, kulit nampak sehat dan terasa halus, mengindikasikan bahwa kulitku terhidrasi cukup baik sepanjang malam.

Tekstur Avoskin Ultra Brightening Cream

Produk ini fragrance-free dan sensitive skin friendly, tapi bukan berarti ini nggak ada baunya sama sekali ya. Fragrance-free artinya produk tidak memiliki tambahan pewangi buatan, jadi bau yang dihasilkan berasal dari kandungan yang ada di dalamnya, dan bau produk ini menurutku soft, tidak menempel terlalu lama di kulit dan tidak mengganggu sama sekali. MIrip dengan cream yang pernah ku peroleh dari dokter.

How to Use

Avoskin Ultra Brightening Cream bisa digunakan pagi dan malam hari di step moisturizer. Aku sendiri lebih suka menggunakan produk ini di malam hari karena ada kandungan retinol di dalamnya dan kulitku ini super sensitif, jadi nggak berani menggunakannya di pagi hari.

Berikut adalah urutan skincare ku selama menggunakan Avoskin Ultra Brightening Cream.

Cleansing balm/oil - Facial Wash - pH Balancing Toner - Hydrating Toner - Hydrating Essence Booster - Avoskin Ultra Brightening Cream

Di hari ke 3 aku menambahkan Avoskin MIraculous Retinol Toner setelah Hydrating toner supaya hasil lebih maksimal.

My Experience and The Results

Sebelum memakai Avoskin Ultra Brightening Cream kondisi kulitku habis breakout. Jerawat sudah lumayan terkontrol, hanya sisa bekasnya yang cukup banyak,  kemudian 1 jerawat aktif di pipi, lalu pori-pori yang terlihat besar (ini selalu terjadi setiap kali habis breakout), tekstur kulit yang buruk dan terakhir masalah yang sudah aku jelaskan di atas tadi, kusam.

Hari pertama menggunakan Avoskin Ultra Brightening Cream sebenarnya masih ada jerawat aktif dipipiku, antara takut kalau produk ini bakal memperparah kondisi jerawat tapi dilain sisi aku juga nggak sabar pengen cobain, hehe. Jad, yauda deh sambil berdo'a semoga baik-baik saja. Rasanya perih dan cekit-cekit hanya dibagian yang berjerawat, tapi tidak lama kok, hanya 2-3 menit. Oh iya, sejak awal sudah dikasih tahu kalau pemakaian dibarengin dengan Avoskin Miraculous Retinol Toner Bakal lebih bagus hasilnya, tapi aku mau pakai Avoskin Ultra Brightening Cream ini sendiri selama beberapa hari supaya bisa tracking misalkan ada nggak cocok atau gimana.

The next day, setelah pemakaian pertama aku terkejut! Karena jerawat aktif dipipiku kempes, aku raba seperti sudah tidak ada isinya, hanya masih benjol merah. Jadi produk ini ternyata ngaruh buat jerawat, cara kerjanya bukan bikin jerawat mateng lelu keluar matanya dan kemudian pecah, tapi lebih ke mengempeskan dan mengurangi rasa nyeri pada jerawat bengkak.

Flaky Skin di awal pemakaian Avoskin UBC + Avoskin MRT

Selama 3 hari menggunakan Avoskin Ultra Brightening Cream aku tidak melihat adanya bad reaction, jadi aku tambahkan Avoskin Miraculous Retinol Toner. Keesokan harinya kulitku terasa perih dibagian dagu dan hidung, aku ambil kaca benar saja bagian tersebut nampak merah dan flaky. Wah, sepertinya gara-gara aku tambahin Retinol Toner nih. Sambil memutar otak, memikirkan gimana yaa caranya supaya mereka bisa aku pakai bersamaan tapi tetap nyaman dikulitku? Akhirnya aku ganti hydrating toner ku dengan yang lebih berat dan menggunakannya 2-3 layer. Hasilnya? It works like wonders! Problem solved! NO-MORE FLAKY SKIN!!! Jadi ternyata hydratingnya lebih dikencengin lagi biar enak pakai retinolnya.

Before - After Penggunaan Avoskin Ultra Brightening Cream

Hari ini tepat 2 minggu aku menggunakan Avoskin Ultra Brightening Cream. Bagaimana hasilnya? bisa kalian lihat, itu ngaruh banget buat jerawat dan bekasnya. Tekstur kulitku juga terlihat lebih halus dan pori-pori nampak mengecil. Bagaimana dengan efek brighteningnya? Awalnya aku mengira produk ini kayak nggak begitu ngefek untuk mencerahkan atau mengembalikan warna kulit, sampai akhirnya aku mencoba cushion dengan warna agak terang dan itu pas di kulitku, sama sekali nggak abu-abu! Dulu memang biasanya aku pakai shade medium light, tapi karena kulitku jadi kusam warna tersebut nampak abu-abu dikulitku, sehingga aku lebih sering pakai shade medium. 

Conclusion

Avoskin Ultra Brightening Cream ini bekerja sesuai klaimnya ditambah ngefek juga untuk jerawat di kulitku. I'm so happy karena akhirnya aku bisa pakai kembali cushion shade medium light which is shade asli kulitku tanpa takut wajahku jadi abu-abu.

Buat kalian yang baru pengen nyicipin produk retinol, aku sangat merekomendasikan produk ini, karena kandungan retinolnya sangat kecil hanya 0,5%. Tapi meskipun demikian hasilnya cukup oke dan minim iritasi.

Hasil di setiap orang mungkin akan berbeda, semua yang aku tulis disini adalah berdasarkan pengalamanku. Aku rasa skincare lain yang aku gunakan bersamaan dengan produk ini jugan ikut andil dalam pencapaian yang aku dapatkan. Tak lupa untuk selalu mengingatkan, "jangan lupa pakai sunscreen" Karena skincare sebanyak dan semahal apapun itu akan percuma kalau kalian nggak pakai sunscreen. 

Terakhir, aku sangat berharap Avoskin upgrade ukuran yang lebih besar, setidaknya 20-30gram. Meskipun hanya aku pakai dimalam hari tapi ukuran 10gram itu bisa habis kurang dari sebulan.

Untuk informasi lebih lanjut tentang produk ini dan berbagai produk Avoskin lainnya, kalian bisa cek website Avoskin

Thank u so much Avoskin for the opportunity, sejauh ini belum ada produk Avoskin yang mengecewakanku.

Monday, August 31, 2020

I Trust Nature - Spirulina Clay Mask

Pertama kali tahu brand ini aku sempat mengira bahwa ini adalah Korean brand, but apparently this is a local brand! Kaget? Kok bisa brand lokal se-keren ini? Akhir-akhir ini kan memang banyak local brand baru bermunculan dan mereka semua asli keren-keren banget! Seneng? Tentu! Jadi kalau misal suatu saat, tapi kalau bisa jangan sampai terjadi sih ini hahaha aku sudah nggak bisa beli skincare Korea atau mereka nggak bisa masuk Indonesia setidaknya aku sudah siap sedia dengan local brand penggantinya. 

I Trust Nature ini adalah local brand yang bisa dibilang baru banget, mereka baru launching tahun 2020 ini, sekitar bulan April kalau nggak salah. 

I love anything about this brand! Their name, their concept, the product's packaging, product's ingredients, texture, ahh anything! 

Konsepnya sesuai namanya "I Trust Nature" dimana mereka mempercayakan bahan-bahan produknya dari alam. Produknya Safe & Eco-Friendly, dari alam untuk alam. 

Product Information
Name : Spirulina Clay Mask
Brand : I Trust Nature
Origin : Indonesia
Volume : 60ML
Manufacturing : PT. Citrasemesta Asrisejati for PT. Kreasi Sari Alam
Bpom No : NA18200200028
Price : Rp. 159.000

So, this is my first "Spirulina" things. Beberapa tahun belakangan ini masker spirulina cukup hype. Tiap buka social media entah itu Facebook atau Instagram pasti nemu penjual masker ini. Dengan berbagai testimoni menjanjikan dan foto before-after cukup meyakinkan membuat para acne fighters kepincut dan pengen mencobaya. Lalu, bagaimana dengan aku? Jujur, aku nggak pernah sekalipun tertarik dengan masker spirulina yang beredar di pasaran. Bentuknya aja kapsul begitu, mirip dengn suplemen kesehatan dengan kandungan yang sama. Apa jangan-jangan memang itu suplemen kesehatan, lalu orang-orang sok bikin DIY jadikan itu masker? Entahlah, siapa yang tahu? 

Lalu kenapa aku tertarik dengan masker spirulina I TRUST NATURE? Yang pertama ini brand jelas, manufacturing dimana, distributor dimana, ingredients juga tertulis lengkap. Kedua, bentuknya clay mask. Ini sangat praktis, tinggal oles ke wajah. Terakhir, kandungannya bukan spirulina aja. Ada beberapa kandungan pendukung lainnya.

Apa saja key ingredients I TRUST NATURE Spirulina Clay Mask? 

Spirulina : Membantu pergantian sel & penyembuhan kulit lebih cepat. Menangkal radikal bebas dan menghilangkan racun dari kulit untuk meningkatkan metabolisme kulit. Spirulina juga mencegah pertumbuhan bakteri yang dapat menyebabkan jerawat.

Green Tea Extract : Kandungan antioksidan, anti-inflamasi, dan antimikroba dalam teh hijau dapat menjadi pengobatan yang efektif untuk jerawat dan kulit berminyak. 

Honey : Membantu kulit menyerap dan mempertahankan kelembapan sehingga tidak kering. Madu kaya akan antioksidan alami dan sifat anti-mikroba yang membantu melindungi, memperbaiki, dan mencegah kerusakan kulit. Madu juga mampu menenangkan kulit.

Rice Bran Oil : Berpotensi meningkatkan hidrasi, mengurangi pigmentasi, meratakan warna kulit, dan mengurangi munculnya garis-garis halus dan kerutan.

Peppermint Extract : Membantu membersihkan kulit dan memiliki sifat antiseptik dan antibakteri. Ini memiliki efek menenangkan iritasi dan peradangan akibat jerawat,

Walnut Shell Powder : Membantu mengangkat sel kulit mati. 

Produk berukuran kecil, cuma 60ml. Dikemas dalam jar plastik tebal warna amber dipadukan dengan warna matcha green yang sangat cantik. Dilengkapi dengan box kertas warna perpaduan putih dan matcha green. Informasi yang tercetak di box sangat lengkap, mulai dari main ingredients, full ingredients, cara pemakaian, dll. 

Tutup jarnya berbentuk ulir warna hitam. Membuka tutupnya kalian akan melihat second lid disana, ini supaya produk tidak meleber kemana-mana dan lebih aman aja. Dilengkapi dengan mini spatula sehingga memudahkan ketika mau mengambil masker.

Teksturnya buttery, terlihat kokoh tapi lumer ketika menyentuh kulit. Terdapat butiran scrub halus berwarna hijau tua dan cokelat, sepertinya ini berasal dari kandungan Walnut Shell Powder dan Spirulina Powder. Butiran scrubnya sama sekali nggak bikin sakit atau melukai kulit, bahkan kulir sensitifku masih bisa memakainya. 

Bagaimana dengan baunya? Baunya amis nggak? Ini pertanyaan yang banyak aku dapatkan. Jawabannya nggak ada bau amis sama sekali. Beberapa orang yang pernah pakai masker spirulina berbentuk serbuk mengatakan bahwa baunya menyengat dan amis. Bersyukurlah karena masker ini baunya enak. Menurutku baunya mirip permen tape dan ada sedikit bau mint. 

Aku menggunakan masker ini selama 15 menit, itu adalah waktu maksimal yang disarankan 10-15 menit. Selama memakai masker ini aku merasakan adanya soothing sensation yang sepertinya berasal dari kandungan Peppermint Extract didalamnya. Dianjurkan untuk membilas masker ini dengan air hangat, tapi aku membilasnya dengan air dingin yang ada dikamar mandi. Salah satu hal yang aku suka dari masker ini adalah, dia mudah banget dibilas dan nggak ninggalin residu seperti rasa lengket maupun produk yang mengering dan menempel dikulit. 

Setelah dibilas aku merasakan wajahku jadi segar banget dan terasa bersih. Terlihat lebih cerah, mungkin karena efek bersih jadi nampak cerah. Ketika aku sentuh, permukaan kulitku terasa halus dan dingin, asli kayak suhu kulit ikutan turun dan ini enak banget, ngaruh juga buat jerawatku. Apalagi jerawat yang lagi bengkak bisa langsung kalem. 

Seriously masker ini sangat bagus! Bahkan aku tidak menemukan apa kekurangannya. Hmmm, mungkin ukurannya saja sih, aku harap bakal ada versi yang lebih besar, hehehe. 

Kalian bisa beli produk I Trust Nature di Shopee & Tokopedia. Cek juga produk I Trust Nature lainnya di instagram mereka @itrustnature.id


Tuesday, August 25, 2020

Review Sheet Mask Madame Gie - Madame Essence Blanket Mask

Siapa fans produk Madame Gie? Apakah kalian sudah tahu kalau brand kesayangan kalian ini sekarang punya produk Sheet Mask? Setelah sebelumnya mereka mengeluarkan masker berbentuk mud mask dan peel-off mask yang harganya pretty affordable, then how about their sheet mask? Tenang, harganya juga sangat terjangkau kok, yaa meskipun nggak se-murah 2 masker sebelumnya tapi sheet mask mereka ini terbilang murah untuk ukuran sheet mask. Berapa sih harganya? Harganya di bawah 10 ribu, itu tergantung kalian beli dimana? Kalau aku sendiri beli di shopee cari penjual terdekat dari kota ku biar cepet sampai, aku dapat harga Rp. 8500 tiap lembarnya.
Kalau dibilang fans Madame Gie bukan sih, tapi aku suka beli produknya. Murah banget! Tapi kalau sheet mask? Yes! I really love sheet mask! Bisa dibilang aku ini sheet mask die-hard! Kalau bisa aku mau nyobain semua jenis sheet mask yang ada didunia ini, hahaha! Jadi, ketika tau Madame Gie punya sheet mask aku agak bimbang. Kenapa? Produk Madame Gie diproduksi di China, kalau untuk makeup it's okay, tapi kalau buat skincare? aku jadi agak mikir, gimana kalau Quality Control nya nggak bagus? Gimana kalau kualitasnya sama saja dengan sheet mask China 2ribuan seperti yang banyak beredar di pasaran, kayak Bioaqua, Rorec, dll? Berusaha menepis itu semua aku beranikan diri buat beli, awalnya mau beli 1 aja deh buat review, tapi berakhir membeli 5 dari 8 variants yang ada. 

Nanggung banget! Kenapa nggak beli semua aja sih 8 variants? Sempat kepikiran gitu juga biar review ku lebih lengkap, tapi kemudian mikir-mikir lagi, udah deh 5 aja soalnya 3 varian yang nggak aku pilih itu sudah mainstream, sudah banyak sheet mask pakai varian tersebut, jadi aku pilih 5 yang menurutku nggak biasa. 

Madame Gie - Madame Essence Blanket Mask


Mereka menggunkan kata "blanket" yang berarti selimut sebagai namanya daripada menggunkan kata "sheet mask" yang terdengar biasa. Sebenere sama saja sih, blanket mask ini maksudnya masker yang menyelimuti wajah kita. 

Memiliki 8 Variants yaitu :

- Aloe Vera - Hydrating
- Pomegranate - Revitalizing
- Olive - Firming
- Centella - Soothing
- Yuzu - Clarifying
- Date Palm - Moisturizing
- Rice Bran - Repairing
- White Tea - Brightening

Seperti yang aku jelaskan di atas, aku cuma beli 5 varian yaitu Centella, White Tea, Date Palm, Yuzu dan Rice Bran. Jadi cuma 5 dari 8 saja yang bakal aku review. 

Pertama kali lihat sheet mask ini aku langsung jatuh hati dengan kemasannya. Imut banget! Sumpah bagian desain kemasan ini aku acungi jempol, ilustrasi yang di pakai kayak watercolour gitu, sama sekali nggak ada kesan masker murah. Bahan kemasannya juga bagus, plastik dengan permukaan doff dan background doff membuatnya terkesan clean. Informasi yang tertera dikemasannya juga sangat lengkap. Dibagian depan kalian bisa melihat nama produk, varian disertai kandungan apa yang ada di dalamnya selain kandungan utama yang dijadikan nama varian. Lalu ada lambang yang menunjukan bahwa produk ini Non-comedogenic & paraben-free. Kemudian ada klaim produk serta fungsi utama. Semua benar-benar tertata dengan cantik dan rapi. Menuju bagian belakang kemasan terdapat cara pemakaian yang disusun dalam kolom sehingga mudah diikuti. Disebelahnya ada deskripsi singkat produk beserta ingredients list. Dibagian bawah ada informasi tentang No. BPOM, ukuran produk, produksi serta distributor. 

Ketika memegang kemasannya terasa tebal, aku berfikir kalau lembaran maskernya bakal tebal khas sheet mask dengan harga dibawah 10 ribu, tapi aku salah. Ketika membuka kemasan aku terkejut karena ternyata didalam ada lembaran pemisah atau separator. Ini biasanya ada di sheet mask Korea dengan harga diatas 20 ribu, jadi aku kaget soalnya masker semurah ini pake pemisah segala. Tapi kemudian temanku menjelaskan bahwa biaya produksi di China itu murah, bahannya juga bisa dapet murah jadi hal ini masih memungkinkan sheet mask murah pakai lembaran pemisah. 

Apa fungsi separator dalam sheet mask? Ini biasanya digunakan untuk sheet mask yang bahan lembarannya sangat tipis supaya memudahkan kita untuk membuka lipatan dan mengurangi resiko lembaran sobek ketika lipatannya dibuka. Selain itu bermanfaat juga untuk memasangkan lembaran ke wajah. 

Bahan lembarannya sangat tipis dan elastis, jadi mudah dipaskan dengan bentuk wajah. Ukurannya cukup pas di wajahku yang besar, buat kalian yang ukuran wajahnya kecil mungkin lembaran masker ini bakal sedikit kebesaran. Bagian mulutnya tidak berbentuk lubang, hanya sobekan memanjang yang nantinya kita pas-in sendiri dengan ukuran mulut. Untuk bagian hidung agak terlalu panjang bagi hidungku yang pesek, hahaha but no problem aku bisa melipatnya.

Next, dibawah ini aku akan review Sheet Mask Madame Gie satu per satu tiap varian. Mulai dari essence, baunya, hingga hasil akhirnya seperti apa. Sebelumnya aku mau kasih tau kalau jenis kulitku itu kombinasi dan cenderung berminyak, mudah berjerawat serta sensitif. Jadi, hasil yang aku tulis itu 100% berdasarkan pengalamanku, hasil bisa berbeda tiap orang karena jenis kulit dan masalahnya berbeda. 

Blanket Mask Centella - Soothing

Ini adalah varian pertama yang aku coba. Kondisi kulitku sebelum mencoba masker ini saat itu sedang butuh sesuatu yang bisa menenangkan jerawat sekaligus menghidrasi. Ada beberapa dry patches karena saat itu aku sedang mencoba produk yang agak bikin kulit kering. Biasanya produk dengan kandungan Centella memang bagus untuk menenangkan, jadi tanpa pikir panjang aku langsung ambil varian ini.

Setelah aku tempelin ke wajah, baru deh aku baca kemasannya, ini jangan di tiru yaaa, pastikan kalian membaca semua informasi yang tertera dikemasan sebelum memakainya. Jadi, selain Centella Asiatica produk ini mengandung Witch Hazel yang mana memiliki fungsi mengontrol minyak di wajah. Sedikit kaget, waduhhh wajahku kan lagi kering malah aku tambahin Witch Hazel?

Klaim varian ini adalah membantu mengatasi jerawat, mengontrol produksi sebum dan mengencangkan pori-pori. Untuk masalah jerawatnya okelah, aku memang lagi jerawatan, tapi aku masih sedikit takut dengan Witch Hazel, takut kalau membuat kulitku tambah kering.

Essence-nya banyak, banyak banget! kayaknya bisa dipakai buat mandi, hahahaha. Teksturnya cair dan bening, jadi ketika dikeluarkan netes-netes gitu aku kurang suka. Essence sedikit lengket dan terasa berminyak. Baunya enak, tapi bukan bau centella kebanyakan, baunya segar perpaduan bunga dan sedikit manis.

Disarankan untuk memakai masker ini selama 15-20 menit, aku memakaianya 20 menit pas. Selama memakainya aku merasakan ada sedikit soothing sensation, nggak intense sih, cuma kadang-kadang ada sedikit rasa sejuk. Ketika lembaran aku angkat beberapa bagian ada yang sudah kering seperti hidung dan dagu, sementara bagian lainnya masih basah banget. Butuh waktu cukup lama supaya essence terserap, padahal basanya masker dengan kandungan centella  lumayan ringan dan mudah terserap, tapi ini nggak! Butuh sekitar 1 jam baru benar-benar terserap.

Lalu bagaimana hasilnya? lembap aja, that's all!  sama sekali nggak ngaruh buat tenangin jerawat, tapi juga nggak bikin kondisinya makin parah. Sekitar 1-2 jam kemudian malah muncul kemerahan di kulitku. Sempat kapok dan mau berhenti aja lah, nggak mau lanjutin coba yang lain karena takut. Lalu aku berfikir, ahh mungkin hanya varian ini saja yang bereaksi seperti itu, jadi ayo kita coba yang lain.

Blanket Mask White Tea - Brightening

Beberapa hari setelah coba varian Centella aku cobain varian White Tea. Fungsi utamanya adalah mencerahkan. Diformulasikan dengan white tea, grape seeds & cactus. Ya, Perpaduan ingredients nya sangat unik, jarang kita temui dalam sheet mask bukan?

Selain mencerahkan, perpaduan ke-3 kandungan tersebut dipercaya bagus untuk menyehatkan kulit serta membantu membentuk lapisan hidrolipid pada permukaan kulit. Lapisan ini bagus mengunci kelembapan kulit agar senantiasa nampak halus, kencang dan segar.

Essencenya masih tetap sama, banyak banget dan bertekstur cair. Bening dan nyaris tidak berbau, lembut banget baunya. Essence-nya nggak berminyak maupun lengket seperti varian sebelumnya.

Selama memakai masker ini aku tidak merasakan adanya soothing sensation.  Setelah 20 menit aku angkat lembaran dari wajahku. Lembaran masih sangat basah, begitu pula dengan wajahku, tapi bedanya kali ini karena essence-nya tidak lengket, wajah malah terasa segar basah dengan essence. Berbeda dengan yang sebelumnya, kali ini terserapnya cukup cepat, hanya butuh beberapa menit saja. Hasilnya sesuai klaim, wajahku nampak sedikit cerah setelah menggunkan masker ini. Halus dan kencang ditambah nila plus-nya dia ngasih rasa segar.

Blanket Mask Date Palm

Masker kurma? Aku langsung kebayang baunya bakal manis khas kurma. Sepertinya belum ada sheet mask yang menggunkan kandungan utama kurma ya? Apakah ini yang pertama? Apasih manfaat kurma untuk kulit? Kurma kaya akan vitamin C dan D yang sangat bagus untuk elastisitas kulit dan sebagai anti-aging. Selain kurma, masker ini mengandung green algae dan rice bran yang membantu menghaluskan kulit serta memperbaiki tekstur. 

Memiliki essence yang agak kental dan lebih rich dibandingkan 2 variants sebelumnya. Baunya enak banget, milky dengan hints sweet coconut. Essence terasa sedikit lengket tapi tidak berminyak.

Selama 20 menit menggunakan masker ini aku sama sekali tidak merasakan adanya soothing sensation tapi baunya yang enak membuatku lumayan betah memakaianya lama-lama.

Ketika lembaran aku angkat, essence yang tertinggal di kulitku terasa lengket banget. Ketika aku coba tempelkan tangan ke wajahku terasa mirip getah yang menempel. Jujur, itu sangat tidak nyaman! Setelah menunggu cukup lama, essence tak kunjung terserap. Aku tidak merasakan hasil apa-apa selain rasa lengket. Jadi, aku putuskan untuk membilas wajahku, supaya rasa lengketnya hilang. Beberapa jam kemudian kulitku memerah dan terasa gatal, keesokan harinya muncul beberapa jerawat di area yang sebelumnya gatal. 

Blanket Mask Yuzu - Clarifying

Baunya lembut khas produk dengan kandungan yuzu, buat kalian yang belum tau, baunya tuh mirip perpaduan lemon dan jeruk. Diformulasikan dengan yuzu, cucumber, bird nest & honeysuckle, yang bekerja dengan memberikan nutrisi agar kulit tetap sehat, halus dan glowing. Yuzu juga dipercaya mampu mencerahkan kulit. 

Essencenya ringan banget, cair dan bening. Nggak terlalu lengket dan cepet terserap. Jika dibandingin 3 variants sebelumnya, ini yang paling ringan. 

Aku gunakan masker ini selama 20 menit. Ada sedikit soothing sensation selama menggunakannya.

Bagaimana hasilnya? Kulit jadi lebih lembap, terasa halus dan terlihat agak cerah. Essence nya juga lumayan cepat terserap. Setelahnya tidak ada reaksi negatif. 

Blanket Mask Rice Bran - Repairing

Ini yang terakhir dan jarak memakainya antara yang 4 ini cukup jauh, aku sedang dilanda kemalasan, hahaha.

Dengan kandungan utama rice bran dan beberapa kandungan pendukung yaitu pursley, seaweed, arnica dan radish. Fungsi utama masker ini adalah untuk memperbaiki skin barrier dan mengencangkan kulit. That sounds pretty great right? Pas banget kulitku lagi breakout, jadi aku butuh masker yang bisa perbaiki skin barrier ku. 

Essence nya mirip yang yuzu, cair dan. tidak terlalu lengket. Baunya enak, kombinasi wangi bunga yang segar. Baunya tidak terlalu kuat, jadi ketika menggunakannya hanya tercium samar-samar. 

Aku pakai masker ini selama 20 menit, dan anehnya lembarannya nyaris kering semua yang artinya essence terserap dengan cepat. Benar saja, ketika aku angkat permukaan kulitku sudah hampir kering, tidak ada essence tertinggal. 

Ketika aku sentuh kulitku terasa dingin, sepertinya masker ini mampu mendinginkan suhu kulit, dan itu terasa nyaman banget. Aku raba permukaan kulitku terasa lebih halus, aku pencet hidungku, sebum di dalamnya seperti mengeras dan dengan mudah bisa dikeluarkan. Efek lembapnya juga bagus dan tidak memberikan finish berminyak. 

CONCLUSION


Kalau di tanya kesimpulannya Sheet Mask Madame Gie ini bagus apa jelek? Hmmm, aku nggak bisa menarik kesimpulan secara keseluruhan, karena beda varian beda hasilnya. Ada yang bagus banget di kulitku dan ada yang sangat tidak cocok sampai menimbulkan jerawat. Hanya saja kalau ditanya aku bakal beli lagi nggak? Kan harganya murah tuh? Jawabannya nggak, aku masih mau explore masker lain, siapa tau nemu yang bagus dengan harga sama terjangkaunya? 

Again, semua itu berdasarkan pengalamanku yaa!! Kalau kalian penasaran bagaimana hasilnya dikulit kalian yaa kalian coba sendiri. Karena kulit manusia itu beda-beda. Sama jenis kulitnya belum tentu masalahnya sama. Sama jenis kulit dan problemnya, bisa jadi punya alergi yang berbeda. 

Sekian review kali ini, thank you for stopping by, see yaa!!