Saturday, March 27, 2021

Review Cushion Lokal Terbaik, Looke Holy Flawless BB Cushion


Aku sering dapet pertanyaan, "kak pilih cushion atau BB Cream? lebih suka foundation apa cushion?" Sebenarnya ini nggak bisa dipilih, karena Foundation dan BB Cream adalah jenis produuk, sementara Cushion itu nama teknologinya, yang mana Cushion bisa diisi dengan Foundation, BB Cream, CC Cream, Blush On, bahkan Brow products. Cushion pertama kali dikenalkan oleh salah satu brand Korea di tahun 2007 yang kemudian mendunia dan menjadi trend ditahun 2015. Karena dinilai sangat praktis, berbentuk compact dan sudah termasuk dengan aplikator didalamnya Cushion banyak disukai, termasuk aku yang sangat tergila-gila dengan produk berbentuk Cushion dan mulai mengoleksinya sejak tahun 2014.


Trend Cushion akhirnya sampai juga ke Indonesia, banyak lokal brand mulai membuat produk dalam bentuk cushion, mulai dari Foundation, BB Cream hingga Blush On. Salah satu Cushion dari brand lokal yang saat ini sedang ramai dibicarakan adalah Lookè Holy Flawless BB Cushion.


Sedikit tentang Lookè Cosmetics, mereka ini adalah Indonesian local brand yang peduli dengan masalah kesehatan dan lingkungan, mereka berkomitmen untuk memberikan produk Cruelty free, Vegan dan bersertifikat halal. Nama Looke diambil dari bahasa Perancis yang artinya menghadirkan penampilan yang memukau. Saat ini mereka memiliki beberapa produk seperti Lip Cream, Mascara, Cushion, Loose Powder, Pressed Powder, dll.


Looke Holy Flawless BB Cushion



Product's Information
Name : Holy Flawless BB Cushion
Brand : Lookè Cosmetics - Indonesia
Volume : 13gr
PAO : 12m
BPOM No : NA18200300082
Price : Rp. 225.000

Apa sih bedanya Cushion Lookè dengan Cushion lainnya yang ada dipasaran? Jadi, sejak bulan lalu instagramku dibanjiri dengan review produk ini dan hampir semuanya memberikan feedback yang positif. Dari yang aku baca, Cushion ini mask friendly alias minim transfer, punya coverage bagus dan aman buat yang berjerawat. Bukankah ini merupakan paket komplit? mengingat ditengah pandemi seperti ini tumpukan cushionku nganggur gara-gara males banget memakainya, terasa pengap dibawah masker, banyak transfer ke masker dan yang paling mengerikan bikin maskne. 


Sebagai pengabdi Cushion tentu aku harus banget memilikinya untuk membuktikan, benarkah sebagus itu? ehh bahasanya kok jadi ala selebgram, hahaha.


And finally....aku punya Lookè Holy Flawless BB Cushion, yeayyy!! Kesan pertamaku memegang Cushion ini, kemasannya cakep, simple tapi elegan, serba hitam gitu dan hitam adalah warna favoritku. Oh iya punyaku ini edisi spesial, jadi kalau beli edisi ini kalian dapet free pouch & stiker dengan ilustrasi super cantik karya Fifiani, dia ini juara 1 Lookè Illustrator hunt 2020. 




Case-nya berbentuk kotak dan nggak terlalu tebal. Trus case-nya ini kayak magnetic, jadi nggak perlu tenaga buat memastikannya tertutup dengan baik. Menuju bagian dalam, this is my favorite! bantalannya bertekstur, atau embossed. Aku suka cushion bertekstur dibanding polosan rata, karena lebih satisfying aja pas dipencet-pencet, haha.


Sayangnya, case cushion ini glossy banget sehingga cap jari bahkan serat kain super kecil bisa nempel bahkan nimbulin goresan. That's why dengan adanya pouch jadi lebih aman jika kalian mau masukkan cushion ini didalam tas sehingga nggak saling bergesekan dengan barang lain.




Kemasan luar Cushion ini berbentuk box kotak, hitam dengan finish doff. Segelnya berwarna beige yang mempresentasikan warna shade dan dilengkapi tulisan namanya. Bagian belakang box tertera informasi yang cukup lengkap, mulai dari kandungan, no BPOM, PAO, dll.


Punya berapa pilihan warna?


Lookè Holy Flawless BB Cushion ini punya 3 pilihan shade yang namanya diambil dari nama Greek Goddess Name yaitu Iris dewi pelangi, Clio yang berasal dari bahasa Yunani Kleio merupakan salah 1 dari 9 muses, the Goddess of music, song & dance. Terakhir Diana merupakan Goddess of the hunt.


Iris memiliki warna light beige yang cocok untuk mereka dengan kulit berwarna terang. Clio memiliki warna medium beige dengan warm undertones cocok untuk yang kulitnya medium. Sementara Diana memilik warna honey beige yang cocok untuk mereka berkulit sawo matang atau medium-deep.




Mana warna pilihanku? Tentu Clio, karena aku memiliki kulit medium dengan warm undertones dan ternyata aku nggak salah pilih, warna ini bener-bener pas di kulitku.


Makeup dengan dengan kandungan skincare?


Lookè Holy Flawless BB Cushion ini diformulasikan dengan Greentea Extract didalamnya yang kaya akan antioksidan, sangat bagus untuk merawat kulit berjerawat, mengontrol sebum serta dapat menangkal radikal bebas. Selain itu, ada kandungan Hyaluronic Acid yang berfungsi untuk menjaga kelembapan kulit sepanjang hari.


Apakah sudah mengandung SPF? 


Meskipun tidak tertulis produk ini memiliki spf berapa? tapi ada kandungan UV filters didalamnya, yaitu Titanium dioxide dan Zinc Oxide (physical) serta Ethylhexyl Methoxycinnamate (chemical). Jadi masih butuh pakai sunscreen dulu nggak? Aku pribadi masih pakai sunscreen sebelum memakai cushion ini.


Texture, Coverage, Finish & Scent


Menyentuh bantalannya yang bertekstur rasanya super lembut dan velvety, trus dengan sedikit tekanan saja cairannya keluar. Teksturnya ditengah-tengah, jadi nggak terlalu cair juga nggak terlalu creamy, menurutku ini sangat pas. Tidak lengket sama sekali, ringan dan mudah diratakan. Memiliki coverage medium to full yang buildable, jadi jika dirasa kurang bisa ditambah lapisannya and surprisingly ini nggak cepet nge-set jadi lapisan dibawahnya tidak crack maupun patchy ketika ditambah.




Dengan 1 layer saja mampu menghasilkan medium coverage yang cukup bagus menutup bekas jerawat dan nampak sangat natural. Butuh 2-3 layers untuk menghasilkan full coverage, itupun masih nampak natural kok, nggak kelihatan dempulan banget. Untuk sehari-hari bagiku 1 layer sudah cukup.


Finishnya satin dan bikin tekstur kulit jadi lebih halus. Sementara untuk baunya menurutku nggak ada wangi yang aneh, malah cenderum seperti bau sunscreen? Tapi ini sama sekali nggak ganggu kok.


Aplikator


Aplikatornya seperti kebanyakan Cushion menggunakan air-puff, hanya saja yang membedakan adalah bahannya. Menurutku air-puff Lookè Holy Flawless BB Cushion ini bagus, karena tidak nyerap banyak produk dan permukaannya halus, jadi lebih enak buat meratakan. Selain itu warnanya yang hitam membuat puff-nya terlihat tidak terlalu kotor. Ini punyaku bagian belakangnya masih cukup bagus meskipun telah kupakai rutin selama hampir 1 minggu.




My Experience / Performance


Untuk melihat ketahanan serta membuktikan benarkah Cushion ini mask-friendly? aku putuskan untuk memakainya berbelanja, kurang lebih 3 jam. Sebelum berangkat belanja aku juga sudah mencoba memakai masker dengan sedikit menekan-nekan ke wajah, dan nggak ada transfer sama sekali. Pikirku, ahh tentu saja ini karena aku belum berkeringat serta kulitku belum berminyak, coba nanti setelah 3 jam bagaimana?


Oh iya, kulitku itu kombinasi dan cenderung berminyak, biasanya cushion tanpa oil control hanya bisa nahan minyak selama 2-4 jam, trus beberapa are bakal lebih cepat luntur dan crack. How about this cushion? secara dia tuh ada kandungan Green Tea yang memang bagus juga untuk memperbaiki kondisi kulit berminyak, let's find out!


Seriously, Lookè Holy Flawless BB Cushion ini ringan banget, beneran kayak nggak pakai apa-apa dan  breathable, yang membuatnya sangat nyaman dipakai dibawah masker. Selama berbelanja, mulai dari berangkat, pulang-pergi serta jalan-jalannya aku nggak merasakan rasa gerah atau pengap sama sekali.




Pulang kerumah aku segera lepas maskerku dan aku bener-bener kaget kayak wahh gila banget! beneran tipis banget transfernya, itupun cuma di area sekitar hidung. Trus dibandingin transfer tinted lip butter yang aku gunakan, masih lebih tipis cushion ini. Coverage kulitku juga masih bagus, jadi aku nggak langsung hapus, aku biarkan selama 1 jam lagi yang totalnya jadi 4 jam aku menggunakan cushion ini.


Dari foto perbedaan diatas bisa kalian lihat bedanya? Sebelum, ada jerawat dan bekas merah di wajahku. Freshly Applied, warna kulitku hampir nggak ada bedanya dengan sebelum pakai hanya saja dengan coverage dan tekstur lebih baik, bagian bawah mata yang gelap juga sedikit tersamarkan. Nah, di foto setelah pemakaian 4 jam kelihatan bedanya yaitu minyak diwajahku mulai keluar dan coverage di bawah mata mulai pudar. Tapi menurutku ini minyaknya masih sangat normal, bukan yang banyak banget hingga membuat kulit nampak kusam dan pori-pori kelihatan terbuka.


Bikin jerawatan nggak?


Selama 1 minggu secara rutin aku sengaja pakai cushion ini setiap hari untuk melihat dia ngaruh nggak sih buat jerawat? Jawabannya, cushion ini sama sekali nggak bikin jerawat tambah parah, dalam 1 minggu tidak ada jerawat baru muncul. So, aku bisa bilang ini bener-bener acne-friendly.


Conclusion


Bukan untuk clickbait aku membuat judul demikian, tapi menurutku ini bener-bener Cushion lokal terbaik yang pernah aku coba! Gimana ya, ini kayak paket komplit! Tekstur bagus, enak diratain, rasanya ringan, coverage bagus, transferproof, nggak bikin jerawatan pula! Apa lagi yang kamu cari? Sayangnya cuma di bagian case aja, tapi itu juga bukan masalah besar karena dengan adanya pouch masalah teratasi. 


I highly recommend this Lookè Holy Flawless BB Cushion, terutama buat kalian yang sampai sekarang mungkin belum menemukan complexion bagus untuk kulit berjerawat. Kalian bisa beli produk ini di Shopee, Tokopedia, Lazada, Blibli, Zalora, Sociolla, Beautyhaul, Myskinbutbetter (msbb.id).


More information about Lookè Cosmetics :

YOU CAN FIND ME AT :

Wednesday, March 24, 2021

Review Sunscreen Y.O.U Tone Up UV Elixir SPF 50+ PA++++


Masih males pakai sunscreen dengan alasan nggak ada yang cocok? (padahal juga belum coba sampai puluhan sunscreen) atau alasan harganya mahal. Sekarang, banyak banget pilihan sunscreen di pasaran, bahkan merek lokal sudah banyak mengeluarkan sunscreen dengan harga ramah dikantong. Salah satunya Y.O.U yang baru saja meluncurkan sunscreen.


Sebelumnya Y.O.U itu brand mana sih? dari informasi yang aku dapatkan, ini adalah lokal brand tapi memang pabrikannya ada di China, you don't need to worry karena produknya sudah terdaftar BPOM jadi aman untuk digunakan. Nama Y.O.U sendiri ini sebenarnya adalah singkatan dari Youthful, Outstanding dan Unique. Brand diluncurkan tahun 2018 yang awalnya produk mereka fokus pada makeup tapi sekarang mereka melebarkan sayapnya ke skincare juga.


Y.O.U Tone Up UV Elixir 


Sekarang mari kita bicarakan soal sunscreen mereka, namanya Tone Up UV Elixir dengan kandungan SPF yang cukup tinggi yaitu 50+ PA++++. Dari namanya sebenarnya aku pada awalnya agak bingung, sebenarnya ini tone up cream dengan kandungan SPF didalamnya atau sunscreen dengan efek tone up? Tapi, ketika aku sudah mendapatkan produknya ditanganku dan mempelajarinya, I feels like ohh ini sunscreen dengan tone up effect yang mengingatkanku dengan produk Skin Aqua Tone Up UV Essence.


Baca juga : Skin Aqua Tone Up UV Essence 


Y.O.U Tone Up UV Elixir diformulasikan dengan Hyaluronic Acid dan Sunflower Seed Oil untuk melembapkan kulit serta membuat nampak lebih cerah. Kemudian, pertanyaan yang mungkin sekarang ada di kepala kalian, ini Chemical or Physical sunscreen?Jawabannya adalah Hybrid. Jadi, produk ini punya kandungan Chemical dan Physical (Titanium Dioxide). Jujur sejauh ini kulit sensitifku malah lebih cocok dengan hybrid sunscreen.



Klaimnya Y.O.U Tone Up UV Elixir ini memiliki 5x Care & Defense, apa saja itu?


  1. Protects
  2. Brightens
  3. Soothes
  4. Hydrates
  5. Smoothes

Oh iya, Y.O.U Tone Up UV Elixir ini dermatology tested dan tidak mengandung alkohol, pasti kalian kaum gentle atau yang anti kandungan alcohol dalam skincare bakal menyukainya, hehe.



Texture & Scent


Memiliki creamy texture yang agak mirip lotion tapi sedikit padat. Warnanya jika diintip dari lubang tube nampak lavender, tapi setelah dikeluarkan nggak begitu terlihat hints lavendernya, lebih cenderung ke milky white. Baunya wangi, cukup familiar tapi sampai sekarang aku tidak bisa mengingat mirip apa, hahaha. Perpaduan bunga dan manis gitu deh pokoknya, trus nggak ganggu kok baunya.



Finishnya gimana? trus enak diratain nggak? nah finishnya cenderung ke dewy, bikin glowing tapi bukan yang minyakan. Whitecast nggak? sesuai namanya karena ini tone up dan dikulitku yang medium ini hasilnya jadi lebih cerah, tapi nampak bagus nggak abu-abu. Sementara untuk teksturnya enak di blend or diratain nggak? jujur ini tricky, beda base skincare hasilnya juga beda, akan aku jelaskan di bagian my experience.

Packaging


Kemasannya tube cantik warna lavender ombre ke pink dengan bahan glossy dan screw cap warna putih. Lubangnya kecil, aku suka kayak gini jadi nggak takut pas mencet tiba0tiba keluar terlalu banyak. Untuk kemasan luarnya produk ini tidak pakai box, tapi menggunakan pouch plastik. Semua informasi tertera dengan lengkap dan sangat jelas di kemasan luarnya ini.



How to Use


Aku menggunakannya dengan takaran 2 jari untuk seluruh wajah dan leher. Jika takut white cast terlalu parah atau kalian yang memiliki kulit medium to deep bisa menggunakannya sedikit demi sedikit, jadi diratain dulu misal dengan takaran 1 jari dan setelah terserap ditambahin lagi 1 jari.

My Experience


Hari pertama menggunakan Y.O.U Tone Up UV Elixir terjadi pilling parah dan produk susah diratakan, terasa kesat. Ini karena base skincare yang aku gunakan, hari itu aku pakai berlayer-layer humectan yang kemudian aku tutup dengan occlusive, auto buyar deh pilling parah.

Hari ke 2, aku gunakan langsung setelah calming toner. Kali ini nggak ada pilling tapi susah banget diratakan, terasa kesat di kulit.

Hari ke 3, aku menggunakannya setelah toner dan moisturizer. Kali ini aku menggunakan moisturizer emollient, dan ini sempurna! Y.O.U Tone Up UV Elixir nggak pilling sama sekali dan enak banget diratain.




Sejak hari ke 3 hingga 2 minggu aku menggunakan base skincare yang sama dan so far nggak ada masalah sama sekali. Aku test untuk panas-panasan yang bener-bener dibawah matahari langsung tidak terjadi sunburn, biasanya kalau sunscreen kurang bagus sudah pakai sesuai takaran pun masih bakal kebakar kulitku. Selain itu makin lama warnanya cakep dan bikin tekstur kulit nampak bagus, sampai tetanggaku beberapa kali bertanya, kok kulitmu jadi lebih cerah dan halus? Ini juga sama sekali nggak bikin kulitku nampak abu-abu, jadi efek cerahnya natural + kelihatan fresh.



Buat kulit jerawat gimana kak? Kulitku acne-prone dan pertama kali pakai sunscreen ini memang sedang berjerawat, Y.O.U Tone Up UV Elixir ini nggak bikin jeraewat tambah parah kok, malahan terasa menenangkan dan nyaman di kulit.

Bikin tambah minyakan nggak? Kulitku combination to oily dan dalam 2 jam tepat sebelum reaply aku perhatikan minyaknya masih normal kok, nggak berlebihan tapi juga ini nggak ngontrol minyak.

Conclusion


Menurutku Y.O.U Tone Up UV Elixir ini bagus dan sesuai dengan klaimnya. Pertama, protects? Yes ini beneran melindungi dari paparan sinar matahari langsung. Ke 2, Brightens? Yups, efek cerahnya bagus dan natural. Lalu, Soothes, Hydrates dan Smoothes? YES!! ini memang terasa menenangkan dan nyaman untuk kulit berjerawat, menjaga kulit terhidrasi juga dan bikin tekstur nampak halus.

Y.O.U Tone Up UV Elixir ini secara resmi aku nyatakan masuk ke jajaran sunscreen favoritku. Memngingat harganya yang lumayan terjangkau tentu aku akan repurchase. Berapa sih harganya? Harga officialnya 90ribuan gitu untuk ukuran 40ml, tapi saranku beli di distributor aja harganya cuma 60ribuan. Wahh, kok bedanya cukup jauh? biasanya mereka memang ada diskon kok, seperti halnya di offline counter mereka sering banyak banget diskon, jadi nggak perlu khawatir.


Product's Information
Nme : Tone Up UV Elixir
Brand : Y.O.U
Manufacturing : Guangzhou Cenkon Biochemical Products Co., Ltd. PRC
Volume : 40ml
PAO : 12m
BPOM : NA11201700007
Price : Rp. 60.000 - Rp. 95.000

YOU CAN FIND ME AT :

Monday, March 15, 2021

Acnaway - Anti Acne and Blemish Relief Kit, Solusi Praktis Atasi Jerawat


Sebagai pemilik acne-prone skin, hidupku tak pernah jauh dari yang namanya produk acne treatment. Sayangnya, tidak semua kondisi jerawat bisa diatasi dengan 1 bentuk produk saja. Ada kalanya dalam kondisi tertentu aku membutuhkan acne treatment oles berbentuk gel atau cream, dan terkadang juga lebih membutuhkan yang berbentuk patch. Jadi gimana solusinya? mau nggak mau yaa aku harus punya 2 produk tersebut. Nah, gimana kalau 2 produk tersebut dijual jadi 1? Tentu ini akan sangat praktis!

Baca juga : Some by Mi - Super Miracle Spot All Kill Cream

Baru saja di luncurkan 12 Maret lalu, Acnaway - Anti Acne and Blemish Relief Kit. Acnaway ini brand dari mana sih? Acnaway adalah Korean brand,jadi produknya juga Made in Korea. Tidak banyak informasi yang bisa aku dapatkan tentang brand ini, aku rasa karena mereka juga masih baru. 

Kit ini dirancang khusus untuk para pejuang jerawat yang klaimnya mampu mengatasi jerawat dalam 24 Jam! Produknya diformulasikan No Fragrance, No Paraben dan aman untuk kulit berjerawat. Selain itu, brand ini juga berani kasih jaminan uang kembali jika tidak ada perubahan pada jerawat dalam 3 hari, wow!! Garansinya gimana itu kak? Jadi, kalau dalam 3 hari tidak ada perubahan misal dari jerawat bengkak trus tidak kunjung matang atau keluar matanya, atau bahkan menjadi semakin parah kalian bisa mengajukan refund. Trus, ini hanya berlaku untuk jerawat aktif yaa, bukan komedo dan dalam 3 hari itu kalian juga sedang tidak pakai produk lain atau produk baru, nanti takutnya jerawat nambah parah bukan karena Kit ini melainkan produk lain yang juga sedang kalian coba? Asli ini keren banget, para Acne Fighters inilah yang kalian tunggu-tunggu! 

Acnaway - Anti Acne and Blemish Relief Kit ini berisi 2 produk, yaitu :

BHA Acne Relief Cream

Produk ini berfungsi untuk mengurangi kemerahan, meredakan peradangan sekaligus membbantu memudarkan noda bekas jerawat.


Main Ingredients

  • 0,5% Salicylic Acid (BHA): Kandungan ini efektif dalam mengangkat sel kulit mati serta membunuh bakteri penyebab jerawat. Salicylic Acid juga bekerja sebagai exfoliant yang mampu membuat kulit lebih bersih dan terasa halus.
  • Centella Asiatica : Kandungan ini bekerja untuk menenangkan kemerahan serta memberikan hidrasi untuk kulit.
  • Scutellaria : Kandungan ini bekerja dengan cara memperbaiki skin barrier, biasanya setelah mengalami breakout atau jerawat parah skin barrier ku rusak sehingga seolah-olah semua produk bakal nggak cocok aku pakai, padahal sebenarnya yang harus aku lakukan adalah memperbaiki skin barrier terlebih dahulu. Selain itu kandungan ini juga sangat bagus dalam melindungi kult dari papran sinar UV serta mencerahkan kulit.


Full Ingredients

Water, 1,3-propanediol, hydrogenated polydecene, cetearyl alcohol, salicylic acid, sesame amino acids, dextrin, glyceryl stearate, PEG-100 stearate, polysorbate-60, Azone, quaternary ammonium salt-73, glycerin, butylene glycol, picrorhiza scrophulariiflora extract, scutellaria baicalensis extract, lonicera confusa extract, salvia miltiorrhiza extract, aspalathus linearis extract, sophora flavescens extract, salix alba bark extract, perilla ocymoides leaf extract, chamomilla recutita extract, glycyrrhiza glabra root extract, centella asiatica extract, hollyhock flower extract, Taraxacum officinale leaf extract, panax notoginseng root extract, portulaca oleracea extract, artemisia argyi leaf extract, oat kernel extract, aloe barbadensis leaf juice powder, cetearyl glucoside, Hexamidine bis (hydroxyethyl sulfonic acid) salt, sodium bis (lauramide glutamine) lysine, acrylic acid (ester)/C10-30 alkyl acrylate cross-linked polymer, arginine, propylene glycol, caprylic hydroxamic acid, glyceryl caprylate, ethylhexyl glycerol, p-hydroxyacetophenone, melaleuca alternifolia leaf oil. 

Texture & Scent

Teksturnya cream dengan sedikit hints kekuningan dan nampak agak kasar seperti sesuatu yang diaduk kurang rata, tapi ternyata ketika aku ratain dia langsung lumer dan terasa lembut. Tidak meninggalkan kesan berminyak maupun matte atau yang bikin kering setelah produk diserap kulit, jadi jenis cream seperti ini enak digunakan pagi maupun malam. Baunya enak, ada kesan soothing sensation, khas seperti bau tea tree, tidak terlalu kuat dan tidak menusuk hidung.

Packaging

Dikemas dalam tube kecil dan ramping ukuran 10gram. Sedikit yaa? ini standard sih menurutku untuk sebuah acne treatment yang mana kita hanya menggunakannya sangat sedikit dan hanya untuk area yang berjerawat saja. Bagian ujungnya runcing dan lubangnya agak besar. Sebenarnya aku lebih menyukai yang model ujungnya lancip dan dengan lubang kecil, supaya lebih hemat, hehe.

How to Use

Oleskan cream ini pada area yang berjerawat yang telah dibersihkan sebelumnya. Tunggu hingga cream benar-benar terserap lalu bisa kalian tutup dengan acne patch. Kalian juga bisa menggunakan Acne Cream dan Ptch ini sendiri-sendiri, misal patch di pagi hari dan cream malam hari.

BHA Acne Relief Patch

Produk ini fungsinya untuk melindungi jerawat dari debu dan kotoran. Selain itu dia juga berguna untuk menyerap puss atau cairan dari dalam jerawat.

Ingredients

Sodium carboxymethyl cellulose, elastomer, dioctyl adipate, 100% hydrogenated petroleum resin, polyethylene terephthalate, centella asiatica extract, melaleuca alternifolia leaf oil. 

Texture & Scent

Bahannya lumayan tipis, transparan dan permukaannya matte jadi dia kayak kamuflasse ketika digunakan, seolah-olah kita tidak sedang menggunakan patch. Menempel cukup kuat, bahkan sempat lupa aku bawa mandi dan cuci muka dia nggak copot. Baunya agak kuat dan mirip balsem, awalnya sedikit mengganggu, tapi lama-lama terbiasa dan baunya lumayan cepet hilang. Aku rasa baunya ini berasal dari kandungan tea tree oil didalamnya.


Packaging

Dikemas dalam plastik ziplock, menurutku ini lebih aman dan nggak bikin patch cepet rusak. Dalam kemasan berisi 2 lembar yang masing-masing terdiri dari 15 patches jadi totalnya ada 30 patches dan semua ukurannya sama.

How to Use

Patch ini bisa digunakan setelah mengaplikasikan cream atau bisa juga dipakai sendiri. Saranku sih gunakan patch hanya disaat jerawat sudah keluar matanya, ini bisa buat antisipasi jika jerawat tersebut pecah jadi cairan bisa langsung diserap patch.

My Experience


Beberapa waktu yang lalu ada jerawat bengkak yang tidak kunjung matang diatas bibirku, sumpah ini rasanya tidak nyaman dan nyeri banget. Akhirnya aku mulai menggunakan Acne Cream saja di hari pertama dan lihat foto dibawah ini untuk progressnya.

1. Foto tanggal 11 jam 4 sore, jerawat bengkak tapi belum muncul mata kemudian dimalam harinya aku olesin Acne Cream.
2. Foto tanggal 12 jam 9 pagi, muncul mata kecil, kemudian aku olesin cream lagi dan aku tutup dengan patch.
3. Foto patch yang terpasang
4. Foto tanggal 12 jam 4 sore, cairan jerawat yang terserap.
5. Kondisi jerawat setelah cairannya terserap, ada sedikit cairan yang tersisa & luka terbuka.
3. Foto tanggal 14 jam 9 pagi, jerawat sudah kempes dan luka yang terbuka kering setelah setiap malam aku rutin aplikasikan acne cream.


Adikku yang kondisi jerawatnya lebih parah aku ajak untuk mencoba Acnaway - Anti Acne and Blemish Relief Kit juga, dan ini hasilnya :

1. Tanggal 12 jam 8 malam, ada jerawat yang sudah matang dibagian dagu & bakal jerawat kecil diatasnya. Malam itu juga aku pasangkan Acne Patch. 
2. Tanggal 13 jam 9 pagi, foto Acne Patch yang masih menempel dengan baik meskipun telah digunakan semalaman dan jerawat kecil dibagian atasnya ikutan matang. 
3. Acne Patch yang telah dilepas dengan cairan yang berhasil diserap. 
4. Foto tanggal 15 jam 8 pagi, jerawat sudah hilang dengan tekstur hampir rata dan hanya tinggal bekasnya saja. 
Bedanya, jerawat adekku sejak awal sudah muncul mata, jadi dia langsung gunakan Acne Patch dan kemudian Acne Cream dia gunakan untuk bantu pudarkan bekas nodanya.

Conclusion


I love this Acnaway - Anti Acne and Blemish Relief Kit!! Bekerja sesuai klaim dan yaa, beneran ada hasilnya di kulitku maupun kulit adikku. Menurutku produk ini adalah solusi praktis untuk kalian para pejuang jerawat, sekarang tidak perlu beli produk secara terpisah, cukup beli 1 saja sudah ada keduanya dan 2 produk ini memang essential products yang dibutuhkan para Acne Fighters! 

Acnaway | Instagram
Where to Buy? Shopee
Price : Rp. 92.000 (Harga promo)

YOU CAN FIND ME AT :


Friday, February 19, 2021

Whitelab - Mugwort Pore Clarifying Mask, Benarkah Dupe Axis-Y?

Tahun 2020 lalu, masker dari salah satu Korean brand yaitu Axis-Y Mugwort Pore Clarifying Wash-Off Pack viral di Indonesia. Stocknya selalu habis dalam hitungan menit bahkan detik. Awalnya aku belum tau pasti apa yang bikin masker tersebut sampai se-viral itu, ternyata setelah cobain sendiri aku cukup terkesan dengan efeknya meredakan kemerahan, membersihkan pori-pori serta menghaluskan kulit. 
Memanfaatkan moment tersebut, Whitelab yang merupakan salah satu local brand meluncurkan masker serupa tanggal 8 Februari lalu. Tidak hanya mengusung kandungan utama yang sama yaitu Mugwort, brand ini juga memberi nama produknya hampir mirip, "Whitelab - Mugwort Pore Clarifying Mask." 

Dengan harga yang jauh lebih terjangkau, meskipun isinya hanya setengah dari Axis-Y, tentu produk ini membawa angin segar bagi mereka yang selama ini pengen nyobain Axis-Y tapi terhalang harganya yang lumayan mahal. Padahal, jika mau menghitung jatuhnya sama saja. Sekarang ini harga Axis-Y Mugwort Pore Clarifying Wash-Off Pack sudah banyak turun dibanding pertama kali diluncurkan, harganya rata-rata sekitar 150ribu untuk ukuran 100gr. Sementara Whitelab Mugwort Pore Clarifying Mask harganya 75ribu untuk ukuran 50gr. Bukankah sama saja? Jika dipikir demikian memang sama, tapi kebanyakan orang bakal lebih memilih yang 75ribu, selain kesannya murah juga adanya perasaan takut tidak cocok yang mempengaruhi. 


Selesai bicara soal harga, hari ini aku mau bahas tuntas sedetail mungkin tentang 2 masker ini, sekalian aku mau battle lihat performanya secara bersamaan. Oh iyaa, Axis-Y Mugwort Pore Clarifying Wash-Off Pack punyaku ini bukan ukuran full size, tapi mini size dari limited edition kit mereka.

Main Ingredients

Axis-Y menggunakan 611 formula, apa itu? 6 ingredients + 1 core ingredient dan 1 special patent technology. 6 ingredients apa saja? Adzuki Bean Seed Powder, Kelp Extract, Artichoke Leaf Extract, Vigna Radiata Seed Extract, Houttuynia Cordata Extract & Nelumbo Nucifera Leaf Extract. Sementara  1 core ingredient nya adalah 61% Mugwort extract. Nah, tambahan 1 special patent technology ini yang menarik, yaitu Dermatic AC 3 yang membantu penyembuhan jerawat. 

Whitelab memiliki kandungan utama Mugwort, Niacinamide, Green Tea Leaf dan Cica. Setelah membaca list ingredients nya, aku menemukan Salicylic Acid yang fungsinya untuk membersihkan pori-pori. Untuk green tea mereka gunakan leaf powder dan extract, powdernya ini biasanya buat mengatur consistency dan ngasih warna alami. 

Ngomong-ngomong apakah kalian sudah tahu manfaat mugwort dalam produk perawatan kulit? Mugwort sangat bagus untuk menyejukkan serta membersihkan kulit. Selain itu mugwort juga melindungi kulit dari polusi udara dan mencegah kerusakan kulit. 

Meskipun konsep dan kandungan utamanya sama tapi kedua masker ini fokusnya berbeda. Axis-Y lebih menekankan untuk membersihkan kulit, menenangkan, membantu mengatasi dan mencegah jerawat. Sementata Whitelab, fokusnya untuk soothing, mencerahkan, gently exfoliating dan mengecilkan pori-pori. Tetap yaa, orang Indonesia bakal lebih tertarik kalau ada kata-kata mencerahkan hehe, tapi ini memang ada niacinamide-nya sihh, mari kita lihat nanti bagaimana hasilnya. 

Texture & Scent

Axis-Y tidak ada kandungan air didalamnya, dia lebih banyak ekstrak daun-daunan, powder dan rosemary oil, sehingga membuat teksturnya nampak buttery, seperti cream yang agak kokoh dan warnanya hijau keabu-abuan. Serpihan daun didalamnya sangat banyak, tapi bukan seperti daun kering, lebih tebal, ukurannya tidak beraturan dan warnanya kecokelatan. Tanpa tambahan pewangi, Axis-Y Mugwort Pore Clarifying Wash-Off Pack memiliki bau seperti jamu, khas produk dengan mugwort. Baunya agak pahit tapi tidak lingering, akan hilang ketika dibilas. 
Kiri: Whitelab, Kanan: Axis-Y

Whitelab menggunakan air di urutan pertama, hal itu yang membuat teksturnya lebih lembek dibanding axis-y. Warnanya juga nampak lebih hijau. Serpihan daun didalamnya benar-benar mirip daun kering, berwarna hitam, pipih dan tidak terlalu banyak. Kira-kira kurang dari 10%. Baunya lumayan kuat, ada parfum didalamnya. Baunya artificial green tea banget, agak menyengat dan lingering, kulit tetap wangi meskipun sudah dibilas. 


Packaging

Seperti yang sudah aku bahas diatas bahwa masker Axis-Y yang aku gunakan disini adalah ukuran travel size, jadi aku tidak akan bandingkan soal kemasannya dengan Whitelab. But, disini aku akan bahas tentang kemasan Whitelab. 

Produk dikemas dalam jar plastik bulat, bagian badan jarnya transparan dan tutupnya warna putih, mirip jar lulur hanya saja sedikit lebih kecil, mengingat ukurannya hanya 50gram. Tidak ada box, produk hanya disegel dengan plastik. Informasi produk tidak tercetak di kemasan secara langsung, tapi ditempel dengan stiker. Informasi yang tertera cukup lengkap, mulai dari kandungan, cara pakai, no bpom, dll. Membuka tutupnya tidak ada second lid didalam, jadi masker banyak menempel ditutupnya yang warna putih sehingga membuatnya terlihat kotor.

How to Use?

Antara Axis-Y dan Whitelab tidak ada perbedaan dalam cara pemakaian, yaa seperti cara pakai kebanyakan clay mask. Oleskan pada kulit yang telah dibersihkan terlebih dahulu, lalu tunggu sekitar 15 menit hingga masker mengering lalu bilas dengan air. Keduanya disarankan untuk dipakai 2-3x dalam seminggu.

My Experience

Jadi, aku pakai Axis-Y Mugwort Pore Clarifying Wash-Off Pack dan Whitelab Mugwort Pore Clarifying Mask secara bersamaan untuk melihat bedanya. Aku gunakan Axis-Y dibagian kanan wajahku dan Whitelab di bagian kiri. 

Keduanya tidak ada soothing sensation yang begitu terasa ketika digunakan. Sebelumnya pengalamanku pakai Axis-Y, soothing sensation baru terasa setelah dibilas. Keduanya sama-sama butuh waktu yang lama untuk kering, yaitu sekitar 15-20 menit. Di bagian Axis-Y terasa ketat ketika kering, sementara dibagian Whitelab tidak seketat Axis-Y.

Karena serpihan daun yang ada dalam Whitelab tidak banyak dan tipis, jadi sama sekali nggak terasa ketika dibilas. Berbeda dengan Axis-Y yang serpihan daunnya tebal dan banyak, dia skaligus sebagai physical exfoliator ketika dibilas. Nah, si Whitelab ini meskipun nggak ngasih manfaat sebagai physical exfoliator dia ada Salicylic Acid didalamnya yang bekerja sebagai chemical exfoliator.

Axis-Y dan Whitelab sama-sama mudah dibilas dan nggak meninggalkan residu. Setelah dibilas kedua bagian wajahku nampak lebih bersih pori-porinya dan kulit terlihat halus. Hanya saja area hidung bagian Whitelab tidak sebersih bagian Axis-Y, sepertinya sebum di area tersebut tidak ada perubahan, padahal yang bagian Axis-Y nampak bersih. Aku rasa ini karena pori-pori di area tersebut lebih besar begitu pula dengan ukuran sebumnya juga lebih besar sehingga lebih sulit dibersihkan.

Setelah dibilas keduanya ada soothing sensation, hanya saja bagian Axis-Y  lebih sejuk dan terasa mendinginkan kulit, seperti suhunya turun. Oh iya, kedua area kiri dan kanan kebetulan sedang ada jerawat aktif, setelah pakai masker ini jerawat tersebut sama-sama jadi lebih kalem, kemerahan disekitarnya juga membaik. 

Setelahnya aku sengaja tidak pakai skincare routine untuk melihat bagian mana yang bakal kering atau dehidrasi terlebih dahulu? Dalam 1 jam keduanya masih sama, kulitku masih telasa halus dan lembap. 2 jam berlalu bagian Axis-Y masih oke sementara bagian Whitelab sedikit minyakan. Setelah 3 jam keduanya mulai dehidrasi dan minyak keluar.

3 hari berlalu setelah percobaan pertama menggunakan kedua masker tidak ada reaksi buruk di kulitku. Tidak ada gatal, iritasi maupun memperparah jerawat. Kedua jerawat yang masih aktif tadi juga sudah kering dan tinggal bekasnya.


Conclusion

Kesimpulannya, Whitelab Mugwort Pore Clarifying Mask ini bagus karena dia cocok di kulit sensitive and acne-prone ku. Bagiku produk yang nggak bikin aku breakout itu bagus hehe. Selain itu dia memang beneran ada manfaat buat kulit, terbukti jadi bersih, halus dan tenangin jerawat, memang sih untuk area tertentu dia nggak bisa bener-bener bersihin, but overall masih oke.

Tapi jika disebut sebagai dupe Axis-Y Mugwort Pore Clarifying Wash-Off Mask aku tidak setuju. Gimana yaa, sensasinya itu beda! Menurutku serpihan daun banyak dan tebal sudah jadi ciri khas masker Axis-Y, nah punya Whitelab ini dari situ sudah beda jauh, jadi bener-bener nggak dapet feel masker Axis-Y. Tapi ini nggak masalah sih, selama dia juga cukup bagus dan nggak ada reaksi buruk di kulit.

Jika harus memilih pun agak bingung, soalnya keduanya sama-sama enak tapi beda. Gini aja deh, Axis-Y lebih enak dipakai ketika kulit tidak terlalu bermasalah karena serpihan daunnya kalau digosok terlalu keras bakal agak melukai kulit yang sensitif. Nahh, kalau Whitelab aman-aman saja dipakai ketika ada jerawat bengkak sekalipun karena serpihan daunnya nggak kerasa.

So far, yang aku nggak suka dari Whitelab Mugwort Pore Clarifying Mask adalah baunya, wangi banget, lingering dan malah ngasih kesan murah.

Bagaimana, kalian lebih tertarik dengan Axis-Y atau Whitelab? Oh iyaa, kemarin aku beli 2 Whitelab, salah satunya akan aku jadiin Giveaway di instagram, soon!

Product's Information
Name : Mugwort Pore Clarifying Mask
Brand : Whitelab - Indonesia
Volume : 50 gram
Bpom : NA 182102200015
Price: Rp. 75.000
Where to buy? Shopee


YOU CAN FIND ME AT :

Sunday, February 7, 2021

Review Produk Pinkflash, Buy or Bye?

Beberapa waktu belakangan pasti kalian sering lihat review produk yang satu ini? Kemasannya cantik dan harganya sangat terjangkau, siapa yang tidak tergoda? Pinkflash merupakan brand cosmetics asal China, yang ternyata merupakan sister brand dari Focallure. Siapa yang tidak kenal Focallure? Brand ini sudah lebih dulu merajai pasar cosmetics di Indonesia, yaa meskipun sempat masuk ke jajaran brand "abu-abu" yang mana dulu itu nggak jelas alamat produksinya dimana, trus deskripsi serta swatch produknya suka nyolong dari brand lain yang lebih terkenal, dll yang kalau di jelasin bisa lebih dari 1000 kata. But, sepertinya mereka sudah membenahi kekacauan di masa lalu, sekarang sudah mengarah yang lebih baik, kayak semuanya udah mulai jelas dan transparan, bahkan di China sendiri dia sudah di jual di the Colorist, ini semacam kayak "sephora" gitu. Ehhh kok jadi bahas Focallure? Jadi gini, kalau kakanya saja sudah "baik" maka aku berani cobain adiknya si Pinkflash ini. Apalagi sahabatku yang punya blog aphrodatglow.com dia ini orang yang suka investigasi barang-barang abu-abu asal China sudah ngasih approval, jadi yaudahh aku tanpa pikir panjang aku borong hampir semua produknya. 

Sebenarnya sempat ada beberapa kali project untuk nyobain produk Pinkflash, tapi aku skip karena aku pengen beli sendiri dan tidak terikat dengan apa yang tertulis di brief, aku ingin sepenuhnya menuangkan apa yang ada dipikiranku tentang produk ini tanpa ada "batas", disini bukan berarti mereka yang dapet project reviewnya nggak jujur atau apalah, NO! Maksudku disini, aku nggak ada batas deadline, dan bisa dengan bebas nulis tanpa terpacu sama poin-poin yang ada di brief, ditambah aku nggak suka disuruh foto ala selebgram pegang produk, hahahaha. 

Awalnya aku bingung, mau mereview produk Pinkflash 1 per 1 atau langsung semua? lalu aku putuskan buat review semua saja langsung jadi satu dengan bentuk postingan yang singkat dan padat langsung ke intinya. Maka mulailah aku membeli produknya 1 per 1 aku kumpulin. Kalau orang nabung dalam bentuk uang, ini aku nabung barang buat direview, hahaha. Sayangnya, It seems like mereka tiap bulan mengeluarkan produk baru dehh, jadi waktu aku order produk yang pikirku bakal jadi produk terakhir maka lengkap sudah koleksiku, ternyata aku salah! Barangku belum sampai, ehh ada baru lagi. Kesel! kalau seperti ini terus bisa-bisa sampai ultah blog ku ke 10 pun nggak akan kuposting reviewnya. So, aku putuskan review yang sudah ada saja, nanti kalau nambah lagi aku bikin part lanjutan. 

PINKFLASH - Oh My Gloss Lip Gloss

Klaimnya ini adalah Lip Gloss yang tidak hanya memberikan tampilan glossy di bibir, tapi sekaligus memberikan efek melembapkan bibir yang tahan lama. Dengan formula yang tidak lengket, ringan dan lembut. Produk ini juga bisa dijadikan sebagai lip topper atau dipakai diatas lipstick.

Memiliki 11 pilihan warna yang terbagi dalam 3 tekstur. Shade dengan kode depannya C itu clear, tanpa warna dan tanpa shimmer. Kode S artinya dia ada shimmer. Sementara kode G, artinya Glossy, berwarna tapi tidak ada shimmer. Ke 11 warnanya cantik-cantik banget dan membuatku bingung mau beli yang mana? akhirnya pilihanku jatuh kepada S04 - Vertigo, ini warna warm orange dengan gold shimmer dan G02 - Shelter, warna nude rose. 

Bisa dibilang kemasan produk ini minimalis tapi cantik. Simple, perpaduan clear dan warna pastel pink. Tanpa box, produk hanya disegel dengan plastik yang sayangnya semua informasi produk tercetak disegel tersebut, seperti komposisi, bahkan nama shade. Jadi, ketika segel dibuka otomatis kalian nggak bakal tau itu shade namanya apa or kode berapa. Biasanya produk seperti ini bakal menempelkan stiker kecil dibagian bawah botol yang berisi nama shade/ kode serta netto, dll. Nahh, produk ini nggak ada kayak gitu dan itu tidak berlaku pada produk ini saja, tapi nyaris semua produk Pinkflash. 

Aplikatornya berbentuk reservoir tip, aku suka aplikator model begini, bagian ujungnya lancip dan ada lubang ditengah, hal ini memudahkan kita untuk menjangkau bagian bibir dalam dan mengontrol seberapa banyak produk yang kita aplikasikan. Bagian lubangnya itu kayak nyimpen cadangan produk gitu.

Seperti klaimnya, produk ini punya tekstur yang lumayan ringan, bukan tipe lip gloss yang minyakan dan terasa berat. Tidak ada bau wangi or artificial, baunya cenderung seperti perpaduan berbagai oil dan sedikit apek. Untuk swatch ditangan, kedua warna pilihanku ini nampak cantik sekali, but... aku sadar diri kalau warna bibirku itu gelap, jadi nggak bakal sebagus itu dibibirku. 

Hasilnya dibibir nampak glossy dan ada warna yang samar agak pink untuk warna Shelter, sementara untuk Vertigo warnanya lebih cakep,dan shimmernya yang awalnya ku kira bakal terlihat aneh dibibir tapi ternyata malah bikin bagus dan nampak seger. Secara shimmernya itu warna gold, jadi bayanganku udah aneh.

Pinkflash Oh My Gloss ini menurutku bener-bener lip gloss, jadi jangan harap dia bakal ninggal tint ketika lapisan glossy-nya hilang. And yeahh, produk jenis ini memang cepet hilang. Tapi produk ini lumayan bagus mengingat harganya yang sangat terjangkau, efek lembapnya juga oke dan yang terpenting dia nggak seberat lip gloss kebanyakan dengan harga sepadan atau sedikit lebih mahal.

Price : Rp. 13.000 - Rp. 15.000/each
Rate : 4/5
Buy/ Bye? BUY

PINKFLASH - Oh My Kiss Melting Matte Lip Cream

Ini adalah Lip Cream dengan finish matte yang klainya bisa tahan seharian, tidak bikin bibir kering dan malah melembapkan karena ada kandungan vitamin E didalamnya.

Produk ini memiliki 14 pilihan warna, cukup banyak ya? tapi kalau mau beli semua nggak bakal bikin kamu bangkrut kok, hehe. Mereka klasifikasikan warnanya jadi 4, yaitu Nude 5 warna, Orange 3 warna, Pink 3 warna dan Red 3 warna. Aku beli R02 - Mambo dan N05 - Cookies.

Dari kodenya langsung ketahuan kan kalau Mambo ini dari Red line dan Cookies adalah Nude. Di katalog tokonya sih si Mambo ini warna merah cakep dengan hints kecokelatan, tapi ternyata aslinya dia lebih ke warm red dengan hints orange. Sementara Cookies di katalog adalah warna nude dengan hints orange dan agak warm tapi aslinya dia lebih terang cocok banget dijadikan base ombre dan bipakai barengan dengan Mambo, memang itu tujuanku beli 2 warna ini, hahaha.

Teksturnya cair dan glides smoothly on my lip. Rasanya ringan dan ketika cairan sudah kering dia nggak lengket, sementara kalau belum benar-benar kering aku coba katupkan bibir atas dan bawahku terasa agak nempel. Coverage-nya beda antara Mambo dan Cookies, untuk Cookies lebih sheer dan butuh setidaknya 2 layer baru bisa menutup warna bibir. Sementara Mambo coverage-nya bagus banget, 1x sapuan sudah bisa menutup warna bibir dengan baik.

Surprisingly produk ini tidak terlalu banyak transfer dan cukup tahan lama dibibir. Untuk makan berat hanya bagian dalam saja yang pudar warnanya, itupun pudarnya bukan yang kering dan menggumpal, tapi samar dan masih ninggal stain tipis. Sayangnya buat hapus agak sulit, harus pakai waterproof makeup remover. Aku coba hapus pakai micellar water kayak butuh effort dan nggak bener-bener hilang.

Oh iya, aku belum bahas bau produk ini, baunya enak creamy milky caramel. Untuk kemasan dan aplikator sama persis denga Pinkflash Oh My Gloss, hanya saja beda dibagian loga dan tulisan PINKFLASH. Oh My Kiss berwarna kuning pastel sementara Oh My Gloss hologram.

Overall, aku suka produk ini. Jika dibandingin dengan produk dalam negeri yang harganya serupa seperti Madame Gie dan Marshwillow menurutku mereka masih kalah dengan Pinkflash Oh My Kiss Melting Matte Lip Cream ini.

Price : Rp. 13.000 - Rp. 15.000/each
Rate : 4/5
Buy/ Bye? BUY

PINKFLASH - Contour, Highlighter & Face Blusher

Review 3 produk ini langsung jadi 1 aja deh, biar cepet. Pertama kita bahas kemasannya dulu, yes mereka bertiga ini sama persis. Kemasannya lucu bentuk oval dan berukuran kecil , kira-kira cuma 5 x 3 cm saja dan seperti yang sudah aku bahas diatas, sayang sekali setelah segel terlepas kita nggak bakal tau ini produk apa? nggak ada tulisan atau stiker apa gitu kek yang tertempel, cuma tulisan Pink Flash dan logo petir dibagian tutupnya.

Sekarang aku mau bahas Contour Powder-nya terlebih dulu. Ada 2 pilihan warna S01 - Float dan S02 - Drop. Aku pilih Float yang warnanya lebih muda. Awalnya aku takut pilih shade, karena kulitku medium, tapi ternyata berakhir dengan aku sangat menyukai shade ini, cocok banget di kulitku. Memiliki matte finish, pressed perfecty, jadi agak keras gitu pas diambil produknya, tapi ini bagus jadi nggak powdery dan berhamburan kemana-mana. Tidak terlalu pigmented, tapi aku malah suka, jadi nggak ragu-ragu buat sapukan ke wajah. Di - blend juga enak, nggak menggumpal. Oh iya produk ini nyaris nggak berbau. Sementara untuk ketahanannya cukup bagus juga, dari pagi hingga siang nggak pudar juga nggak jadi lebih tebal ketika kulitku mulai berminyak,

Price : Rp. 15.000 - Rp. 20.000/each
Rate : 4/5
Buy/ Bye? BUY

Next, Highlighter, ini juga ada 2 pilihan warna yaitu H01- Sunshine dan H02 - Moonlight. Sesuai namanya, Sunshine ini warnanya kekuningan sementara Moonlight lebih ke silver dengan sedikit hints peach. Aku pilih yang Moonlight, soalnya aku kurang suka memakai highkighter yang agak kuning. Sama seperti Contour Powder-nya produk ini well-pressed dan tidak ada fall-out. Warnanya bagus banget dan shimmernya nampak sangat halus dan natural, ini tergantung sih mau pakai tebal atau tipis. Beberapa kali aku pakai produk ini tipis-tipis masih bisa tertangkap kamera hp dengan baik kilaunya. Tahan lama nggak? Yes! bisa dari pagi sampai sore, masih stay in place, dan ketika wajah mulai berminyak dia kayak menyatu gitu terlihat makin natural. Ini sngat cocok buat kalian yang pengen glowing instant.

Price : Rp. 15.000 - Rp. 20.000/each
Rate : 4,5/5
Buy/ Bye? BUY

Pinkflash Face Blusher, ini warnanya lumayan banyak, ada 9 warna yang di klasifikasikan jadi 3, yaitu Nude, Orange dan Pink. 6 Warna memiliki finish matte dan 3 lainnya shimmer. Aku memilih warna tergelap dari line Nude mereka, yaitu N03 - Daybreak, karena aku sadar diri jika pilih warna muda nggak bakal keluar di kulit mediumku. Daybreak ini warnanya cakep banget, Merah dengan hints kecokelatan, aku adalah penggemar blusher warna ini. Teksturnya lembut, tidak terlalu pigmented, tidak banyak fall-out dan mudah di blend. Tidak menggumpal meskipun kulitku berminyak atau complexionnya dewy or lembap. Dikulitku yang medium, warna ini pas banget! membuatnya nampak lebih segar. 

Price : Rp. 15.000 - Rp. 20.000/each
Rate : 4/5
Buy/ Bye? BUY

PINKFLASH - Oh My Emoji Eyebrow Pencil

Produk ini punya 4 pilihan warna, yaitu Latte Brown, Natural Brown, Chocolate Brown dan Dark Gray Brown. Aku pilih warna Natural Brown, karena sebenarnya agak bingung jika biasanya aku pakai warna dark brown maa harus beli shade yang mana? karena foto katalognya kayak nggak terlalu banyak perbedaan. 

Klaimnya produk ini waterproof, memiliki pigmentasi yang bagus serta tahan lama. Kemasannya simple, pencil warna pink dengan tulisan Pinkflash dan tutup transparan tanpa rautan. Teksturnya bagus, bukan yang keras maupun terlalu soft, jadi tengah-tengah. Pigmentasinya cukup bagus, dan di awal warna pilihanku ini nampak muda, tapi seiring berjalannya waktu dan kulitku mulai berminyak produk ini jadi semakin gelap yang pada akhirnya malah kayak orang pakai alis ketebalan. Tahan lama nggak? Anti air nggak? dia kena air semakin tebal dan beleber, jadi aku kurang suka.

Price : Rp. 7.000 - Rp. 10.000/each
Rate : 2,5/5
Buy/ Bye? BYE

PINKFLASH - Oh My Line

Ini adalah eyeliner cair berbentuk pen dan tidak punya pilihan warna, cuma tersedia dalam warna hitam saja. Kemasan produknya masih sama warna pink, dan bagian tip-nya bukan tipe yang tipis banget, bisa dibilang standard lah. Warna hitamnya bagus, cukup pekat tapi sayang dia bleber ketika dipakai jadi malah kayak blepotan, padahal kita sudah gambar garis dengan bagus.

Klaimnya waterproof, dan memang benar sih ini anti air dan tahan lumayan lama. Tapi sayang menurutku kurang bagus, dan diantara semua produk Pinkflash yang aku review hari ini, ini yang paling nggak bagus. Gimana yaa, ibarat kita gambar dikain dia bakal nembus ke samping garis tersebut, nah itu kayak gitu di kulit.

Price : Rp. 13.000 - Rp. 15.000/each
Rate : 2/5
Buy/ Bye? BYE

PINKFLASH - Oh My Self  Foundation

Akhirnya kita sampai juga pada produk terahir, duh punggungku sudah sakit terlalu lama duduk didepan komputer, haha. Nahh, diantara produk Pinkflash yang aku review, hanya ini yang ada stiker tertempel di kemasannya yang menunjukan kode dan nama shade, seandainya semua begitu yaa.

Klaimnya ini adalah foundation dengan finish matte, bertekstur ringan, memiliki coverage bagus dan tahan lama. Pilihan warnanya ada 6, aku pilih shade no 3 yaitu warm beige karena di katalog warna ini terlihat memiliki yellow undertone yang sepertinya bakal cocok dengan warna kulitku. Ternyata, warna ini malah agak pink dan terlalu terang untukku. 

Teksturnya cair banget dan harus dikocok dulu sebelum dipakai, soalnya kalau nggak dikocok bakal air doang yang keluar. Teksturnya memang lumayan ringan dan nggak pengap di kulit, tapi coverage-nya menurutku lebih ke sheer to medium. Easy to blend, aku suka ratain produk ini pakai air-puff. Oh iya, baunya agak terlalu wangi, khas foundation China. Finish-nya dikulitku yang combination to oily lebih cenderung dewy sih bukan matte.

Warnanya nggak cocok banget, terlalu terang untuk kulitku.

Aku suka kemasan produk ini, tube kecil warna pink doff kesannya seperti produk mahal. Bagian ujung kemasannya memiliki lubang kecil, sehingga lebih enak buat mengontrol seberapa banyak produk yang dibutuhkan. Isinya juga lumayan banyak, 20ml untuk produk 20ribuan ini murah banget.

Produk ini lumayan tahan lama, tapi sayang nggak ada kekuatan oil control, jadi setelah 2 or 3 jam kulitku mulai minyakan. Overall aku cukup suka dengan produk ini, hanya saja aku salah beli shade.

Price : Rp. 25.000 - Rp. 30.000/each
Rate : 3,5/5
Buy/ Bye? BUY

CONCLUSION

Seperti yang sudah kalian baca diatas, nggak semua produk Pink Flash aku rekomendasikan, ada yang memang bagus banget dan ada yang totally No! But overall, dengan harga yang sangat terjangkau dan kualitas produknya yang sebagian lumayan bagus, aku rasa PINKFLASH siap bersaing dipasaran kosmetik Indonesia, hanya nunggu saja supaya dia ada yang bawa masuk secara resmi dan bisa dijual bebas, jadi nggak perlu nunggu lama dari China kalau mau beli.


Bonus foto full makeup pakai semua produk Pinkflash.

YOU CAN FIND ME AT :